MPH-PGI Beri Penghormatan Terakhir Bagi Pdt. Dr. SAE Nababan

22
Acara ibadah penghormatan dan pelepasan sesepuh PGI almarhum Pdt. Dr. SAE Nababan diadakan pada Senin, 10 Mei 2021 di Grha Oikoumene PGI, Jakarta Pusat.

Narwastu.id – MPH-PGI (Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) bersama pimpinan ormas dan lembaga Kristen melaksanakan acara penghargaan dan ucapan terima kasih kepada keluarga besar almarhum Pdt. SAE Nababan dan Sinode HKBP di Grha Oikoumene, Jakarta, pada Senin, 10 Mei 2021. Hal ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Pdt. SAE Nababan yang jenazahnya sejenak disemayamkan di kantor PGI Pusat. Pada kesempatan itu, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th menegaskan, kita semua kehilangan sosok Pdt. SAE. Nababan yang telah menorehkan sejarah dalam gerakan oikoumene.

“Kita semua kehilangan. Bukan hanya keluarga Nababan, keluarga Tobing, bukan hanya HKBP. Saya mengalami kesulitan besar untuk merangkai kata-kata untuk mengungkapkan isi hati kami sebagai persekutuan gereja-gereja di Indonesia, bersama-sama dengan kawan-kawan dari GMKI, GAMKI, PIKI, PARKINDO, UKI, BPK GM, LAI, RS PGI Cikini, dan berbagai lembaga oikoumenis di Indonesia ini, karena jejak-jejak beliau sangat terasa,” katanya. Lebih jauh Pdt. Gomar mengatakan, meski tidak lagi mengemban tugas di lembaga oikoumenis seperti PGI, CCA, WCC, HKBP, UEM, LWF dan lainnya, Pdt. SAE Nababan selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan gerakan oikoumene. “Grha Oikoumene ini menjadi salah satu saksi bahwa Pdt. SAE Nababan tidak pernah meninggalkan gerakan oikoumene. Gerakan oikoumene sepertinya adalah DNA beliau yang tetap diusungnya, bahkan hingga akhir hayatnya,” ujarnya.

Ditambahkan pula, selain menyemangati, dalam berbagai kesempatan Pdt. SAE Nababan acap menunjukkan arah yang sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali oleh MPH-PGI. Sehingga tanpa disadari Pdt. SAE Nababan menjadi semacam alarm yang selalu mengingatkan untuk tidak pernah lalai dan berlambat-lambat, tetapi senantiasai sigap mengabdi dan berkarya selagi hari masih siang.  “Maka izinkanlah kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih setinggi-tingginya kepada keluarga yang telah merelakan pengabdian Pak Nababan dengan penuh, tercurah bagi gereja dan gerakan oikoumene, bahkan dalam masa perkabungan ini pun keluarga menyetujui jasad beliau disemayamkan di Grha Oikoumene yang beliau ikut membangunnya. Juga kepada pimpinan HKBP yang telah mempersembahkan Pdt. SAE Nababan bagi gerakan oikoumene juga bagi gereja-gereja,” pungkas Pdt. Gomar Gultom yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2018 Pilihan Majalah NARWASTU.”Dalam acara yang juga dilaksanakan secara virtual ini, MPH-PGI menyerahkan rangkaian bunga kepada Alida Lientje Tobing, istri dari Pdt. SAE Nababan, dan perwakilan dari Sinode HKBP. Diserahkan pula figura berukuran besar berisi foto dan kutipan kalimat dari almarhum. Sementara itu, mewakili lembaga oikoumenis, Sekum CCA Mathew George Chunakara Sekjen CCA, dan Ioan Sauca dari WCC turut menyampaikan ungkapan duka mendalam atas kepergian Pdt. Dr. SAE Nababan yang menurut mereka adalah sosok guru, dan mentor dalam gerakan oikoumene di Indonesia tetapi juga dunia. TK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here