Siapkan Diri Kita Untuk Menghadapi New Normal

21

Narwastu.id – Wabah Covid-19 ternyata mampu melumpuhkan semua sektor dan menimbulkan jutaan orang kehilangan mata pencahariannya. Rupanya hal ini juga dialami oleh Pdt. Matius S. Wibowo yang juga pemilik sebuah perusahaan tekstil di daerah Jawa Tengah. “Situasi saat ini (pandemi Covid-19) hampir di semua bidang, baik usaha maupun pelayanan (rohani) mengalami hal yang benar-benar membuat seperti terhenti. Tanpa tahu kapan bisa kembali pulih. Dengan kata lain wabah itu ibarat sebuah pukulan besar untuk usaha,” ujarnya kepada Majalah NARWASTU.
Virus yang mampu mematikan dan sudah menjadi penyakit dunia itu memang tidak ada yang dapat memprediksi kapan akan berakhir selama vaksin belum diketemukan. Namun, pada kenyataannya hidup harus terus berjalan, termasuk lini bidang kehidupan lainnya. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus hidup berdamai dengan Covid-19 melalui era new normal. Menurut Pdt. Matius S. Wibowo, kita semua harus siap berubah dalam banyak hal. Tidak bisa lagi hanya berpikir setelah normal kita ulangi lagi dengan pola kerja yang lama. Kita harus sudah mulai memikirkan langkah atau jalan yang lebih siap dalam menghadapi situasi yang berubah. “Cara dagang yang berubah, cara bekerja berubah dengan lebih baik, apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini serta ke depannya. Pola hidup juga harus berubah lebih disiplin, sadar benar apa arti kesehatan. Termasuk harus siap dengan perubahan lebih sungguh dalam kerohanian (pelayanan), dan perlunya persekutuan pribadi dengan Tuhan dan lebih mengandalkanNya lagi,” kata pendeta yang sering melayani di berbagai sinode ini.
Kendati demikian, tidak bisa dipungkiri akibat merebaknya Covid-19 ini, perasaan ketakutan dan khawatir sering melanda hampir seluruh umat manusia di dunia ini, tidak terkecuali umat Kristiani. ”Dengan penuh percaya kita harus berani terus melangkah dengan perubahan yang jauh lebih baik. Dengan semakin percaya bahwa Tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kekuatan kita,” imbuhnya. Ia menambahkan, bertindak jauh lebih baik, yakni percaya bahwa bersama Tuhan Yesus kita bisa melakukan hal yang seberat apapun. Tetap semangat dan makin percaya ada Tuhan yang juah lebih besar dari semua masalah.

Untuk dapat mewujudkan hal itu tentu saja dibutuhkan peranan gereja sebagai wakil Allah di dunia dan kesatuan tubuh Kristus. Tentang hal ini Pdt. Matius S. Wibowo mengatakan, seperti apa yang Tuhan ingatkan, tanpa kita saling melengkapi maka akan semakin dekat kita pada kejatuhan. Harus ingat tidak ada apapun yang sempurna selain Tuhan. “Saatnya kita semua sebagai Tubuh Kristus harus sadar, dan kita harus saling bersatu, bergandeng tangan dalam satu tuujuan untuk melakukan Amanat Agung Tuhan,” tukasnya. Selalu ada makna di balik sebuah peristiwa. Tak terkecuali di balik kejadian pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020 lalu hingga sekarang. Bagi Pdt. Matius S. Wibowo sendiri, sebagai hamba Tuhan ia jadikan momen seperti ini untuk sadar tentang siapakah kita. Dan kita harus siap menatap awal semua yang serba baru. Tentang “zaman baru” ia berpendapat kalau semua jauh lebih penting hati yang baru dan tinggalkan yang tidak baik di masa lalu kita. Oleh karena itu, masih menurutnya, umat Kristiani harus siap jadi terang dan garam dunia. Sebelum mengakhiri wawancara dengan Majalah NARWASTU, ia berharap agar situasi ini mau tidak mau kita harus siap pada perubahan yang jauh lebih baik dan lebih siap. BTY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here