
Setelah sukses menggelar dua webinar nasional dalam semester genap, panitia mata kuliah Antropologi menutup rangkaian kegiatan dengan aksi sosial di Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala, Jakarta Timur, pada Sabtu, 10 Mei 2025. Kegiatan ini melibatkan partisipasi dosen, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular, Jakarta Timur, dan pihak manajemen Yayasan Rawinala. Ketua Pelaksana Irwan Nazri, menyampaikan, bakti sosial ini merupakan puncak dari rangkaian acara yang sebelumnya diawali dengan dua webinar nasional. “Aksi ini menanamkan nilai kepedulian dan kebaikan yang mendalam terhadap sesama,” ucapnya penuh makna.

Panitia membuka acara dengan doa oleh Arfian D. Septiandri dan diakhiri doa oleh Sutan Oloan Simanungkalit, serta dipandu Nur Wahyuni Tuasamu. Kreatifitas mahasiswa dalam mengemas acara sampai ke publikasi media sosial sungguh membanggakan. Pasalnya, ada tim desain, teknologi, dan humas yang saling berkoordinasi dengan yayasan, Tri Rahmini Siwi Utami. Makanya disampaikan “Tak kebetulan kalau tempat ini boleh jadi tempat untuk menerima donasi untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ujarnya dengan tulus.
Sekadar tahu, webinar pertama diselenggarakan pada 24 Maret 2025 dengan mengangkat tema “Perkembangan Teknologi Digital dalam Dinamika Humaniora.” Acara ini mendapat respons positif, dan dibahas pengaruh teknologi digital yang pesat terhadap berbagai aspek humaniora, termasuk transformasi metode penelitian serta dampaknya terhadap praktik budaya dan sosial. Selanjutnya, pada 20 April 2025, webinar nasional kedua dengan tema “Masyarakat Hukum Adat dan Hak Asasi Manusia Pasca Indonesia Merdeka.” Diskusi itu menyoroti posisi serta tantangan masyarakat hukum adat dalam konteks hak asasi manusia di era setelah kemerdekaan Indonesia. Sekitar 200 peserta dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Manado, Jawa Tengah, dan Jambi turut serta berdiskusi melalui Zoom, bahkan ada yang mengikuti dari Malaysia.
Kedua webinar itu menjadi sarana penting untuk bertukar ide, memperluas wawasan, dan membangun jejaring antarakademisi, praktisi, dan kaum awam yang memiliki minat terhadap isu-isu tersebut. Sementara itu, donasi yang dihimpun oleh panitia disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Dan ini mencerminkan kepedulian sosial dari para mahasiswa. Salah satu peserta webinar menyampaikan rasa harunya bisa ikut berdonasi, “Siapa sangka, meskipun kecil, sumbangan ini bisa menjadi berkah bagi saudara-saudara kita.” 
Dalam wawancara melalui sambungan telepon, Dekan Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular, Dr. Suyud Margono, S.H., M.Hum., FCIArb., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam kegiatan sosial ini. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sosial. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari pembentukan karakter mahasiswa, yang tak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki empati sosial.
Elsih Hastari, perwakilan dari manajemen Yayasan Rawinala, turut menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan dari Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular. Sementara itu, Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom, dosen dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular, menerangkan, kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Menurut kolomnis Majalah NARWASTU dan pemerhati sosial kemasyarakatan itu, ini adalah bentuk pendidikan empati dan solidaritas dalam dunia akademik. Ia berharap kunjungan ini memberikan manfaat bagi anak-anak di Rawinala, sekaligus menjadi pengalaman berarti bagi para mahasiswa. Serepina pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh panitia, yang dilakukan dengan penuh ketulusan dan semangat berbagi.

Hasil dari kegiatan ini tampak jelas dari senyum bahagia yang terpancar di wajah para siswa Yayasan Rawinala. Mereka menyambut kedatangan rombongan dengan nyanyian dan karya kreatif mereka. Dengan bimbingan dari Serepina Tiur Maida, kegiatan tersebut berlangsung penuh kegembiraan. Salah satu panitia menuturkan, momen itu sangat menyentuh hati mereka. Menariknya, kunjungan ini bertepatan dengan perayaan hari jadi ke-52 tahun Yayasan Rawinala. Kedatangan rombongan dianggap sebagai hadiah istimewa. Sementara bagi para peserta, senyum anak-anak Rawinala menjadi anugerah tak ternilai. Elsih menyampaikan, “Di sinilah mereka belajar dan tumbuh. Yayasan ini adalah rumah kami dan lembaga pendidikan dan sosial yang diakui oleh pemerintah.”
Serepina, dosen yang akrab memanggil mahasiswanya dengan sebutan, “Nak” menutup kegiatan dengan pesan menyentuh, “Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi buah yang manis bagi kita di masa depan.” Ungkapan tersebut menggambarkan harapannya akan nilai kebaikan yang terus berbuah dalam kehidupan para mahasiswa. Bangga menjadi bagian dari fakultas hukum universitas mpu tantular. STH






















