Narwastu.id – Ada duka cita, dan ada suka cita, itulah hidup. Duka cita mendalam itulah yang dirasakan oleh Serepina Tiur Maida Hutabarat, S.Sos., M.IKom dan keluarganya. Serepina adalah dosen dan salah satu kolomnis Majalah NARWASTU. Dan Serepina menyebut, dalam hidup ini ada saatnya kita dipanggil Bapa di Surga ke sisiNya. Baru-baru ini, Ardiansyah Hutabarat (Ketua Percasi Kota Jambi) telah dipanggil Bapa di Surga, yang merupakan kakak dari Serepina. Ardiansyah merupakan anak ke-5 dari 9 bersaudara, dan lahir dari orangtua, ayah S.T. Hutabarat, S.H. (Alm.) dan Ibu R. Hutauruk, B.A. (Alm.). Dia berpulang ke rumah Bapa di Surga pada Sabtu, 15 Februari 2025, pukul 5.10 WIB, dan dimakamkan di Bumi Langgeng Jambi pada 17 Februari 2025.

Almarhum meninggalkan istri Julia boru Tobing dan satu anak laki-laki, Ceko Hutabarat, dan dua anak perempuan, Dian Hutabarat dan Chelsie Hutabarat. Semasa hidupnya Ardiansyah dikenal sosok yang peduli pada sesama, cinta keluarga, rendah hati, dan kreatif dalam memanage organisasi. Dan yang paling menyentuh hati, ia lebih mengutamakan kepentingan orang lain dari dirinya sendiri. Itulah yang direkam dari beberapa pelayat yang hadir tentang sosok almarhum.
Di mata saudaranya Hendri Hutabarat, S.E. (Wakil Ketua II KONI Jambi), almarhum adalah sosok saudara yang humble dan tidak pernah lelah menemani hari-harinya dengan cerita yang jadi penyemangat. “Tuhan lebih mengasihi adik saya. Kenangan yang tidak pernah terlupakan, baik manis maupun pahit selalu menjadi teman cerita dan akan abadi selamanya,” ucapnya. Hendri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh saudara, kerabat, relasi, mitra, sahabat dan warga lingkungan setempat atas doa dan ucapan duka cita kepada keluarga mereka. Baik itu ucapan langsung maupun tidak langsung.
Sementara Serepina yang dikenal cerdas, energik dan nasionalis, menyampaikan sangat kehilangan atas berpulangnya saudara laki-lakinya yang kedua kali itu. Sebelumnya saudara pertamanya, Pinondang Hutabarat, S.H. (Mantan Kepala Sekolah Yayasan YP R.A. Kartini dan pemimpin dari Arsatoma Band Musik) sudah dipanggil Tuhan. Kata yang sering terekam dari almarhum, ucap Serepina, adalah hukum tabur tuai akan sslalu kita hadapi dalam hidup ini. Itulah sosok almarhum yang di mata keluarganya seorang yang cinta keluarga. “Selamat jalan, abangku. Engkau sudah tenang bersama Bapa di Surga,” ucap Serepina tanpa bisa menahan tetesan air matanya. MTS

























