Narwastu.id – Saat yang genting pada hari-hari ini masih sangat terasa di berbagai belahan dunia. Berita simpang siur tentang penyerangan Israel bersama Amerika Serikat yang secara bersama menyerang Iran sampai menewaskan pimpinan tertinggi pemerintahan Iran. Dunia seketika bergolak, karena memang penyerangan dilakukan secara mendadak dan secara mengejutkan. Suasana dalam negeri juga seketika menjadi pembicaraan hangat tentang status Indonesia yang menjadi anggota BOP (Board of Peace) yang dikomandoi Trump. Sebagai pimpinan perdamaian tetapi melakukan serangan yang keji sesungguhnya menjadi keprihatinan dunia. Dan Indonesia seolah terjebak di sana.
Posisi Indonesia sangat dilematis. Tidak mudah bagi Indonesia untuk bersikap nonblok begitu saja.
Prabowo bukan Presiden bodoh. Banyak hujatan yang ditujukan kepada tindakan Presiden saat masuk ke BOP. Tetapi bisa dilihat betapa sulitnya Indonesia bersikap netral karena banyak kepentingan Indonesia tergantung pada keberadaan Amerika. Banyak hal yang saling mengikat dan akan membuat rakyat sengsara apabila Indonesia jauh dari Amerika. Dan Prabowo harus menghadapi beberapa dilema yang tidak dapat dijelaskan pada rakyatnya.
Sikapnya seolah menjadi inkonsisten. Di satu pihak Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina, tetapi di lain pihak menjadi satu kubu dengan Israel. Begitu dilematis pilihan-pilihan yang harus dilakukan, tetapi Prabowo memang harus melakukan langkah-langkah yang rumit.

Hubungan dengan Tiongkok juga sangat penting bagi Indonesia, namun Prabowo harus benar-benar tepat menempatkan diri sehingga Indonesia dapat bersikap akomodatif bagi kubu yang nampaknya saling berseberangan. Kemampuan diplomasi Indonesia sedang diuji oleh situasi yang tidak menentukan ini.
Akibat Indonesia masuk BOP berdampak pula dengan sikap Indonesia yang juga pernah dekat dengan BRICKS yang dibuat oleh kelompok China dan negara-negara yang menjauh dari dominasi negara adikuasa. Dalam kurun waktu 1,5 tahun Prabowo berkuasa, perkembangan geopolitik sangat pesat. Apalagi dengan situasi pertempuran di Timur Tengah yang makin membuat situasi tidak menentu. Semoga kepiawaian Presiden Prabowo dapat menghadapi carut marutnya dunia saat ini. Permasalahan perang Iran akan berakibat pada ketahanan energi, dan tentu saja berakibat pada ketahanan pangan. Ini ujian luar biasa yang dihadapi bangsa Indonesia. Dan hanya dengan kekompakkan sebagai sebuah bangsa diharapkan Indonesia dapat mengatasi masalah yang sangat pelik ini.
* Penulis adalah Ketua Umum FORMAS (Forum Masyarakat Indonesia Emas), Ketua Umum DPN Vox Point Indonesia dan pemerhati sosial, politik dan kemasyarakatan

























