HKBP Kramat Jati Adakan Jambore Anak Sekolah Minggu

33
Jambore HKBP Sekolah Minggu Kramat Jati, Jakarta Timur, meningkatkan iman, kebersamaan dan melatih kepemimpinan.

Narwastu.id – Gereja HKBP Kramat Jati, Jakarta Timur, menyelenggarakan Jambore Anak Sekolah Minggu pada Selasa, 30 Juni hingga Jumat, 3 Juli 2026. Acara jambore anak yang dilaksanakan di halaman gereja HKBP Kramat Jati berlangsung selama empat hari tiga malam. Dalam jambore anak tersebut berbagai kegiatan dilakukan, seperti Bible Study, penyuluhan keselamatan bencana alam, edukasi kesehatan, story telling, games, edukasi moral, edukasi lingkungan hidup, tortor, tumba dan modern dance.

“Ini adalah acara Jambore Anak Sekolah Minggu yang kami desain untuk membina anak-anak Sekolah Minggu. Seperti membangun karakter Kristiani, beriman teguh kepada Yesus, mencintai sesama dan peduli dengan lingkungan, bagaimana menjaga kesehatan, ada pula pembinaan teknologi agar anak-anak kami sadar teknologi dan tidak menjadi korban/pelaku hoax, memberikan mereka kesadaran berbudaya. Kita suguhi tontonan kerohanian agar mereka melihat bagaimana memilah dan memilih tontonan yang layak. Karena jambore anak ini kegiatan rohani tentu juga untuk memperdalam pengetahuan Alkitab agar memperkuat iman dan moral mereka tangguh menghadapi jaman,” jelas Pdt. Dr. Martongo Sitinjak sebagai Pdt. Resort HKBP Kramat Jati, Jakarta.

Suasana acara jambore Sekolah Minggu HKBP Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebanyak 113 anak menjadi peserta jambore yang terdiri dari siswa kelas 4 sampai kelas 6 SD. Menariknya, salah satu peserta acara tersebut adalah anak berkebutuhan khusus yang terlihat sangat menikmati kegiatan yang ada. Disediakan juga tenda untuk bermalam, tiga tenda khusus untuk perempuan dan dua tenda untuk pria. Masing-masing akan didampingi oleh konselor, yaitu para remaja HKBP Resort Kramat Jati. Dalam kegiatan itu anak-anak tersebut belajar bagaimana mengatur waktu, mengatur emosi sebagai bagian dari pembinaan leadership.

Menurut Pdt. Martongo Sitinjak, leadership yang diberikan bukan dari ceramah tetapi praktik langsung dari kegiatan kehidupan di dalam tenda bersama kawan-kawannya. “Jadi sebenarnya acara ini multiefek. Target kami anak Sekolah Minggu tapi kami juga sengaja mendesain anak remaja yang bertanggung jawab, lalu kami berikan kesempatan kepada mereka menjadi konselor. Jadi dengan demikian mereka dilatih leadership. Bagaimana memimpin orang, menata kebersamaan dan aktivitas supaya mampu memahami bagaimana memimpin,” ujarnya.

Di antara para peserta jambore anak yang ikut dalam kegiatan tersebut adalah Nathaniel P. Alexander Sitompul. Siswa kelas 6 dari SD Santa Maria Fatima itu mengaku, cukup senang bisa ikut acara tersebut. Walaupun jembore bukanlah hal yang asing untuknya. “Kalau di sini dibuat kayak tenda militer besar-besar kalau di sekolah tendanya lebih kecil. Kalau di sekolah cuma nginap dua hari tapi di sini tiga malam,” ucapnya. Hal senada diungkapkan Quadragesima F. Sinaga. Siswa kelas 6 dari Sekolah Bina Gita Gemilang, tak bisa menutupi rasa bahagianya. “Saya senang banget karena kayak mix dengan keseimbangan rohani jadi lebih dekat dengan Tuhan dengan cara yang seru,” katanya tersenyum.

Mengenai tema yang diangkat, yakni “We Are Wonderful Creation of God,” Pdt. Martongo Sitinjak menjelaskan, tema tersebut ingin menggambarkan tentang laki-laki dan perempuan itu setara, saling menghormati dan menghargai serta bagaimana mereka juga menghargai lingkungan/alam/sesama sebagai ciptaan Tuhan. “Jadi sebagai ciptaan Tuhan yang luar biasa kita ingin menuntun bahwa mereka adalah ciptaan Tuhan yang telah diberikanNya wewenang untuk memelihara keharmonisan kehidupan,” tegasnya.

Terselenggaranya jambore anak tentu berkat kerjasama yang solid dari para tim kerja. Ketua Panitia Jambore Anak, Ida Rotua Siregar menceritakan tentang awal dan rencana acara tersebut yang memang jauh-jauh hari telah didengungkan oleh Pdt. Martongo Sitinjak. “Akan ada jambore kata amang pendeta, saya setuju banget dengan efuorianya lumayan agak ribet sebenarnya. Tapi Tuhan baik banget semua dimudahkan dan punya tim dan kerjasamanya oke,” terangnya.

Persiapan yang dilakukan sejak Februari 2026 lalu memang tidak sia-sia. Kegiatan itu juga melatih anak-anak untuk mengurangi limbah plastik. Salah satu caranya dengan membawa peralatan makan dan tumbler dari rumah. Sedangkan untuk konsumsi disediakan makanan real food yang diolah sendiri dengan mengedepankan standar kesehatan. Untuk menjaga sanitasi, disediakan pula tempat untuk mencuci piring serta 24 toilet bersih yang siap pakai. Menariknya, para sintua bahu membahu untuk mengadakan kerja bakti agar jambore anak bisa terlaksana dengan baik. “Mungkin banyak yang bertanya, kok, sintua jadi cleaning service. Jadi sintua itu tidak hanya mewartakan firman, dari hal terekecil pun seperti membersihkan kamar mandi itu pun juga bagian dari pelayanan,” tukas St. Dosmauli Napitupulu.

Rencananya kegiatan serupa akan diselenggarakan pada masa yang akan datang. Apalagi jika melihat antuasisme dari anak-anak yang terpancar jelas dari wajah mereka. “Sebanyak 113 anak yang ikut dalam acara ini merupakan rekor, terlebih orang tua telah mempercayakan kepada kita di sini selama empat hari tiga malam. Semoga acara ini bermanfaat bagi mereka dan bahwa disiplin yang diajarkan kepada anak-anak akan menempa dirinya lebih lagi ke depannya. Mereka pulang dengan sukacita dan seumur hidup akan diingatnya,” ujar Pdt. Pontius Ch. Siregar, M.Div (Uluan Huria HKBP Gedong Pagaran HKBP Kramatjati Jakarta). BTY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here