Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 45 Gelar Diskusi Via Zoom Bersama Tokoh-tokoh Kristiani

91
Diskusi terbatas via Zoom tentang masa depan parpol Kristen yang diadakan Parkindo 45.

Narwastu.id – Pada Senin sore, 12 Juli 2021 lalu, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos diundang Parkindo 45 sebagai salah satu pembicara atau narasumber di acara diskusi via Zoom dengan topik “Peran Gereja Menentukan Partai Kristen Peserta Pemilu 2024.” Di acara ini hadir pula sejumlah tokoh senior dan pembicara, seperti Lily Amelia Salurapa, M.M. (Anggota DPD-RI), Pdt. Ludovicus Mardiono, S.H. (Tokoh buruh dan rohaniwan di Belgia), Ev. Anita Gizelle Lubis, MBA (Tokoh perempuan), Pdt. Alma Shepard Supit (Aktivis gereja), Ir. Rocky Paotonan (Tokoh masyarakat adat Toraja), dan Pdt. DR. Arnold Tindas (Teolog dan tokoh Parkindo 45). Moderator diskusi Ir. Charles Sirait (Plt. Sekjen Parkindo 45, tokoh muda nasionalis dan mantan aktivis mahasiswa).

Ikut juga bicara di acara ini salah satu Penasihat NARWASTU, Dennis Firmansjah, M.M., tokoh FGBMFI dan profesional Kristiani. Dalam acara ini mereka begitu antusias bertukar pikiran, berbagi informasi serta menyampaikan pengalaman, pengamatan, harapan, refleksi dan tantangan partai Kristen di negeri ini. Dalam paparan awal, Yesri Tandiseru selaku Plt. Ketua Umum Parkindo 45 menerangkan, Indonesia adalah rumah kita bersama, sehingga kita patut berjuang untuk kesejahteraan negeri ini, termasuk lewat partai politik. “Sehingga kita memerlukan satu parpol Kristen agar bisa tampil di Pemilu 2024 mendatang,” ujar Yesri.

Para pembicara dan tokoh yang ikut dalam diskusi via Zoom yang diadakan Parkindo 45.

Dalam diskusi ini, ada beberapa kesimpulan yang dipetik setelah para pembicara menyampaikan pendapat dan gagasannya. Pertama, membentuk partai nasionalis berbasis Kristiani itu adalah hak setiap warga negara. Sehingga siapapun bisa berjuang lewat politik untuk bangsa ini, termasuk melalui parpol Kristen. Kedua, adalah fakta bahwa pernah ada Parkindo, Partai Katolik, PDKB, PDS dan PKDI serta parpol Kristen lainnya di negeri ini. Mereka ingin punya “kamar” sendiri untuk memperjuangkan aspirasi umat Kristiani lewat panggung politik. Termasuk untuk melawan radikalisme, korupsi, kemiskinan dan ketidakadilan. Ketiga, membentuk parpol Kristen itu butuh kesehatian, kebersamaan dan dana yang amat besar, sehingga pimpinan parpol Kristen selain butuh dukungan tokoh gereja, perlu pula dukungan dana dari pengusaha.

Keempat, parpol Kristiani harus dapat pengakuan dari negara atau mesti berbadan hukum serta siap mengikuti verifikasi administrasi dan verifikasi faktual dari KPU setelah punya kepengurusan di seluruh provinsi di Indonesia. Kelima, orang Kristiani itu punya kelemahan, sulit untuk bersatu dan mudah terlibat konflik (terbelah), dan ini patut jadi refleksi bersama. Keenam, kader-kader terbaik Kristen yang punya integritas atau karakter sesungguhnya harus diterjunkan ke panggung politik untuk membangun negeri agar lebih baik. Ketujuh, perlu percakapan para pimpinan parpol Kristen, seperti PDS, Parkindo 45, PID dan PDRIS untuk menghadapi Pemilu 2024. Dan di sini perlu pendampingan dari tokoh-tokoh gereja dan pemuka Kristen yang disegani untuk mewujudkan satu parpol Kristiani yang kuat sebagai parpol penyeimbang kelak di pentas politik Indonesia. Acara ini ditutup dengan doa oleh Pdt. Abram Suala, dan dibuka oleh Yesri Tandiseru (Plt. Ketua Umum Parkindo 45). KM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here