Implementasi Nilai Pancasila dan Ajaran Mpu Tantular dalam Membangun Manajemen Kerja Harmonis

* Oleh: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

18

Narwastu.id – Pancasila bukan hanya dasar negara Indonesia, tetapi juga dapat menjadi pedoman dalam membangun manajemen yang baik di dunia kerja. Sudahkah kita mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila? Mampukah menciptakan lingkungan kerja yang profesional, harmonis, dan produktif? Sebagian akan katakan mudah mengucapkan tetapi sulit dilaksanakan. Lalu apa yang menjadi kendala dalam menerapan nilai-nilai Pancasila, dan manajemen tidak hanya berdampak pada keberhasilan organisasi, tetapi juga pada kesejahteraan.

Diamkah kita? Dan apakah kita hanya menunggu rezeki turun dari Sang Pencipta atau kita mulai mengolah manajemen kita sendiri, sehingga kita mampu kreatif untuk produktif.

Dalam penerapan nilai-nilai Pancasila, manajemen memberikan berbagai dampak positif, setiap sila dalam Pancasila memiliki makna yang relevan dan memberi makna bahwa: Sila ke-1, Ketuhanan yang Maha Esa, pentingnya integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam bekerja. Manajemen yang berlandaskan nilai moral akan mendorong terciptanya budaya kerja yang etis serta tidak memberlakukan praktik yang merugikan perusahaan maupun karyawan. Sila ke-2,  Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, manajemen perlu memperlakukan setiap karyawan secara adil tanpa diskriminasi. Penghargaan terhadap hak, martabat, dan potensi individu akan meningkatkan motivasi kerja serta menciptakan hubungan yang sehat.

Sila ke- 3, Persatuan Indonesia,  keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang di tempat kerja harus menjadi kekuatan perusahaan. Manajemen yang mengedepankan persatuan mampu membangun kerja sama tim yang solid dan mengurangi konflik internal. Sila ke-4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Jadi pentingnya musyawarah dalam pengambilan keputusan. Dalam perusahaan atau organisasi, keterlibatan karyawan dalam memberikan masukan dapat meningkatkan rasa saling memiliki. Sila-5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, prinsip ini dapat diterapkan melalui pembagian tugas yang seimbang, sistem penghargaan yang transparan, serta kesempatan pengembangan karier yang sama bagi seluruh karyawan.

Hal ini akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif dan meningkatkan loyalitas. Lalu bagaimana jika kita melihat salah satu tokoh sastrawan dari pemikiran Mpu Tantular mengenai pentingnya persatuan di tengah keberagaman dapat menjadi inspirasi dalam membangun manajemen yang efektif. Mpu Tantular merupakan tokoh sastrawan terkenal pada masa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14, pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Ia dikenal sebagai penulis karya sastra Jawa kuno yang berisi nilai-nilai moral, toleransi, dan persatuan. Dan karya paling terkenal dari Mpu Tantular adalah Kakawin Sutasoma. Dari kitab inilah berasal semboyan “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa” dan secara umum diartikan sebagai: Berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua.

Pada masa itu, masyarakat Majapahit terdiri dari berbagai kepercayaan dan budaya. Melalui pemikirannya, Mpu Tantular mengajarkan pentingnya hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan. Karena itulah semboyan Bhinneka Tunggal Ika kemudian diadopsi sebagai semboyan resmi Indonesia dan sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom

Melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika, manajemen dapat mengubah keberagaman menjadi kekuatan. Setiap karyawan diberi kesempatan untuk berkontribusi sesuai kemampuan dan keahliannya tanpa memandang perbedaan yang ada. Prinsip ini sejalan dengan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, yang menekankan pentingnya kerja sama dan solidaritas dalam mencapai tujuan bersama. Namun, dalam praktiknya, nilai yang diwariskan oleh Mpu Tantular dapat diwujudkan melalui budaya kerja yang inklusif, komunikasi yang terbuka, serta penghormatan terhadap setiap individu.

Semangat persatuan yang diwariskan oleh Mpu Tantular melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. Ketika nilai tersebut dipadukan dengan prinsip-prinsip Pancasila dalam manajemen, perusahaan/organisasi dapat membangun budaya kerja yang adil, harmonis, dan produktif. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai Pancasila di dunia kerja merupakan bentuk nyata dari warisan pemikiran bangsa yang tetap relevan dari masa ke masa menjadi fondasi penting dalam mewujudkan manajemen yang profesional, berkelanjutan, dan berkarakter Indonesia.

* Penulis adalah dosen ilmu komunikasi di Universitas Mpu Tantular, Jakarta, serta praktisi komunikasi, pendidikan dan media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here