“Almighty Song Competition” Bersama Pdt. Lusindo Tobing

32

Narwastu.id – Di masa pandemi Covid-19, dalam mengunjungi, mendampingi, bahkan sampai melayani pemakaman jemaat yang meninggal karena virus corona, semua itu menjadikan suatu cerita yang tak terlupakan bagi seorang Pdt. Lusindo Tobing. “Tiap peristiwa dan kesempatan saat melayani di masa pandemi, bersama majelis, komisi diakonia, kategorial dan yang terkait, semua membawa kepada kristalisasi, dimampukan dan dititipkan Tuhan untuk menciptakan lagu-laguNya,” ungkap Pendeta GKJ Nehemia, Jakarta ini.

Dampak besar dan meluas dari Covid-19 membuat Pdt. Lusindo rindu untuk melakukan dan memberikan sesuatu kepada banyak orang. Terpikir kemudian bahwa mengapa tidak lagu-lagu yang sudah dia ciptakan tersebut tidak diperdengarkan kepada banyak orang dengan membuat cover dari lagu-lagu tersebut. Dan pada September 2021 lalu, dalam sebuah pelayanan di gereja POUK Larangan Indah, Pdt. Lusindo dipertemukan Tuhan dengan Ibu Atie, salah seorang anggota majelis yang sehari-harinya bekerja sebagai manajemen artis. Dari sanalah kemudian kerinduan pendeta dengan dua anak ini mulai terwujud dengan adanya dukungan dari Ibu Atie yang bersedia membantu. Kemudian bertambah lagi dukungan dari Pak Putra yang bertugas mengkoordinir event-event besar, yang juga adalah anggota majelis POUK Larangan Indah.

Berjalannya waktu, suami dari Krisna Pareti ini juga mendapat dukungan dari Yeye dan Tisa, yang piawai soal digital, pembuatan video, desain grafis dan lain-lain. Bahkan kemudian Tuhan kirimkan orang-orang yang digerakkan hatinya untuk membantu mewujudkan kerinduan hamba Tuhan yang juga telah menulis beberapa buku ini, lewat pemberian donasi dana dan voucher belanja (Diamond).

Akhirnya terwujudlah “Almighty Song Competition” yang dibuka pendaftarannya mulai 12 Februari sampai 12 Maret 2022 untuk kategori solo, duet, trio, vocal group dan paduan suara. Semua peserta diminta memilih lagu yang akan mereka arransemen sendiri lagu dan musiknya dalam bentuk video, dari 29 lagu ciptaan Pdt. Lusindo Tobing, dan dikirimkan melalui link yang disiapkan panitia. Karena permintaan dari beberapa pihak, pengumpulan video diperpanjang hingga 26 Maret 2022.

Dan tepat pada 2 April 2022 Grand Final Almighty Songs Competition Cover Lagu Ciptaan Pdt. Lusindo Tobing, yang ide awalnya juga adalah momen ulang tahun Pdt. Lusindo ke-49, digelar secara live streaming lewat Channel YouTube Lusindo Tobing setelah sebelumnya 2 juri, masing-masing Nania Yusuf (Indonesian Idol) dan Timo Ardante (Penyiar Radio Heartline FM) melakukan seleksi dari semua video yang masuk untuk memilih 10 besar peserta. Dipandu oleh Ibu Atie yang lebih akrab disapa Mpo Atie (Anugerah Pekerti) itu, ke-10 peserta grand final secara bergantian dipanggil untuk kemudian secara langsung menyanyikan lagu mereka setelah cuplikan video mereka ditayangkan.

Mungkin karena saat itu semua peserta belum mengetahui siapa saja yang masuk 10 besar membuat beberapa peserta saat disebutkan namanya dan diminta tampil langsung terkesan tidak siap dan akhirnya tampil ala kadarnya. Bahkan ada salah seorang peserta yang saat dipanggil namanya, masih berada di kolam renang, sehingga kemudian tampil dengan telanjang badan. Selain persiapan diri yang minim dari beberapa peserta, grand final hari itu diganggu juga dengan kualitas jaringan yang tidak maksimal di tempat beberapa peserta sehingga suara tidak terdengar dengan sempurna, bahkan sempat terputus. Bedanya kualitas rekaman video dan tampilan langsung juga kiranya bisa dijadikan evaluasi bagi panitia jika akan kembali menyelenggarakan lomba ini ke depan.

Sebaiknya memang jika dimungkinkan dilakukan penjurian secara live. Namun secara keseluruhan lomba yang baru pertama kali diadakan ini cukup sukses. Salah satunya, cukup banyak peserta yang ikut mengirimkan video mereka dan berasal dari berbagai kota di tanah air dengan arransemen musik yang berkelas serta editing video yang profesional.

Setelah kedua juri bersama sang pencipta lagu berdiskusi di akhir lomba, diputuskan ketiga juara dan peserta terfavorit. Nilai ketiga juara didapatkan dari penilaian terhadap video recording dan penampilan langsung peserta. Sementara juara favorit didapatkan dari banyaknya like yang diberikan oleh penonton.

Hasil lomba dan hadiah:

Juara 1: Miramadaya (skor 1270) – Rp. 5.000.000,-

Juara 2: Jelita Sinaga (skor 1215) – Rp. 3.000.000,-

Juara 3: Krincil (skor 1210) – Rp. 1.000.000,-

Juara Favorit: Josevania (621 like) – Rp. 1.000.000,-

Selamat untuk semua pemenang. Seperti pesan Pdt. Lusindo Tobing sebelum menutup acara lomba dalam doa, semua peserta yang sudah ambil bagian, diminta untuk terus belajar, apalagi rata-rata peserta masih berusia muda. Semua menjadi pemenang karena semua menyanyi dan memuji Tuhan. Selamat juga untuk Pdt. Lusindo Tobing dan tim yang Tuhan mampukan mewujudkan lomba perdana ini. Terus diberkati untuk mencipta lagu-lagu rohani berkualitas, yang memberkati semua orang yang mendengarkannya. Segala pujian hanya bagi Yang Maha Besar. RR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here