Tetaplah Berharap

* Oleh: Fredrik J. Pinakunary, S.H., S.E.

17

Narwastu.id – Roma 4:18, “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun Abraham berharap juga dan percaya bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa menurut yang telah difirmankan, demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

Headline Kompas menuliskan, “Kemiskinan dan Jurang Ketimpangan Kian Dalam.” Masyarakat yang bekerja di sektor informal rentan miskin dan terperosok ke jurang ketimpangan yang semakin dalam. Pandemi Covid-19 yang memicu perubahan perilaku dan kegiatan ekonomi menambah jumlah orang miskin (Kompas, 16 Juli 2020). Sahabat yang baik, setiap orang memerlukan dasar atau alasan untuk berharap. Dalam situasi seperti ini, apa yang dapat kita jadikan sebagai dasar atau alasan untuk berharap. Jika melihat fakta yang tampak, rasanya sulit untuk berharap. Oleh karena itu, kita bisa belajar dan meneladani Abraham yang tetap berharap, terlepas dari fakta yang sama sekali tidak mendukung harapannya.

Sehubungan dengan itu Firman yang tertulis dalam Roma 4:18 sangat memberkati setiap orang yang berada dalam kondisi stres, tertekan bahkan putus asa. Bagaimana tidak, usia Abraham sudah 100 tahun, tubuhnya sudah sangat lemah dan rahim Sara telah tertutup. Di tengah fakta medis bahwa mereka tidak bisa mempunyai anak, Abraham memilih untuk percaya.

Saudaraku, sesulit apa pun keadaanmu, seberat apa pun pergumulan yang membuatmu tidak ada dasar untuk berharap, ayo tetap percaya dan berharap kepada Tuhan seperti Abraham yang akhirnya memiliki keturunan dari Sarah.

Percayalah bahwa karena Anda adalah milik Kristus, maka Anda juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah (Galatia 3.29). Firman Tuhan mencatat tentang janji Allah kepada Abraham, yaitu menjadi bangsa yang besar; memberkati Abraham; membuat nama Abraham mahsyur; membuat Abraham menjadi berkat; memberkati orang yang memberkati Abraham; mengutuk orang yang mengutuk Abraham; oleh karena Abraham, semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (Kejadian 12:1-3). Ketika Anda memilih untuk percaya dan berharap kepadaNya, Tuhan akan melihat Anda sebagai orang beriman dan mewujudkan harapan anda menjadi kenyataan. Amin.

 

* Penulis adalah advokat/pengacara, Ketua Umum Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI) dan anggota FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here