Sabda Sudah Menjadi Daging dan Tinggal di Antara Kita

* Oleh: Herman Wutun

459

Narwastu.id – Bacaan Injil Yohanes 1:1-18. Firman telah menjadi manusia. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes: Pada awal mula adalah Firman. Firman itu ada bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah. Firman itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia sendiri bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia, dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerima Dia diberiNya kuasa menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya, orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. Tentang Dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru, “Inilah Dia yang kumaksudkan ketika aku berkata: Sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.” Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya. Demikianlah Injil Tuhan.

Refleksi: Berita tentang kelahiran Putera Tunggal Allah, Tuhan kita Yesus Kristus Juruselamat dunia telah disampaikan oleh Nabi Yesaya pada zaman Allah menggunakan perantaraan para Nabi. Dan pada zaman Raja Daud dan Salomo dan lainnya pun  Tuhan telah menyatakan kuasaNya. Tuhan telah melakukan karya-karya yang besar ajaib. Hal itu menggambarkan bahwa Allah sejak awal mula sudah hadir di tengah-tengah manusia. Namun manusia sering tidak peduli, manusia tidak sadar akan kehadiran Allah di dalam kehidupannya sehari-hari. Manusia terus hidup dalam kejahatan dan dosa, manusia lebih mementingkan egonya.

Namun karena belas kasihNya dan karena cintaNya kepada kita anak-anakNya yang hina dina ini, maka Dia rela mengutus PuteraNya yang tunggal untuk turun langsung ke dunia menyelamatkan kita umat manusia ciptaanNya. Allah mau bicara langsung kepada manusia melalui PuteraNya sendiri sebagaimana yang dalam Injil Yohanes bab 1 ayat 14 menegaskan bahwa, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” Sejak kapan Firman itu menjadi manusia? Sejak dua ribu tahun yang lalu. Dia telah turun dan dikandung oleh Perawan Maria dan dilahirkan  di kandang hina di Betlehem. Dia dibaringkan dalam palungan tempat makanan hewan domba-domba di Padang Gurun Efrata. Dia telah mengorbankan diriNya sebagai santapan rohani bagi jiwa kita. Apakah dewasa ini kita sungguh sadar dan menyadari akan kehadiranNya di tengah-tengah kita? Apakah kita sungguh sadar akan kehadiranNya dalam setiap gerak gerik langkah hidup kita? Apakah kita sungguh sadar akan setiap campur tangan kasihNya dalam setiap bagian kehidupan kita?

Herman Wutun

Di Hari Raya Natal ini kita diajak untuk merefleksikan kembali hidup kita. Apakah selama ini sudah sungguh-sungguh kita mengandalkan Dia sebagai satu-satunya Sang Sumber hidup kita dan juga satu-satunya Penyelenggara dan Tujuan akhir hidup kita? Apakah kita sudah sungguh-sungguh secara sadar meninggalkan gaya hidup kita yang lama yang tidak selaras dengan rencana dan kehendakNya? Inilah waktu yang tepat bagi kita membuat komitmen dalam diri pribadi kita masing-masing untuk menanggalkan ego kita dan lebih berserah kepada kehendakNya.

Dalam menghadapi situasi dunia yang penuh dengan tantangan ke depan kita mesti menanggalkan ego kita dan lebih berserah dan mengandalkan Dia dalam setiap langkah hidup kita. Mungkin selama ini kita lebih mengandalkan kemampuan pribadi kita. Jika kita sukses menggapai suatu tujuan atau rencana, kita anggap bahwa itu adalah upaya dan kerja keras kita semata. Kita lupa bahwa karena kasihNya kepada kita, Dialah yang menganugerahkan semuanya itu.

Pernahkah Anda merasa takut, cemas, kecewa dan gelisah apabila Anda gagal mencapai suatu rencana atau mengalami sebuah masalah? Kalau ya berarti bukti bahwa Anda lebih mengandalkan ego atau kemampuan sendiri yang sangat terbatas. Tapi kalau saat ini Anda tidak merasa takut, cemas, gelisah atau kecewa terhadap sebuah kegagalan atau sebuah masalah, maka itu pertanda bahwa Anda sudah sungguh menanggalkan ego dan sudah sungguh-sungguh berserah kepada kehendak Allah yang menyelenggarakan seluruh tahapan kehidupan kita. Itu bukti bahwa “Sabda sudah menjadi daging dan tinggal di antara kita.”

Apakah kita juga menyadari bahwa ditengah-tengah pandemi Covid-19 yang melanda seantero dunia ini, Tuhan juga hadir menyertai setiap langkah hidup kita? Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa virus Covid-19 melanda hidup kita sekitar dua tahun, dan telah banyak membawa perubahan dalam kebiasaan hidup kita. Secara jasmaniah misalnya, kita kalau bertemu tidak boleh berjabat tangan, harus cuci tangan, harus pakai masker dan lainnya. Apakah secara rohaniah Covid-19 juga membawa perubahan dalam hidup kita? Setidaknya dalam situasi Covid-19 kuantitas dan kualitas doa kita meningkat. Kita mesti menanggalkan manusia lama kita dan mengenakan manusia baru kita. Kita tinggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak berkenan di hadirat Tuhan dan mengenakan kebiasaan baru kita yang menyenangkan hati Tuhan. Hal mana pada akhirnya membawa kita berjumpa dengan Tuhan di saat kita mengakhiri hidup ini. Dan sebentar lagi kita akan memasuki Tahun Baru, janganlah kita pesimis tetapi harus optimis, janganlah kita menyerah tapi berserahlah kepada kehendakNya.

Ya, Yesus Tuhan dan Juruselamat dunia, syukur dan puji ke hadiratMu yang maha tinggi karena begitu besar kasihMu bagi kami anak-anakMu. Engkau telah rela turun ke dunia dalam kesederhanaan di kandang Betlehem. Dan sebelum Engkau naik ke surga, Engkau menciptakan  Sakramen Ekaristi Kudus sebagai santapan rohani bagi jiwa kami. Dan Engkau rela setiap saat turun dari Surga dan hadir dalam setiap perayaan Ekaristi Kudus. Engkau menjelma dalam wujud Hosti dan Anggur sebagai santapan rohani bagi jiwa kami. Engkaupun selalu dan senantiasa hadir di tengah-tengah kami dengan berbagai cara seturut rencana dan kehendakMu untuk mengendalikan dan menyelamatkan hidup kami, amin. Selamat merayakan Pesta Natal, 25 Desember 2021 dan selamat memasuki Tahun Baru 1 Januari 2022 yang penuh harapan akan berkat dan cinta Tuhan. Salam damai dan sejahtera bagi kita sekalian, sekarang dan selama-lamanya.

 

* Penulis adalah mantan anggota MPR-RI Utusan Daerah dari NTT, dan anggota Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU (FORKOM NARWASTU).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here