Menyoal Pemuda Sehat dan Indonesia Hebat di Gedung Yayasan ESA

40
Di gedung Yayasan Esa digelar peringatan "Sumpah Pemuda 2026" bersama anak-anak bangsa.

Narwastu.id – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, diadakan talkshow di Gedung Yayasan Esa yang di Ruko Golden Boulevard Blok P21-P22, Lengkong Karya, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Acara dimulai jam 09.30 WIB, dengan kolaborasi 4 lembaga, yaitu Yayasan Esa, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Yayasan Dharma Cipta Sejahtera, dan Alumnus P2NK Angkatan-75 Lemhannas RI. Menurut Lilik Sudarwati, mantan atlet bulu tangkis nasional, terjadi perputaran di dunia saat ini. Ada tema pergi untuk kembali, serta dikatakan di Indonesia dirasakan tidak ada harapan, tetapi ada peluang di luar negeri.

Para narasumber inspiratif berbagi pengalaman dan ilmu di acara “Sumpah Pemuda 2026” di Tangerang Selatan, Banten.

Memang, katanya, tak ada salahnya kita ke luar negeri, apalagi tenaga kerja Asia terkenal tekun dan giat, serta berbeda dengan orang luar negeri, yang mau kerja gampang dan gaji tinggi. Lilik berpesan, belajar apa yang baik di luar negeri, untuk diterapkan di Indonesia, karena Indonesia akan berbenah diri juga. Sedangkan Dr. Robert Adenand, S.H., M.A., Ph.D (Pembina Yayasan Esa) berbicara tentang Indonesia Emas. Menurutnya, ada kesenjangan dan persaingan, serta minim solusi, tidak percaya diri, dan tidak mampu berubah. “Bagaimana siap menuju Indonesia Emas, di sini saya melihat peluang saat ini, melalui Yayasan Esa. Sudah ada 666 orang berada di Jerman,” ucapnya.

Dr. Robert Adenand mengatakan, akan segera mengirimkan 1.000 orang ke Jerman. Saat ini pemerintah terus menyadarkan dirinya, bahwa kini terlalu banyak teori sedikit aplikasi. Melalui Yayasan Esa Dr. Adenand melihat dengan mata terbuka, bahwa di luar negeri itu punya peluang untuk mengubah dunia. Lalu kenapa Jerman yang dipilih? Karena Jerman mengabungkan dua kekuatan, teori penerapan dalam kegerakan, tidak ada batasnya. Maka anak muda yang terpilih lebih lama di Jerman untuk menerima reformasi. Kita, ucapnya, bukan sekadar menjaga keseimbangan, ketenagakerjaan dan peluang yang terisi, tapi ini berbicara ketahanan. Sebagai alumni Lemhannas, Dr. Adenand mengatakan, Lemhannas bergerak menampung, daya tangkal, daya lenting, penempatan dan daya pembaharuan. Pendidikan di Indonesia harus mampu menyediakan lapangan pekerjaan. Ada ribuan perguruan tinggi hanya merekrut mahasiswa, tetapi tidak mempunyai kemampuan menyerap. Karena itu, di Yayasan Esa diterapkan zero toleransi terhadap kegagalan, seperti masuk 100 orang peserta didik Esa, maka 100 orang itu juga akan ke Jerman. Lalu masuk 2.000 peserta didik, maka 2.000 orang ini pun akan berangkat ke Jerman, agar mereka tahu apa itu kualitas pendidikan.

Kunci keberhasilan di negeri ini adalah, kolaborasi dan sinergi. Menurutnya, ketika berkolaborasi dan bersinergi, maka semuanya akan baik-baik saja. Karena Yayasan Esa membekali para peserta didik dengan 8 pembekalan yang berinteraksi ke seluruh dunia. Tidak mungkin Yayasan Esa berdiri sendiri, karena itu kita bermitra, kolaborasi dan sinergi. Saat ini Yayasan Esa bergerak untuk membawa perubahan, sehingga suatu saat ada pancaran-pancaran kemenangan atau kebangkitan untuk meraih masa depan.

Setelah acara diskusi, dilanjutkan dengan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut. Narasumber Dr. drg. Rina Permatasari, Sp.KG, dan drg. Dian Puspitasari Sari, Sp.KG, beserta tim. Menurut drg. Rina, kesehatan gigi itu penting karena dengan gigi yang sehat, kita dapat makan lebih enak, masuk sekolah lebih enak, dan kepercayaan diri meningkat. Selain itu, kesehatan mulut akan meningkatkan performance dan kualitas hidup. “Bayangkan kalau gigi terasa nyeri akan menyebabkan tidak bisa tidur, besoknya tidak fokus dan kurang percaya diri. Boro-boro dapat belajar, mau ngomong produktifitas kita jadi menurun. Tapi kalau gusi kita  nyaman, makan enak, tidur enak, komunikasi enak, dan kita siap hidup mandiri, jauh dari orang tua di Indonesia. Poin pentingnya harus dijaga kesehatan gigi dan mulut,” ucapnya. JK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here