Geger Ramalan Nasib Manusia

* Oleh: Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A.

53

Narwastu.id – Belum lama ini, media massa Indonesia mengangkat satu kasus yang menggegerkan, yakni ramalan terkait nasib (buruk) manusia. Mari kita ingat kembali salah satu informasi tersebut dalam cuplikan berita di bawah ini. Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalannya pada Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Itulah berita dari CNNIndonesia.com, Jumat (15 Januari 2021). Pelaporan itu, kata dia, dilakukan karena pernyataan Mbak You dinilai mengandung provokasi dan hasutan. Sebelumnya sebuah video berisi ramalan Mbak You beredar di media sosial. Dalam video itu, Mbak You meramalkan pada 2021 akan ada konflik dan kejahatan serta penjarahan.

“Penjarahan besar, politik memanas dan ada bahasa yang mungkin yang secara politik mungkin pergantian presiden. Sudah ada tanda dari daerah ke atas, sudah mulai memanas semuanya,” kata dia. Informasi di atas, telah membuat geger rakyat Indonesia. Namun “ajaib” pada akhirnya ada klarifikasi. Peramal bernama Mbak You mengaku tak pernah bicara bakal ada pergantian presiden pada 2021. Mbak You mengklarifikasi berita yang berkembang bahwa dirinya pernah menyebut bakal ada pergantian presiden di tahun 2021. Dia membantah hal itu. Dijelaskannya bahwa pergantian presiden yang dia maksud bukan berarti akan terjadi di 2021, melainkan 2024.

Dia mengaku hanya melihat kemungkinan tensi politik memanas dan ada kocok ulang kabinet pada 2021. Dia lalu menyesalkan pihak-pihak yang memelintir ucapannya hingga menjadi perbincangan publik.

Mengapa geger? Karena ramalan yang pada akhirnya diklarifikasi itu, menyangkut hal yang sangat sensitif dan keamanan/kestabilan negara. Jelaslah, kita tahu saat ini Indonesia sedang banyak problema, dimulai dari pandemi Covid-19, gangguan kaum radikal dan intoleransi, problema keuangan/ekonomi, dan lain-lain. Nah, biarlah kasus di atas diurus oleh yang terlibat saja. Bagaimana kelanjutannya kita lihat saja nanti.

Baiklah, pada tulisan ini saya membahas satu aspek khusus saja. Dengan uraian dan analisanya. Mari kita jujur, paling tidak saat dulu kita masih kecil dan remaja, banyak di antara kita senang membaca ramalan bintang/horoskop yang tertera di media massa. Kalau yang bagus-bagus ramalannya senanglah hati ini. Bila ramalannya yang buruk-buruk, mulai galau dan takutlah hati ini. Semua situasi itu terjadi karena kita belum dewasa dan wawasan pengetahuan kita belum luas, dan satu hal lagi yakni aspek kerohanian dalam hidup kita belum banyak dan dalam. Namun, seiring perjalanan hidup ke depan, kita semakin tahu mana yang tidak berkenan dan mana yang berkenan bagi Tuhan. Tentu, semua itu didapat dari kebenaran firman Tuhan.

Contoh fakta, ada yang masih ingat kasus surat berantai? Dulu sangat top kasus surat berantai “Undian Harapan”. Yang bila kita teruskan surat itu maka kita akan senang, tenang, dan akan dapat hadiah uang dari undian itu. Bila tidak kita teruskan/kirimkan  maka kita akan dapat celaka. Nah, saya pribadi tidak pernah mau mengikuti “aturan” yang menakutkan itu. Saya hanya berdoa pada Tuhan untuk mohon terus perlindungan-Nya dan percaya penuh pada pemeliharaan-Nya terhadap hidup saya ke depan.

Lalu bagaimana tentang ramalan oleh manusia? Memang ada kita kenal jenis “ramalan cuaca” misalnya, tentu ini sudah dengan perhitungan khusus/ilmiah. Dan bisa saja hasilnya meleset. Namun, ada juga ramalan di luar hal tadi yang hanya si peramal saja yang tahu berdasarkan apa dan dengan cara apa (yang mungkin saja sangat dirahasiakannya) dia menghasilkan ramalannya. Itulah situasi/kondisi yang ada di dunia saat ini.

Saya pribadi menyikapi semua itu dengan memandang dan memegang firman Tuhan saja dengan tetap waspada dan berhikmat. Di dalam Ulangan 18:15 (TB) ada tertulis: Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Benarlah, umat Allah harus taat kepada Allah saja. Alkitab secara jelas merujuk kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya fokus iman yang benar. Kita tahu bahwa hanya Dia yang akan mengarahkan jalan kehidupan kita. Iman-percaya yang tidak ditujukan kepada Allah merupakan sebuah kesalahan.

Sebagai orang Kristen, kita membaca Alkitab dan berdoa kepada Allah untuk mendapatkan hikmat dan bimbingan.

Di dalam Amsal 3:5-6 (TB) ada tertulis: Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

 

* Penulis adalah rohaniwan, akademisi, jurnalis senior dan anggota pengurus FORKOM NARWASTU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here