Bupati Tapanuli Utara yang Merakyat ini Berkunjung ke Kantor NARWASTU

45

Narwastu.id – Beberapa waktu lalu, kantor Majalah NARWASTU dikunjungi seorang tokoh nasionalis dan Bupati Tapanuli Utara (Sumatera Utara), Drs. Nikson Nababan, M.Si. Dia merupakan sahabat NARWASTU dan pernah menjadi Pemimpin Redaksi Majalah “Bona Ni Pinasa.” Kunjungannya ini tentu sebuah kehormatan bagi majalah kesayangan kita ini, dan ia diterima Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos dan tim. Dan sejak 2015 lalu Nikson sebenarnya sudah berulangkali menjadwalkan untuk bertandang ke kantor NARWASTU, namun baru kali ini bisa terwujud. Dan itu bisa dimaklumi karena kesibukannya sebagai kepala daerah luar biasa. Ia dan Jonro bertukar informasi dan bernostalgia saat mereka masih jadi wartawan lapangan pada 1998-2004 silam.

Sembari menyeduh teh, menikmati roti dan kacang kulit, mereka juga berbincang tentang kesibukan Nikson yang padat membangun Tapanuli Utara di periode kedua saat ia kembali dipercaya rakyat jadi bupati. Dalam pertemuan dengan tim NARWASTU, ada banyak hal terkait dengan pembangunan di Tapanuli Utara yang dipaparkannya. Menurutnya, di masa pandemi Covid-19 ini ekonomi rakyat mesti diutamakan agar mereka tetap sehat dan eksis. “Saya selalu berprinsip, jangan sampai rakyat yang saya pimpin di Tapanuli Utara kelaparan. Makanya ketahanan pangan kita utamakan, selain terus menjaga kesehatan masyarakat supaya kuat menghadapi gempuran virus corona saat ini,” ujar pria Batak yang pernah mendapat penghargaan sebagai kepala daerah yang inovatif dari MNC Group itu.

Suasana diskusi di kantor Majalah NARWASTU.

Selain ketahanan pangan, Nikson Nababan yang merupakan adik kandung Sukur Nababan, anggota DPR-RI dan Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDIP yang dikenal nasionalis itu pun berjuang untuk Tapanuli Utara supaya terus melahirkan generasi muda cerdas. Dan hingga saat ini ia berjuang supaya di Tapanuli Utara bisa berdiri sebuah universitas negeri, yang namanya disebut-sebut Universitas Tapanuli Utara supaya lulusan SLTA dari daerah itu tidak perlu lagi ke kota-kota lainnya menuntut ilmu, karena sudah ada universitas negeri. “Kalau pendidikan sebuah bangsa maju, maka bangsa tersebut akan maju dan jauh dari kemiskinan serta kebodohan,” paparnya.

Pak Bupati Tapanuli Utara bersantap malam secara sederhana di kantor Majalah NARWASTU.

Kiprah Nikson Nababan selaku bupati selama ini dianggap banyak kalangan cukup fenomenal. Pasalnya, Bandara Silangit (Kini disebut juga Bandara Sisingamangaraja XII) di Siborongborong, bisa semakin maju tak lepas dari tangan dingin atau peran Nikson Nababan. Sejak jadi bupati ia berjuang keras supaya Bandara Silangit dikelola lebih baik oleh Pemerintah Pusat serta bisa lebih sering dilintasi pesawat-pesawat yang mengangkut penumpang dari luar Sumatera. “Selama ini Bang Sukur Nababan sebagai anggota DPR-RI berjuang keras untuk menyuarakan supaya Bandara Silangit diperhatikan pemerintah. Puji Tuhan, sekarang Bandara Silangit sudah menjadi bandara kebanggaan masyarakat di kawasan Danau Toba,” ujar mantan Sekjen Persatuan Intelektual Muda Sumatera Utara Indonesia (PIMSI) ini.

Sejak menjabat sebagai bupati, Nikson pun dikenal suka mendatangi daerah-daerah atau desa-desa terpencil yang belum terjangkau transportasi. Dan di era kepemimpinannya sudah banyak jalan yang terisolir dibukanya, dengan mengerahkan alat-alat berat untuk membuka jalan, lalu mencoba untuk mengaspalnya. “Kalau jalan ke kampung-kampung tak bisa didatangi, bagaimana rakyat bisa menjual hasil taninya. Makanya jalan-jalan ke desa-desa terpencil mesti kita buka, meskipun masih dengan anggaran yang terbatas supaya rakyat bisa datang ke kota menjual hasil tani atau ladangnya agar ekonominya bergerak,” ucap Nikson yang sering blusukan ke desa-desa, bahkan sampai menginap sejumlah daerah di pedalaman Tapanuli Utara untuk mendengar aspirasi rakyatnya.

Drs. Nikson Nababan, M.Si bersama Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos.

Menurut Nikson, Tapanuli Utara punya 15 kecamatan dan 241 desa, dan ini membutuhkan perhatian untuk dibangun dari pemerintah kabupaten. Itu sebabnya, Nikson membangun sebuah gedung Sopo Rakyat di dekat rumah dinasnya supaya rakyat bisa datang menyampaikan aspirasi atau keluhan kepadanya. “Sopo Rakyat itu terbuka untuk dikunjungi setiap warga. Di ruang yang cukup besar inilah kita bisa berdiskusi dan mendengar keluhan rakyat. Dalam semalam bisa lima kloter yang datang untuk menjumpai saya dan menyampaikan keluhan mereka. Bisa jam dua dini hari baru selesai pertemuan kami di Sopo Rakyat,” ujar Nikson.

Sebagai kader PDIP ia juga menegaskan partainya selama ini adalah satu-satunya parpol nasionalis yang setia mempertahankan ideologi Pancasila, termasuk melawan kelompok-kelompok radikal dan intoleran. “Sikap dari PDIP seperti yang sering disampaikan Ibu Megawati Soekarnoputri sangat jelas, bahwa Pancasila harus kita pertahankan. Dan ideologi-ideologi lain yang ingin merongrong keutuhan NKRI harus kita lawan. Sehingga parpol besar dan nasionalis seperti PDIP wajib kita dukung dan doakan untuk mempertahankan NKRI dan menjaga ideologi Pancasila. Kita lihat sikap tegas Presiden RI Jokowi, beliau tegas melawan kelompok intoleran, radikalisme dan teroris. Beliau adalah kader PDIP,” terang Nikson Nababan yang kini menekuni studi program S3.

Drs. Nikson Nababan, M.Si. termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2014 Pilihan Majalah NARWASTU.”

Di akhir pertemuan mereka yang hampir tiga jam itu, lalu mereka bersantap malam, dan Nikson memilih santapan khas dari lapo (Rumah makan Batak). Nikson yang didampingi seorang ajudan saat berkunjung ke kantor NARWASTU, pada 2015 lalu termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU.” Dia dinilai Majalah NARWASTU figur atau tokoh yang nasionalis, mampu memotivasi dan menginspirasi serta peduli pada masalah sesama. Dalam pertemuan itu, Nikson juga berpesan supaya media-media yang selama ini concern mempublikasikan pembangunan dan fenomena di Tapanuli Utara, termasuk Majalah NARWASTU, bisa terus mengangkat persoalan di Tapanuli Utara supaya diketahui pemerintah serta perantau agar mereka peduli membangun kampung halamannya. “Terima kasih atas kunjungannya, Pak Bupati, ke kantor NARWASTU. Salam sehat dan Tuhan kiranya terus menyertai Bapak dan keluarga,” ujar Jonro kepada Nikson Nababan di ujung pertemuan mereka. GH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here