Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) Regional DKI-1 mengadakan Regional Voice Gathering di Resto Angke MOI, Jakarta Utara, pada Kamis, 8 Mei 2025. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa pembuka dan makan malam. Sebelum memasuki pokok acara, para undangan yang hadir diajak untuk memuji Tuhan. Terlihat dengan jelas dari wajah yang datang penuh sukacita. Maklumlah, acara yang rutin diadakan tiap tahun itu memang sejak lama telah dinantikan, baik oleh para pembaca setia maupun yang aktif menyebarkan Majalah “Voice” yang dinilai sebagai perwujudan dari program nasional FGBMFI, yakni Akselerasi – Level Up.

Dalie Sutanto selaku National President FGBMFI dalam sambutannya mengatakan, berkumpulnya para anggota FGBMFI pada malam itu bukan untuk sekadar makan enak, tetapi untuk menghidupi kembali kesaksian dan pelayanan lewat Voice Magazine. “Menyalakan kembali api panggilan dan mendukung alat kesaksian Voice untuk menjangkau dunia market place. Pada kesempatan yang baik ini saya sebagai National President FGBMFI mengajak kita semua, ayo dukung Voice. Dukung Voice Magazine, beli, baca, dan bagikan. Jadikan ini alat kesaksian kita untuk membawa terang Kristus di tengah dunia yang haus harapan,” kata Dalie Sutanto semangat.
Semangat menjalankan Amanat Agung rupanya juga dilakukan oleh Tan Sriadi Sudono yang bercerita bagaimana dirinya kerap membagi-bagikan Voice untuk menjangkau banyak jiwa. 
“Saya selalu membawa Majalah Voice untuk dibagikan. Misalnya, setelah makan di restoran ditaruh saja di situ, siapa tahu ada yang mengambil dan membacanya. Yang penting kita ikut berperan untuk menjangkau jiwa,” ujar Tan Sriadi Sudono. Yang tak kalah menarik ada pula Tommy Sulaiman yang membagikan kesaksian tentang istri tercinta yang sempat koma akibat pendarahan di otak. “Saat itu tidak ada jalan lain, akhirnya data kami bawa ke Rumah Sakit Siloam Karawaci dan bertemu dengan Prof. dr. Eka Julianta Wahjoepramono. Akhirnya istri saya menjalani operasi karena ada tumor di batang otak (bukan cuma pendarahan). Sepuluh jam sudah sadar, padahal katanya satu sampai dua hari. Dokter mengatakan, ini adalah mukjizat. Dan sudah enam tahun tidak perlu lagi minum obat,” terangnya.
Andreas Nawawi yang didapuk untuk menyampaikan khotbah yang terambil dari 1 Samuel 11:7, ”Diambilnyalah sepasang lembu dipotong-potongnya, lalu potongan itu dikirimkannya ke seluruh daerah Israel dengan perantaraan utusan, pesannya: Siapa yang tidak maju mengikuti Saul dan mengikuti Samuel, lembu-lembunya akan diperlakukan juga demikian. Lalu Tuhan mendatangkan ketakutan kepada bangsa itu, sehingga majulah mereka serentak.” Menurut pria yang telah aktif di FGBMFI sejak lama itu mengatakan, seringkali manusia berusaha tapi selalu gagal kalau mengandalkan kekuatannya. Jadi dengan kata lain akan selalu gagal, kalau tidak ada campur tangan Tuhan. 
“Kenapa pada hari ini susah diberkati Tuhan? Saya tidak punya metode tertentu, tapi Tuhan tolong saya. Hal itu dikatakan dalam Yosua 1:8. Satu-satunya cara untuk membawa jiwa kepada Kristus lewat Voice. Dan jika ingin level up atau next level ikutlah cara Tuhan. Maka jangan pernah lakukan yang Tuhan tidak pernah suruh dan pakailah mulut ini untuk menjadi saksi Kristus. Sebab kalau kita memperkatakan hal-hal negatif, maka kita sedang mengizinkan panah iblis tertuju pada kita. Jadilah saksi Kristus,” tegasnya di akhir khotbah. Tidak terasa sampailah pada puncak acara, yakni pernyerahan Voice Award 2025 sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan dedikasi kepada pelanggan setia Majalah Voice dalam 3 M, yaitu membeli, membaca dan membagikan. 
Selain itu, diluncurkan logo Voice terbaru sebagai simbol semangat baru dan arah baru dalam menyajikan konten yang berkualitas serta relevan sesuai kebutuhan pembaca, bahkan menjadi salah satu pelayanan dalam mengenalkan FGBMFI.
Acara tersebut juga menjadi momen penting untuk peluncuran perdana portal berita majalahvoicenews.com. “Sekarang kita sedang menuju website portal berita dalam bentuk seperti Voice. Jadi Voicenya nanti yang lama-lama tahun 1985 sekarang sudah 160 edisi. Komitmen kita bahwa Majalah Voice harus tetap dicetak karena dari Founder kita Demos Zachariah dalam perjalanan FGBMFI itu sendiri sampai sekarang hidup karena Majalah Voice. Karena kita, kan, para pengusaha mungkin untuk ngomong itu susah hanya bisa membagikan Majalah Voice. Saya sendiri kenal FGBMFI dari Majalah Voice, ada orang yang mengirimkannya,” terang Ferry Gregorius sebagai National Voice Director.

Regional Voice Gathering FGBMFI Regional DKI-1 diharapkan mampu menjadi wadah bagi para pecinta dan pembaca Majalah Voice untuk berkumpul, berbagi ide serta membangun komunitas yang solid. Di pengujung acara ditutup dengan pembagian doorprize dengan berbagai hadiah yang sangat menarik mulai dari setrika, rice cooker sampai dengan televisi 50 inc. BTY

























