
Narwastu.id – Perayaan Natal Nasional 2025 sukses digelar. Acara yang mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga (Matius 1:21-24)” diselenggarakan di Gedung Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026. Perayaan Natal dibuka dengan kisah tentang nubuatan kedatangan Kristus yang dilanjutkan dengan saat teduh bersama diiringi instrumen Amazing Grace oleh Harmony Orchestra, yang membuat suasana terasa syahdu. Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia/PGI) didapuk untuk membuka perayaan Natal Nasional 2025 dengan doa. Lagu “Mari Kita Sambut Sang Raja, Nyanyi Glory” dan “Dari Pulau dan Benua” membuat semarak perayaan Natal tersebut.
Dan umat yang datang dalam perayaan Natal tersebut diperkirakan berjumlah 3.000 orang, terdiri dari anak sekolah minggu (500 anak Kristen/Katolik), guru sekolah minggu (500 orang Kristen/Katolik), koster gereja (500 orang Kristen/Katolik), anggota paduan suara (400 orang Kristen/Katolik), anak yatim piatu (500 anak Kristen/Katolik), penyandang disabilitas (100 orang Kristen/Katolik) serta tamu undangan lainnya. Mereka pun nampak kagum ketika melihat pohon Natal setinggi delapan meter yang terbuat dari aneka buah-buahan yang disusun dengan rapi. Aneka buah tersebut berasal dari para petani Indonesia. Belum lagi, umat yang datang juga dimanjakan oleh berbagai kuliner cita rasa nusantara dengan memberdayakan UMKM yang ada. Semuanya sesuai dengan amanat Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto agar Natal Nasional 2025 dikemas secara sederhana dan berdampak untuk Indonesia.


Sebelum mendengarkan kebenaran Firman Tuhan, penyalaan lilin dilakukan oleh Maruarar Sirait (Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025), Raymond Simamora (Sekretaris Umum Panitia), Simon Mantiri (Bendahara Umum Panitia), Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Ketua Umum PGI), Mgr. Adrianus Sunarko, OFM (Sekjen KWI), Pdt. Jason Balompapueng (Ketua Umum PGPI), Pdt. Tommy O. Lengkong (Ketua Umum PGLII), Pdt. Rendy A. Chuang (Ketua Umum Baptis), Pdt. Sonny Situmorang (GMAHK), Kolonel Hosea Makagiantang (Ketua Umum Bala Keselamatan) dan Presbiter Jimmy Yakobus (Ketua Umum Gereja Orthodoks).
Melalui khotbah singkat yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Jason Balompapueng, M.Th tentang Allah yang hadir untuk menyelamatkan keluarga (Matius 1:21-24) dikatakan, Yesus hadir untuk menyelamatkan keluarga (Yusuf dan Maria). Dia rela mengorbankan diri dan tinggalkan surga dan hal itu menjadi peristiwa yang ajaib. Kendati Yesus disingkirkan karena mau dibunuh serta penolakan yang terjadi. Tapi, Yesus hadir untuk Indonesia. “Dia bertahta di atas puji-pujian umatNya. Dia ada untuk umat di Indonesia teristimewa di atas kesesakan, Dia tahu dan mengerti,” ucapnya.

Perayaan Natal 2025 yang dipandu oleh Abraham Silaban dan Priscillia Ester Waworuntu ini juga menampilkan kemerduan suara dari Universitas Parahyangan Choir. Tak lupa juga doa syukur dan doa bagi bangsa dipanjatkan oleh para pemimpin aras gereja, yakni Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, Pdt. Sony Situmorang, Kolonel Hosea Makagiantang, Presbiter Yakobus Jimmy S. Mboe dan Pdt. Lukas Jethrokusumo, S. Setelah itu, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, dan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka beserta para menteri Kabinet Merah Putih, duta besar, tokoh ormas dan pimpinan agama sudah hadir dalam acara tersebut.
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, yang didapuk sebagai Ketua Umum Panitia Natal 2025, di acara tersebut melaporkan berbagai kegiatan Natal yang dilakukan panitia, seperti memberikan bantuan paket sembako (termasuk bagi korban bencana Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Timur), pengadaan mobil ambulance, memberi beasiswa, renovasi gereja serta pembangunan dua jembatan di Papua. “Natal Nasional 2025 kami persembahkan sebagai Natal yang hidup dan bekerja di tengah masyarakat. Ketika keluarga dikuatkan, yang lemah dipedulikan dan yang terdampak dibangkitkan harapannya. “Di situlah kasih Tuhan hadir. Inilah Natal yang kami hidupi bersama, sederhana dalam pelaksanaan, namun berdampak luas bagi Indonesia,” tegas Maruarar Sirait, putra tokoh nasional almarhum Sabam Sirait itu.

Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. dalam kata sambutannya menuturkan, perayaan Natal Nasional 2025 menjadi sangat istimewa karena dihadiri langsung Presiden RI dan hal ini juga menjadi tanda nyata bahwa perhatian dan komitmen negara terhadap kehidupan keagamaan di Indonesia untuk bersama umat beragama merawat kerukunan serta menempatkan nilai-nilai spritual dan kemanusian sebagai pondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Menariknya, di sela-sela perayaan tersebut juga ditampilkan teatrikal Natal yang dipersembahkan oleh PGI dan KWI.
Pdt. Jacklevyn F. Manuputty (Ketua Umum PGI) menegaskan dalam kata sambutannya, Natal bukan sekadar deklarasi iman, tapi juga pernyataan tanggung jawab kebangsaan dan keluarga-keluarga kristen.
Keluarga, imbuhnya, bukan sekadar unit administratif dalam struktur sosial. Keluarga adalah sekolah pertama pembentukan karakter, laboraturium nilai, dan wadah inkubasi moralitas yang menentukan kualitas masyarakat. Nilai-nilai seperti toleransi, solidaritas, keadilan dan gotong royong tidak muncul begitu saja. Semuanya berakar dari pengalaman hidup dalam keluarga. Karena itu, ketahanan keluarga bukan hanya isu domestik, melainkan isu strategis dalam pembangunan bangsa. “Melalui perayaan Natal, kami mengajak keluarga-keluarga Kristiani untuk mengalami kehadiran Allah dan memulihkan kembali relasi dengan Allah dan sesama serta ciptaan lainnya, sebagaimana telah diteladankan oleh keluarga kudus di Nazareth. Termasuk mengajak keluarga-keluarga Kristen, gereja dan lembaga keumatan untuk terus mengonsolidasi dukungan dan bantuan kepada keluarga-keluarga yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pulau Jawa, Papua dan berbagai wilayah lainnya. Karena dalam kehidupan keluarga bangsa Indonesia itu guyup. Dan ketika salah satu anggota tubuh terluka, maka seluruh tubuh akan menderita,” ucapnya lantang.


Di ujung perayaan Natal, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. “Di bumi nusantara, agama yang berbeda-beda tetapi kita bersatu dan hidup sebagai satu bangsa, satu nusa dan satu bahasa. Dengan niat yang sama, yaitu meraih kehidupan yang baik bersama,” katanya semangat. Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mensyukuri kondisi bangsa yang tetap damai di tengah dinamika global. “Bahwa sesungguhnya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan gejolak perang di mana-mana, kita harus bersyukur bahwa bangsa kita sampai hari ini mengalami keadaan damai,” lanjutnya.
Sebelum acara berakhir ditampilkan 400 orang paduan suara Kristen dan Katolik. Kemudian dilanjutkan dengan beragam hiburan, yang dinyanyikan oleh para penyanyi daerah, seperti Juwita Vivera, Anggi Simatupang, Natasia, Kaka Yauw, Yochen Amos dan Lolong Bersaudara. BTY

























