Inikah Tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU yang Bakal Memimpin HKBP?

285
Pdt. Dr. Robinson Butarbutar (kiri) dan Pdt. Dr. Victor Tinambunan (kanan) bersama tokoh nasionalis Dr. Jimly Assidiqie (tengah) dalam sebuah acara.

Narwastu.id – Sinode Godang (Kongres atau munas) ke-65 Sinode HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) yang akan digelar pada Desember 2020 di Sipoholon, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, kini menjadi perhatian anggota jemaat HKBP dan sejumlah pimpinan gereja di Tanah Air. Pasalnya, HKBP adalah gereja terbesar di Indonesia, bahkan di Asia. Sinode HKBP pun termasuk ormas agama terbesar di Indonesia setelah NU dan Muhammadiyah. Dan sejak dulu banyak orang berpengaruh di negeri ini, baik yang duduk di eksekutif, legislatif maupun yudikatif yang berasal dari HKBP. Dan di Sinode Godang ke-65 akan dipilih pucuk pimpinan baru, setelah masa jabatan Pdt. Dr. Darwin Tobing dan Pdt. David Sibuea, M.Th sebagai Ephorus dan Sekjen HKBP berakhir.

Dan menjelang Sinode Godang ke-65 ini telah muncul sejumlah calon ephorus dan sekjen, seperti Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, Pdt. Banner Siburian, M.Th dan beberapa nama lagi. Dan yang menarik dari perhelatan Sinode Godang ke-65 ini, ada tiga figur calon yang pernah masuk dalam jajaran “Tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU”, yakni Pdt. Robinson Butarbutar (Termasuk dalam 21 Tokoh Kristiani 2017), Pdt. Banner Siburian (Termasuk dalam 21 Tokoh Kristiani 2018) dan terakhir Pdt. Victor Tinambunan, kini masuk dalam jajaran “21 Tokoh Kristiani 2020 Pilihan NARWASTU.”

Pdt. Banner Siburian, M.Th (kanan) saat berkunjung pada 18 Agustus 2019 lalu bersama Ephorus Emeritus HKBP yang juga anggota DPD-RI, Pdt. DR. WTP Simarmata, M.A. ke kantor Majalah NARWASTU di Jakarta.

Kepada pers di Jakarta, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos baru-baru ini menerangkan, kriteria untuk menempatkan seseorang itu jadi tokoh pilihan NARWASTU, antara lain figur tersebut mesti pernah dipublikasikan NARWASTU, nasionalis, mampu menginspirasi, Pancasilais, punya gagasan atau pemikiran yang inovatif, genial bahkan kontroversial. “Figurnya mesti pernah jadi perbincangan jemaat, muncul di media massa atau media sosial (Medsos). Jadi setiap tahun lebih dari 100 figur kami seleksi untuk kemudian dipilih untuk masuk dalam 21 tokoh Kristiani. Untuk tokoh dari HKBP misalnya, kami sering menanyakan pendapat tokoh-tokoh senior di HKBP atau wartawan Batak (Kristen) tentang seseorang figur sebelum ditokohkan. Karena, bagi kami, masukan dari teman-teman media amat penting supaya makin jelas jejak rekam yang bersangkutan,” ucap Jonro Munthe yang merupakan peraih penghargaan sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 dari Majelis Pers Indonesia (MPI)” dan lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta serta alumni Lembaga Pendidikan Pers Doktor Soepomo (LPPDS) Jakarta.

Tradisi Majalah NARWASTU memberi penghargaan pada tokoh-tokoh Kristiani sebenarnya sudah dimulai sejak 1999 lalu, saat era Reformasi mulai bergulir. “Saya terinspirasi dulu dari majalah nasional terkenal TEMPO yang sering memilih tokoh setiap akhir tahun. Namun pemberian penghargaan berupa pigura kepada tokoh Kristiani pilihan NARWASTU baru kami mulai pada 2007 lalu,” ujar anggota jemaat Gereja GPIB yang sering diundang sebagai pembicara dan moderator untuk diskusi atau seminar seputar sosial politik, kemasyarakatan, gereja dan media itu.

Dr. Jose T.P. Silitonga, S.H., M.A., M.Pdk. (kanan), pejuang HAM dari HKBP, advokat senior dan Doktor Ilmu Pemerintahan dari IPDN Bandung, termasuk dalam “20 Tokoh Kristiani 2007 Pilihan NARWASTU,” dalam sebuah kesempatan bersama Ephorus Emeritus HKBP, Pdt. J.R. Hutauruk (kiri).

Jonro menerangkan, tokoh-tokoh dari HKBP yang pernah masuk dalam jajaran tokoh Kristiani pilihan NARWASTU antara lain, Pdt. Palti Panjaitan saat berjuang untuk HKBP Filadelfia Bekasi, Pdt. Luspida Simanjuntak ketika berjuang di HKBP Ciketing Bekasi, Pdt. DR. WTP Simarmata, M.A. (Saat masih Ephorus HKBP), Dr. H.P. Panggabean, S.H., M.S. (Tokoh masyarakat Batak dan mantan Hakim Agung MA-RI yang saat menjabat hakim banyak membantu pendirian gereja HKBP di sejumlah daerah), Dr. Jose T.P. Silitonga, S.H., M.A., M.Pdk (Advokat, aktivis HAM dan Ketua Forum Peduli Jemaat HKBP), Edwin P. Situmorang, S.H., M.H. (Tokoh nasional saat menjadi Ketua Umum Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP pada 2011), Pdt. Gomar Gultom, M.Th (Saat masih Sekretaris Umum PGI, dan kini Ketua Umum PGI), Drs. Nikson Nababan, M.Si (Bupati Tapanuli Utara), Sahala Panggabean, MBA (Presiden Komisaris Nasari Group yang pernah jadi sintua HKBP di Semarang), dan St. Hardy Tobing (Pernah jadi bendahara HKBP Kebayoran Lama, Jakarta).

Nah, kembali pada Sinode Godang ke-65, jika dicermati jejak rekam calon yang tampil, sejumlah kalangan menyebut cukup ideal jika Pdt. Robinson Butarbutar dan Pdt. Victor Tinambunan disandingkan menjadi Ephorus dan Sekjen HKBP. Pasalnya, keduanya selain sudah teruji kiprahnya sebagai doktor teologi, punya kemampuan manajerial, punya jiwa kepemimpinan (leadership), akademisi, punya jaringan internasional yang cukup baik, merakyat di kalangan jemaat HKBP juga keduanya visioner atau punya pandangan jauh ke depan guna membangun HKBP. Pdt. Jarudin Panjaitan, S.Th, M.M. dari Gereja HKBP Kelapa Gading, Jakarta Utara, saat berkunjung ke kantor Majalah NARWASTU di Jakarta, baru-baru ini, dengan senyum mengatakan, “Victoria itu artinya menang. Jadi doa dan harapan kita, Pdt. Victor Tinambunan kiranya bisa menang dan terpilih jadi Sekjen HKBP.”

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos saat diwawancarai wartawan TV, online dan media cetak di Jakarta pada awal Januari 2019 seusai memberi penghargaan pada “21 Tokoh Kristiani 2018.”

Saat ini, para calon Ephorus dan Sekjen HKBP selalu berusaha menampilkan keunggulan dari calonnya, baik di media sosial maupun di media massa. Namun di atas semuanya itu kiranya kehendak Tuhan sajalah yang terjadi di Sinode Godang ke-65 HKBP. “Kalau tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU yang terpilih jadi Ephorus dan Sekjen HKBP, itu bagus. Yang pasti pemimpin HKBP kita harapkan bisa ikut menyikapi keadaan di tengah bangsa kita saat ini. Sekarang kita berhadapan dengan krisis ekonomi, pandemi Covid-19, bahaya intoleran dan teroris, bahaya narkoba, bencana alam dan berita hoax, yang bisa memicu ketegangan di masyarakat. Pemimpin gereja ke depan mesti bisa menyikapi ini, tentu bersinergi dengan para pimpinan gereja lain, pimpinan gereja aras nasional seperti PGI, serta bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah dan pimpinan ormas agama lainnya,” ujar Jonro Munthe saat ditanya wartawan harapannya pada tokoh Kristiani pilihan NARWASTU yang kini tampil jadi calon pimpinan HKBP. GF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here