
Narwastu.id – Kelas Kewirausahaan (Entrepreneurial Leader) Universitas Mpu Tantular (UMT), Jakarta, sukses menyelenggarakan e-talkshow bertajuk “Mengubah Tantangan Menjadi Peluang: Seni Membangun Usaha di Masa Sulit” pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 19.15 sampai 20.48 WIB. Acara ini diadakan melalui platform zoom meeting. Kurang lebih 100 orang peserta ikut bergabung, mulai dari kalangan mahasiswa, pelajar masyarakat umum dan para pelaku usaha. Semua antusias walaupun dilaksanakan secara online, namun tetap stay tune sampai akhir acara.

Acara ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom, seorang entrepreneur, akademisi, sekaligus coach public speaking, dan J. Patra Jaya Saragih, S.E., S.H., M.H., M.M., M.Th, Founder & CEO berlatar belakang praktisi hukum, akademisi dan entrepreneur. Keduanya memiliki rekam jejak panjang sebagai pelaku usaha. Kombinasi dari perspektif akademisi dan praktisi ini dihadirkan untuk menjembatani teori kewirausahaan dengan realita di lapangan. Acara ini diketuai oleh Niken Andriani. Dia menyampaikan di sambutannya, kegiatan ini ingin memberikan wawasan luas tentang dunia wirausaha, dan ingin membekali peserta dengan strategi memulai usaha di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, sekaligus mendorong lahirnya wirausahawan muda yang inovatif dan adaptif.
Acara dipandu Nada Musdalifa dan Rizqi Melinda Maharani. Serepina Tiur Maida menekankan, keberanian untuk memulai usaha jauh lebih penting dari pada menunggu modal besar atau kondisi yang sempurna, sekaligus memperkenalkan formula 2CMP (Creator, Conceptor, Mediator, Problem Solver) sebagai bekal praktis berwirausaha. Sementara J. Patra Jaya Saragih membagikan pengalamannya membangun usaha dari titik nol, termasuk saat menghadapi kesulitan ekonomi, serta pentingnya kedisiplinan mengelola arus kas (cash flow) sebagai kunci keberlangsungan usaha. Kedua narasumber juga menyoroti pentingnya kegigihan, literasi digital, kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta integritas sebagai bekal penting generasi muda dalam menghadapi dunia usaha yang terus berubah.
Dia menyebut, perlu dimiliki pengalaman yang matang dalam membangun dan mengembangkan usaha dengan kemampuan komunikasi. Dan itu adalah salah satu soft skill yang mudah dilakukan, namum sulit dibiasakan dalam aktifitas sehari-hari.
Selain sesi bincang santai, ada pula iklan yang ditayangkan sebagai bentuk audio visual promosi produk wirausaha yang sudah dijalankan kurang lebih enam bulan, dan ada sekitar 7 toko yang dikelola oleh mahasiswa, yaitu toko usaha coolfix.acservice, dapur dimsum, kilatclean.id, smly ap premium, bara chick, bima laundry, dan adisatria. Ada yang menarik di akhir acara, ada testimoni berbagi pengalaman secara interaktif dari 2 toko mahasiswa selama 6 bulan pertama. Mereka menggunakan teori POAC planning, organization, actuacting dan controlling dan strategi pemasarannya dengan elemen 4P: Produk, price, place dan promotion, serta manfaat materi yang diperoleh dari dosennya. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen kelas kewirausahaan Universitas Mpu Tantular Jakarta. Dan mereka berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan untuk wawasan kewirausahaan bagi mahasiswa maupun masyarakat luas. STH






















