Perlu Ketaatan dalam New Normal

* Oleh: Fredrik Pinakunary, S.H., S.E.

4

Keluaran 15.26: Firman-Nya, “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara Tuhan, Allahmu dan melakukan apa yang benar di mataNya, dan memasang telingamu kepada perintah- perintahNya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir. Sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”

Narwastu.id – Pramodhawardani dalam artikelnya berjudul “Seni Menaklukkan Covid-19” menuliskan ada satu kata yang populer di tengah pandemi Covid-19: new normal yang diartikan sebagai kenormalan baru. Lazimnya sebuah krisis, kata  “new” itu merujuk pada sebuah fase yang sedang bergulat menuju ke tahap baru. Sebuah fase yang menuntut kita beradaptasi dengan kebiasaan baru dan taat pada protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di tengah kegiatan warga (Kompas, 16 Juni 2020).

Ada satu kata kunci di situ: TAAT. Artinya mereka yang tidak taat pada protokol kesehatan tidak akan berhasil masuk ke dalam tahapan baru kehidupan yang berjalan berdampingan dengan virus ini. Sahabat yang baik, dalam kisah keluarnya umat Israel dari tanah Mesir, mereka pun masuk pada new normal di mana Allah memerintahkan mereka untuk taat pada ketetapanNya agar tidak ditimpa penyakit dan berhasil masuk ke dalam tanah perjanjian (Keluaran 15.26). Namun demikian, banyak di antara mereka tidak taat karena walaupun secara fisik mereka sudah keluar dari Mesir namun secara psikis Mesir tidak keluar dari dalam diri mereka, dalam arti mereka masih menyimpan pola pikir dan melakukan kebiasaan lama ketika masih di Mesir.

Orang Israel ketika itu masih suka mengeluh meskipun sudah diberkati dengan banyak mukjizat. Mereka tidak setia dengan membuat dan menyembah patung lembu emas hingga membangkitkan murka Allah. Itulah mengapa Firman berkata: Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah akan menerima balasan (Amsal 13.13). Saudaraku, bersyukurlah karena Kristus telah menjadi hikmat kita (1 Korintus 1.30) sehingga kita telah diberikan kesadaran dan dimampukan untuk mentaati protokol kesehatan agar bisa masuk pada kehidupan baru yang lebih baik. Di atas itu, secara spiritual, kita juga telah dimampukan untuk menjalani new normal dengan kesukaan baru, yaitu membaca, merenungkan dan mengucapkan Firman Tuhan sebagai ekspresi keyakinan bahwa Allah sanggup melindungi, memelihara dan memberkati kita di segala situasi, sesulit apa pun itu. Amin.

 

* Penulis adalah advokat/pengacara, Ketua Umum Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Indonesia (PPHKI) dan anggota FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here