Narwastu.id – Pada Sabtu, 21 Februari 2026 Gereja HKBP Jambi yang dipimpin oleh Pendeta Resort Pdt. Julianus Sitorus, S.Th., M.Pd.K yang baru memimpin di gereja itu, dan sebelumnya bertugas di Pekan Baru, kembali memperkuat ketahanan keluarga Kristiani melalui kegiatan seminar parenting. Dan acara itu diselenggarakan dengan sukses dan penuh sukacita. Kegiatan itu berlangsung di gereja dan dihadiri kurang lebih 600 orang peserta. Jemaat dari berbagai kategorial, mulai dari orang tua, kaum muda hingga para pelayan ikut hadir. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) menetapkan tahun 2026 sebagai “Tahun Transformasi Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” dengan nas acuan Ulangan 6:4-9.


Dalam perspektif teologis, keluarga merupakan ruang pertama dan utama tempat iman diajarkan, dialami, dan dihidupi. Seminar ini mengangkat tema: Peningkatan kualitas iman Kristiani dalam keluarga melalui parenting counseling. Dan ini menunjukkan betapa pentingnya penguatan iman dan karakter anak di tengah tantangan era digital. Perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat menjadi perhatian utama dalam diskusi, khususnya dalam membangun pola asuh yang sehat, komunikatif dan berlandaskan nilai-nilai Kristiani. Dan dihadirkan beberapa pembicara dari kalangan pendeta, pakar budaya dan adat, praktisi pendidikan, komunikasi, dan media serta konselor keluarga yang memberikan perspektif komprehensif mengenai pola asuh berbasis iman.
Seminar diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. R.F. boru Sianipar, S.Si.Teol. M.Pd.K, dengan nas dari Kitab Yosua 24:15b. Dikatakan, tetapi aku dengan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan. Dan itu menekankan bahwa setiap orang Kristen harus kembali menyatakan dan berkomitmen untuk beribadah hanya kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi melalui Yesus Kristus putraNya yang tunggal.
Seminar ini dipandu dari awal hingga akhir oleh Maria boru Tobing, sambutan Ketua Panitia Tahun Transformasi HKBP Jambi Prof. Dr. Ir. Dompak M.T. Napitupulu, M.Sc. Dan ia menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih oleh kasih dan penyertaanNya, sehingga kegiatan seminar sehari parenting counseling ini dapat dilaksanakan sebagai bagian dari Tahun Transformasi Pengajaran Iman HKBP Tahun 2026. Seminar ini diadakan sebagai bentuk kepedulian gereja terhadap keluarga Kristen pada umumnya dan jemaat HKBP Jambi pada khususnya. Dan ini merupakan pusat utama pembinaan iman Kristen khususnya di HKBP Jambi. Juga di seminar ini dibahas tentang ilmu dan pengalaman tentang Dalihan Na Tolu, dampak media sosial, parenting Kristiani, serta peneguhan iman. Dan panitia menyebutkan, kiranya setiap materi yang disampaikan menjadi berkat dan memperkuat iman keluarga-keluarga yang hadir. “Terima kasih juga kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan penuh dedikasi, serta kepada seluruh jemaat yang hadir dan mendukung kegiatan ini. Harapannya, seminar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal gerakan nyata dalam membangun keluarga yang takut akan Tuhan dan kokoh dalam iman,” ujar panitia.

Seminar diawali dengan pemaparan keynote speaker oleh Pdt. Julianus Sitorus, S.Th., M.Pd.K (Pendeta Resort HKBP Jambi), dan diuraikan makna dan latar belakang pemiliha tema Tahun Transformasi HKBP Tahun 2026, yakni pengajaran iman di tengah keluarga (Ulangan 6: 4-9). Pada tahun 2026 penata layanan HKBP difokuskan pada usaha menghidupkan kembali keluarga sebagai ecclesia domestica, yakni tempat utama pengajaran iman, doa, dan kasih. Pesan mendalam tentang pentingnya peneguhan iman di tengah perubahan zaman. Dalam khotbah inspiratifnya, Pdt. Julianus menegaskan, transformasi sejati dimulai dari hati yang diperbaharui oleh Firman Tuhan, mengajak seluruh jemaat untuk tidak hanya menjadi pendengar, tetapi pelaku Firman yang menghadirkan terang Kristus di keluarga, gereja, dan masyarakat.
Dan hadir tiga narasumber, dua narasumber diundang dari Jakarta, yaitu Dr. H.P. Panggabean, S.H., M.S., mantan Hakim Agung MA-RI, dan mantan Ketua Pengadilan Negeri Jambi, serta keaktifannya sekarang sebagai advokat, pemerhati budaya dan adat Batak. H.P. Panggabean yang juga Ketua Umum DPP Kerukunan Masyarakat Batak (KERABAT) dan Ketua Umum DPN KERMAHUDATARA menyajikan masukan untuk penguatan iman Kristiani agar dapat bertumbuh di tengah keluarga melalui tatanan adat Batak. Dia memaparkan materinya tentang “Penumbuhan Iman Keluarga dari Sudut Pandang Ajaran Adat Dalihan Na Tolu dan Injil.”
Dalihan Na Tolu dan Injil, ujarnya, dapat bersinergi, adat mengatur struktur sosial agar harmonis, sementara Injil memberi dasar kasih yang tulus dan tanpa syarat dalam melakukannya. Karena tidak satupun ayat di dalam Alkitab yang melarang orang percaya mengikuti adat istiadat nenek moyang. H.P. Panggabean menegaskan, prinsip: Somba marhula-hula, elek marboru, manat mardongan tubu bukan hanya sistem kekerabatan, tetapi juga cerminan nilai kasih, hormat, dan tanggung jawab yang selaras dengan ajaran Kristus. Menurutnya, transformasi iman harus dimulai dari keluarga yang memegang teguh nilai budaya yang telah dimurnikan oleh terang Injil.
Selanjutnya, Serepina Tiur Maida Hutabarat, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., C.AC., C.PS., C.STMI., C.ED, mantan Wakasek Bidang Administrasi dan Sumber Daya Manusia SMA Unggul Del Laguboti, Sumut, dan sekarang dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular, Jakarta, assesor kompetensi dan sering diundang sebagai juri lomba. Serepina lahir dan dibesarkan di kota Jambi. Ia bangga dan bersyukur bisa hadir mengisi acara di tengah jemaat HKBP Jambi dengan ilmu, pengetahuan dan pengalamannya sejak ia tahun 1990 merantau ke Jakarta. Ia mengangkat tema “Peran Media Sosial Terhadap Penumbuhan Iman Kristiani dalam Keluarga di Era Digital.”
Selain menjelaskan pengertian media sosial berikut dampak positif dan negatif dari media sosial terhadap kehidupan masyarakat pada segala lapisan, juga ditegaskan tentang media sosial yang dapat mendukung pertumbuhan iman anggota keluarga. Serepina menekankan tentang media digital bisa membentuk cara berpikir dan nilai hidup. Artinya saat gadget ada di tangan kita, tetapi percakapan kasih mulai berkurang. Kita terhubung dengan ribuan orang di media sosial, namun kadang lupa membangun komunikasi iman dengan anak maupun pasangan kita sendiri. Dari salah satu pertanyaan peserta, apa yang menjadi strategi gereja dalam memanfaatkan gadget sebagai penumbuhan iman jemaat.

Dengan tangkas di jawab, gereja sudah memberi strategi yang cerdas, salah satunya melalui seminar dan pelayanan rohani yang dijalankan selama ini. Serepina menyarankan agar seluruh warga gereja bisa mendukung program gereja, salah satunya harus bisa menjadi creator, conceptor, mediator dan problem solver, sehingga sinergitas dapat terwujud dengan tujuan yang baik. Di akhir paparannya, ia mengundang peserta untuk menaikkan pujian bersama sebagai relaksasi, dengan penuh sentuhan pujian “Tiada Mustahil Bagi Tuhan” dan “Ho Do Tuhan” sebagai akhir saat ia mengembalikan acara ke moderator Dr. Rosinta Norawati Butarbutar yang cerdas dalam mengatur jalannya diskusi. Dan semua pertanyaan peserta dapat dengan singkat dan padat dijawab oleh narasumber.
Narasumber ketiga Pdt. Pestanatalia Silaen, S.Th., M.A., yang pendidikan formalnya dari LK3, pendeta pada sejumlah gereja HKBP, konselor pribadi dan pranikah di Gereja HKBP Merelan, Medan, dan anggota Tim Konselor di Rumah Konseling Medan. Tema yang diangkat “Transformasi Pengajaran Iman Kristiani Via Parenting Counseling.” Ia menyampaikan, transformasi pengajaran tidak cukup hanya bersifat kognitif, tapi juga harus menyentuh afektif dan psikomotorik. Pdt. Pesta mengharapkan bahwa melalui parenting konseling keluarga jemaat HKBP diubah menjadi ekosistem yang aman, dan nilai-nilai Kristiani dapat dirasakan melalui kasih dan penerimaan orang tua. Paparan ini dimoderatori oleh St. Dra. D. boru Huatahaean, M.Pd., yang mengawali dan mengakhiri dengan pantun yang mengundang peserta untuk tersenyum dan ketawa.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang antusias. Banyak peserta menyampaikan pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi anak di tengah arus digitalisasi. Seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata gereja dalam mendukung keluarga sebagai pusat pembentukan karakter dan iman generasi penerus. Dengan terselenggaranya kegiatan ini HKBP Jambi terus berupaya menghadirkan program-program pembinaan yang relevan dan kontekstual bagi jemaat di era modern. STH


























