Wabah Covid-19 Mengajak Semua Orang agar Bergantung Pada Tuhan

46
Pdt. DR. Nus Reimas dan Ibu Dientje Reimas.

Narwastu.id – Wabah Covid-19 atau virus corona yang terjadi sekarang sungguh mengguncang kehidupan manusia di dunia ini. Pengusaha banyak yang pusing karena bisnisnya amat terganggu, apalagi terjadi banyak pemutusan hubungan kerja (PHK). Dan gereja-gereja banyak yang tutup karena orang yang berkerumun rentan tertular virus dan anak-anak sekolah tak bisa masuk sekolah, lalu belajar secara virtual demi keamanan anak-anak tersebut dari wabah tersebut. Terkait dengan wabah virus mematikan ini, tokoh gereja aras nasional yang juga Ketua Majelis Pertimbangan PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia), Pdt. DR. Nus Reimas saat berkhotbah lewat live streaming di GKRI Diaspora, Jakarta, menegaskan, wabah Covid-19 ini sesungguhnya mengajak semua umat agar bergantung pada kuasa dan kasih Tuhan. Jadi tak ada kekuatan apapun yang bisa menghentikan wabah virus ini.

Ketua Dewan Pembina LPMI (Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia) dan Pembina Majalah NARWASTU ini mengatakan, rancangan Tuhan itu sesungguhnya adalah rancangan damai sejahtera bagi umat, bukan rancangan kecelakaan. Sehingga sekalipun kita tidak bisa beribadah di gedung gereja, kita patut bersyukur kalau masih bisa beribadah lewat virtual atau live streaming. Sebenarnya, kata Pdt. Nus Reimas, kita tak usah stres atau depresi karena wabah ini. Tetaplah bersyukur dan terus menaikkan syukur kita kepada Tuhan, karena Tuhan tahu apa yang terbaik bagi umatNya. Hidup ini adalah ujian dan kita harus hadapi, hidup ini adalah untuk memuliakan nama Tuhan sehingga kita bersyukurlah kalau masih bisa melayani. Dan hidup ini hanya sementara, sehingga hidup kita akan bernilai jika dipakai Tuhan untuk melayani Dia. “Hidup yang bernilai adalah saat hidup kita dipakai Tuhan untuk melayaniNya,” pungkas Pembina Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU (FORKOM NARWASTU) ini.

Pdt. Nus Reimas menerangkan, di saat wabah Covid-19 hadir, tetaplah isi hidup kita untuk memuji dan memuliakan Tuhan. “Bacalah selalu firman Tuhan yang bisa menyampaikan hikmat, kekuatan, wibawa dan berkat bagi kita. Dan teruslah berdoa untuk mensyukuri kebaikan Tuhan dan menyampaikan permohonan kita kepada Dia,” cetus pria asal Ambon yang sudah 47 tahun lebih melayani Tuhan ini.

Di tengah wabah Covid-19 ini, meskipun Pdt. Nus Reimas yang juga tokoh lintas agama tidak sebebas dulu lagi untuk melayani jemaat di acara-acara seminar atau kebaktian, namun ia masih sering diundang berbicara lewat ibadah live streaming via YouTube atau berbicara di seminar untuk membagikan nilai-nilai kehidupan Kristiani lewat Zoom atau webinar. Dia pun sering ditelepon jemaat untuk konsultasi seputar rohani dan meminta dukungan doa. “Jadi saya terus memberikan diri saya agar dipakai Tuhan sehabis-habisnya untuk melayaniNya. Setiap bangun tidur saya selalu berlutut dan bersyukur atas hari baru serta nafas hidup yang diberikan Tuhan kepada saya. Saya minta kepada Tuhan agar saya diberi hikmat, kesehatan, kekuatan dan wibawa guna memberitakan Kabar Baik itu,” ujar mantan Ketua Umum PGLII selama dua periode itu.

Pdt. Nus Reimas mengatakan, meskipun banyak hal yang tidak kita mengerti di dalam hidup ini, namun kita mesti percaya pada tangan Tuhan yang penuh kasih dan kuasa itu. “Sekarang saya di rumah happy saja menikmati kebersamaan dengan keluarga. Selain melayani dan berdoa, saya juga makan dan tidur. Mungkin ini cara Tuhan agar saya juga menikmati kehidupan di rumah dengan santai, dan selama ini jarang saya berada di rumah karena terus melayani,” katanya. Dan Pdt. Nus Reimas bersaksi bahwa cara Tuhan memelihara kehidupannya begitu ajaib dan tidak masuk akal. Menurutnya, ada saja cara Tuhan untuk memberiNya berkat, misalnya, ada yang meminta nomor rekeningnya untuk dikirimkan donasi, dikirimi buah berkotak-kotak dan dikirimi beras. “Saya tak pernah meminta itu. Tapi Tuhan mengirimkan bantuan dan memelihara kehidupan hambaNya lewat berbagai cara. Yang penting lakukan apa bagian kita, maka Tuhan akan punya banyak cara untuk memelihara kehidupan kita. Tetaplah bergantung kepada Tuhan, dan jangan berpikir negatif atau mengeluh pada Tuhan. Jangan juga lelah berdoa dan membaca firman Tuhan,” pungkas Hamba Tuhan yang disegani dan sering melayani hingga ke luar negeri itu. HG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here