Buku “Pers Kristiani dan Makna Kehadirannya” Patut Dibaca Jurnalis

34
Celestino Reda (Pemilik Reda Printing dan mantan wartawan Tabloid "Reformata"), salah satu penulis di buku “Pers Kristiani dan Makna Kehadirannya.”

Narwastu.id –  Untuk pertama kalinya, pada akhir 2020 ini, Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) menerbitkan sebuah buku seputar jurnalistik berjudul “Pers Kristiani dan Makna Kehadirannya.” Buku yang diterbitkan PERWAMKI lewat kerjasama dengan Altheras Publishing ini, diluncurkan saat PERWAMKI mensyukuri hari ulang tahun (HUT)-nya ke-17 pada 10 November 2020 di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan. Sebelum peluncuran buku berbobot ini, organisasi pers Kristiani yang berdiri pada 28 Oktober 2003 lalu ini sudah menggelar pelatihan jurnalistik lewat aplikasi Zoom kepada kaum awam dan cendekiawan.

Juga sudah diadakan webinar bertajuk “Persekusi Terhadap Umat Kristen: Mengiba atau Melawan” yang menampilkan narasumber pejuang HAM dari Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos. Nah, dalam buku setebal 216 halaman ini, 10 orang jurnalis senior di PERWAMKI, termasuk seorang Penasihat PERWAMKI serta seorang cendekiawan dan mantan petinggi di Kementerian Pertahanan RI ikut menuangkan pemikirannya seputar eksistensi pers Kristiani serta harapan dan tantangannya.

Ada pun 10 penulis di buku ini, yakni Emanuel Dapa Loka (Pemimpin Redaksi tempusdei.id), Dr. Antonius Natan (Penasihat PERWAMKI), Mayjen TNI (Purn.) Jan Pieter Ate, M.A. (Mantan Direktur Kerjasama Bidang Luar Negeri Kementerian Pertahanan RI dan cendekiawan), Jonro I. Munthe, S.Sos (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU), Celestino Reda (Pemilik Reda Printing dan mantan wartawan Tabloid “Reformata“), Paul Maku Goru, M.M. (Pemimpin Redaksi kitakatolik.com), Stevano Margianto (Ketua Umum DPP PERWAMKI dan Pemred beritarem.com), Agus R. Panjaitan (Sekretaris Umum DPP PERWAMKI dan Pemred Majalah “Spektrum“), Boy Israel Siahaan, M.Th (Ketua DPD PERWAMKI DKI Jakarta) dan Roy Agusta Mantiri (Pemred chronosdaily.com).

Topik-topik tulisan yang diangkat di buku ini antara lain: Tantangan dan Harapan Pers Kristiani di Era Post Truth, Pers Kristen Membangkitkan Harapan di Tengah Pandemi, Fenomena Media Kristen dan Wartawan Masa Kini, Media Kristen di Tengah Gempuran Industri Media, Bermedia Online dengan Taktis dan Cerdas, Pers Kristiani Penjaga Iman dan Rasa Cinta Tanah Air, Pers Kristiani Menjawab Tantangan Zaman dan Peran Media dan Wartawan Kristen di Era Digital.

Di buku ini, ada pula ditulis empat profil Penasihat PERWAMKI dan profil 17 tokoh 2020 Pilihan PERWAMKI yang diberi penghargaan di HUT ke-17 ini. Disajikan dengan bahasa yang mudah dicerna, buku ini patut dibaca jurnalis Kristen atau kaum awam yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai eksistensi jurnalis Kristiani. Dengan terbitnya buku ini, semakin nyata eksistensi PERWAMKI sebagai organisasi profesi pers Kristiani yang punya kader-kader muda intelek, nasionalis, religius, peduli menularkan ilmu dan nilai-nilai kebaikan pada masyarakat. Melalui buku ini, PERWAMKI pun bias membuktikan bahwa kader-kadernya tidak hanya terampil menulis di media masing-masing, tapi bisa juga mereka membagikan ilmu dan pengalamannya melalui tulisan di buku yang layak dijadikan referensi.

Buku adalah sumber ilmu, dan kalau banyak membaca akan dapat banyak ilmu. Sehingga bagi insan yang merasa dirinya jurnalis Kristiani agaknya wajib membaca buku ini agar ilmunya semakin bertambah. Buku ini bisa menolong kita untuk semakin memahami eksistensi media dan jurnalis Kristiani, yang sesungguhnya banyak berbuat bagi kebaikan gereja dan masyarakat. Dan jurnalis pun sesungguhnya adalah profesi mulia, karena tugasnya melayani kepentingan publik sekaligus memuliakan Tuhan. CFJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here