Narwastu.id – Di sebuah kota kecil dan tenang, tepatnya di kota Jambi, terdapat sebuah keluarga yang begitu istimewa. Hampir seluruh anak dalam keluarga itu adalah pecatur berbakat, mengikuti jejak dari sang bapak almarhum S.T. Hutabarat, S.H./Boru alm. R. Hutauruk. Orangtua mereka dikarunia 9 putra-putri yang menjiwai olahraga catur, dan sudah banyak meraih medali dalam berbagai kejuaraan di papan hitam putih dan merupakan atlet catur berprestasi semasa hidupnya. Dari ruang tamu hingga meja makan, aroma strategi, disiplin, dan kecintaan pada catur selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari mereka, yang terdaftar di gereja HKBP Kota Baru jambi.
Kecintaan itu bermula dari didikan dan bimbingan alm. S.T. Hutabarat yang yang sejak masa jayanya telah menorehkan prestasi di berbagai turnamen regional dan nasional, sehingga menurun kepada semua anak-anaknya, baik anak laki-laki atau anak perempuannya. Catur bukan sekadar olahraga, melainkan cara berpikir dan cara hidup. Tanpa pernah memaksa, mereka memperkenalkan papan hitam-putih itu kepada anak-anaknya, yang ternyata langsung menunjukkan bakat alami.

Salah satu putra kebanggaan almarhum adalah Miduk S. Hutabarat, sebagai pecatur nasional dan memiliki gelar Master Nasional ia merupakan kelahiran kota Jambi, 4 Desember 1976. Memiliki 7 anak, dan 5 di antaranya telah meraih meraih medali, yaitu Tigran Hutama Hutabarat, usia 15 tahun (2 emas di Kejurprov 2022 dan 2025), Banero Pioner Taba Hutabarat, usia 14 tahun (1 emas 2022 dan 1 perak 2025), Majolie Rose Hutabarat, 12 tahun (2 emas 2022 dan 2 perunggu 2025), Raya Monza Damayanti Hutabarat, 10 tahun (1 emas 2025 dan 1 perunggu 2022), Galang Ozora Hutabarat, 9 tahun (1 perak 2025 ).
Anak-anak ini tumbuh sebagai generasi pecatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik tinggi, tetapi juga mental yang kuat. Hampir setiap tahun keluarga ini selalu membawa pulang medali dari berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga ajang nasional. Prestasi demi prestasi tersebut membuat nama keluarga ini semakin dikenal sebagai simbol kejayaan catur di daerahnya. Yang menjadikan keluarga ini begitu menginspirasi bukan sekadar keberhasilan yang mereka raih, melainkan juga kekompakan dan kebersamaan yang dibangun. Berlatih bersama, saling memberi kritik dan masukan, serta membahas setiap pertandingan telah menjadi rutinitas yang mempererat ikatan di antara mereka.

Meski disibukkan dengan sekolah dan kegiatan lain, mereka selalu menyediakan waktu untuk duduk bersama di depan papan catur dan menghidupkan tradisi keluarga yang terus dipertahankan. Banyak orang mengatakan, prestasi keluarga ini telah membawa harum nama kota kelahiran mereka. Tidak sedikit pula generasi muda yang akhirnya tertarik untuk memulai perjalanan di dunia catur setelah melihat keberhasilan dan kerendahan hati keluarga ini membimbing dengan melatih anak-anak untuk terus berlatih meraih prestasi .
Rumah Catur Kartini adalah wadah pembinaan bagi anak-anak yang bukan hanya gemar bermain catur, tetapi mengantarkan anak-anak meraih prestasi yang membanggakan, khususnya untuk kota Jambi. Ini adalah contoh bahwa sebuah keluarga dapat menjadi ruang tumbuh yang luar biasa, tempat mimpi dirawat dan prestasi lahir dari kebersamaan.
* Penulis adalah praktisi pendidikan, pengajar ilmu komunikasi dan pemerhati sosial serta kemasyarakatan.

























