Paskah dan Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

* Oleh: Drs. Rio Ririhena

26

Narwastu.id – Di saat dunia sedang bergumul dan berperang melawan pandemi Covid-19, umat Nasrani merayakan Paskah di minggu kedua April 2020 lalu. Dan saat tulisan ini dibuat, umat Muslim baru saja memasuki bulan Ramadhan. Dua momen besar dirayakan dan disambut dalam keprihatinan dunia, saat semua orang harus menjaga jarak dan tetap berada di rumah. Di berbagai negara Paskah dirayakan dengan cara yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Gereja-gereja sepi tanpa aktifitas. Dalam kondisi duka dan lara yang sama, pesan tentang solidaritas digaungkan dari seluruh pelosok dunia oleh para pemimpin gereja. Jemaat diminta untuk beribadah di rumah dan menjaga kesehatan.

Hal yang sama juga dialami saudara-saudara kita yang beragama Muslim. Mereka pun diimbau untuk tidak melakukan sahur on the road maupun buka puasa bersama selama bulan Ramadhan ini. Sholat Tarawih juga diimbau untuk dilakukan hanya bersama keluarga di rumah masing-masing. Umat Muslim diajak salah satunya di bulan Ramadhan kali ini untuk lebih memperhatikan dan peduli akan tetangga masing-masing.

Semua pembatasan aktivitas keagamaan ini dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk menekan laju penyebaran virus yang mematikan tersebut. Sebagai umat beragama mungkin saja ada rasa ketidaknyamanan menjalani semuanya itu. Tapi saat kita sadar bahwa ada tujuan baik dan juga mulia di balik semuanya itu, kita pun legowo dan tetap bersukacita menjalaninya.

Saat Paskah kemarin, saya banyak menerima ucapan selamat dari teman-teman Muslim melalui pesan WhatApp (WA). Ada yang berbeda dari ucapan-ucapan tersebut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain memberikan ucapan selamat Paskah, mereka juga menambahkan pesan: “Semoga Tuhan memberi kesehatan kepada kita semua dan wabah ini dapat segera berlalu.” Dan pesan bernada sama pun saya sampaikan kepada teman-teman Muslim saat mereka akan memasuki bulan Ramadhan.

Ada harapan bersama sebagai umat manusia di tengah kondisi saat ini, bahwa kita tanpa terkecuali membutuhkan kasih dan kemurahan Tuhan. Fakta membuktikan bahwa virus ini telah merenggut nyawa ribuan orang di dunia dalam waktu sekejap, tanpa memandang status sosial, profesi, usia, dan juga agama. Bahkan efek domino yang kemudian ditimbulkannya juga berdampak kepada perekonomian, sosial, dan budaya. Angka pengangguran tiba-tiba melonjak karena terjadi PHK di mana-mana. Dan berbagai dampak nyata yang terjadi, bukan saja di negeri kita tapi juga di seluruh dunia.

Bersama kita berseru dalam doa-doa kita, memohon pertolongan Tuhan yang Rahim, Allah yang berkuasa. Biarlah kuasa kebangkitan Kristus yang diperingati lewat Paskah yang baru saja kita rayakan, memampukan kita juga untuk bertahan dan juga bangkit sebagai pemenang melewati masa-masa sulit ini. Karena dengan iman kita percaya bahwa rancangan Tuhan selalu baik bagi kita dan semua akan menjadi indah pada waktunya. Semangat yang sama pun juga kiranya dimiliki oleh saudara-saudara Muslim. Melewati bulan Ramadhan, kiranya amal ibadah yang dilakukan akan memberikan keyakinan kepada mereka untuk juga tegar melewati kondisi saat ini.

Kita yakin bahwa bersama sebagai bangsa kita akan melewati semuanya dengan rasa solidaritas, semangat gotong royong dan persatuan yang tinggi. Ujian ini akan kita lewati saat kita dapat saling menghargai, saling peduli, saling menolong, dan saling mendukung. Allah menolong dan memberkati Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here