Natal di Era Covid-19

* Oleh: Dr. Eliezer H. Hardjo, Ph.D

444
Penulis dan istri tercinta.

Narwastu.id – Natal tahun 2020, berbeda dengan Natal tahun-tahun sebelumnya, oleh karena diliputi keprihatinan dan ketidakpastian bagi sebagian gereja dan pribadi. Di tahun-tahun sebelumnya Natal menggambarkan sukacita dan kesibukan luar biasa, dengan ornamen atau pernak-pernik dan hadiah, souvenir Natal yang memenuhi semua toko-toko yang berada di mall-mall. Dan biasanya pohon Natal beberapa bulan sebelumnya pun sudah mulai bercokol dan masing-masing berlomba untuk membuat yang tinggi, megah dan gemerlap untuk menarik atau menyedot perhatian pengunjung. Lagu-lagu Natal berkumandang seperti lagu “Jingle Bell” atau “Dari Pulau dan Benua.” Dan hati kitapun berbunga-bunga.

Namun Natal tahun 2020 ini jelas agak berbeda, karena pengunjung mall akan sangat berkurang, demikian pula dengan kebaktian-kebaktian dan perayaan Natal yang diadakan baik di gereja maupun di lingkungan dan komunitas di mana kita berada. Covid-19 telah mengubah keadaan dan tatanan kehidupan, sekalipun di sebagian negara mulai “cuek” dan mencoba untuk hidup normal melawan tiga jurus pamungkas yang masih dikumandangkan termasuk di negeri kita: Pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan, serta untuk sebagian orang stay at home, work from home (WFH). Kita bisa saja menantang dan tidak mempedulikannya, namun kematian begitu banyak orang di seluruh dunia termasuk di negeri kita adalah risiko yang jika mengena diri kita, maka tidak ada lagi hari esok. Menyesal terlambat, kita check out dari dunia ini meninggalkan kesedihan bagi keluarga kita.

The show must go on kita sering mengatakannya. Pilihan untuk kita bergerak bebas atau mengekang diri. Itupun bisa salah dan berisiko. Dengan berdiam diri bukannya tidak berisiko, bisa timbul mental stres, kebosanan dan kejenuhan yang bisa membuat kita frustrasi dan sebagian tidak dapat lagi menahannya. Begini salah, begitu salah. Pertanyaan berikutnya, apakah salah jika kita merencanakan apa yang kita ingin dan akan perbuat dalam menyambut Natal tahun 2020 ini? Rasanya tidak. Namun kita perlu senantiasa sadar diri melihat keterbatasan kita sebagai manusia, walaupun sebagian melupakan hakikat keterbatasan kita. Dua ayat Firman Tuhan ini semoga mengingatkan kita: Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya” (Amsal 16: 9) dan “Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka” (1 Korintus 3: 20).

Tuhan dalam kedaulatannya dapat mengubah segala rencana atau rancangan manusia, baik yang terpikir bagus dan baik oleh manusia itu, maupun yang jahat. Kita melihat sejenak ke belakang di Perjanjian Lama, zaman Nabi Nuh (Kejadian 6-9). Tuhan menurunkan air bah sehingga seluruh bumi dipenuhi banjir selama lebih kurang 371 hari akibat hujan deras selama empat puluh hari. Tidak ada yang hidup, manusia dan binatang, kecuali Nuh satu keluarga dan sekian ratus pasangan binatang yang kesemuanya ditampung dalam sebuah bahtera yang sekarang kita sebut bahtera Nuh. Tuhan marah kepada manusia yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak mengindahkan perintah Tuhan, bahkan menantangnya. Semua manusia pada waktu itu tentu sempat membuat rencana untuk menjalani dan menikmati hidup, tanpa mengindahkan Tuhan, melainkan yang seturut dan memenuhi ambisi dan nafsu manusia belaka. Dengan datangnya air bah, maka semua rencana atau rancangan manusia menjadi porak poranda.

Keadaan sekarang walaupun tidak sedahsyat air bah zaman Nuh, juga telah memporak-porandakan berbagai rencana atau rancangan manusia yang disusun di semester kedua tahun 2019, karena tidak ada satupun atau paling tidak sebagian besar manusia yang menduga. Mungkin saja beberapa orang atau kelompok yang merancang adanya Covid-19 sudah memperkirakan. Kita tidak tahu. Kembali ke acara Natal 2020 kita, coba kita renungkan dan hayati perikop berita Natal ini, berita universal yang terambil dari Injil Lukas 2:11- 17, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”

Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain, “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.

Natal yang berarti “Kelahiran” adalah berita luar biasa bagi setiap insan manusia di bumi ini, karena itu menggambarkan dan menceritakan tentang kelahiran  bayi Yesus yang adalah Kristus, Sang Juruselamat manusia. Berita ini akan terus berkumandang karena datangnya dari sorga yang kekal tidak peduli keadaan apapun sedang terjadi di bumi ini, karena berita itu adalah berita sukacita, penuh damai sejahtera. Itu menjadi berita yang membentuk bahtera bagi orang yang percaya, dan seperti halnya di zaman Nuh akan menyelamatkan kita manusia yang percaya kepadaNya. Dunia saat ini telah dibanjiri dengan segala pemahaman yang sesungguhnya dapat menenggelamkan manusia dan menjauhkan manusia dari Tuhan Sang Pencipta.

Dalam keterbatasan kita karena dilanda Covid-19, kita tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga, sesama anak-anak Tuhan, baik di gereja maupun di lingkungan masing-masing di mana kita berada dengan berita Natal, telah lahir bagi kita Sang Juruselamat dunia. Jangan lelah untuk tetap mengumandangkan berita Natal dalam keterbatasan kita, namun juga dalam keleluasan kita. Pergunakan media dan media sosial dengan gencar namun juga dengan kearifan, dengan meminta hikmat Tuhan dan pimpinan Roh Kudus.

Ubah maksud dan tujuan kita, Natal bukan lagi untuk merancang kenikmatan, pesta pora dan kepuasan diri kita, melainkan memberitakan kepada orang lain terlebih yang belum mengenal, bahwa Natal adalah berita tentang Sang Juruselamat satu-satunya yang datang ke dunia untuk menyelamatkan semua insan manusia yang percaya kepadaNya dan karya keselamatanNya. Mumpung masih ada waktu. SELAMAT NATAL (25 DESEMBER 2020) DAN TAHUN BARU (1 JANUARI 2021).

 

* Penulis adalah salah satu Penasihat Majalah NARWASTU. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here