Menyambut dan Menghayati Paskah di Tengah Pandemi Covid-19

* Oleh: Dr. Eliezer H. Hardjo, Ph.D, CM

113

Narwastu.id – Tahun 2021, Hari Raya Paskah bagi umat Kristiani akan jatuh pada hari Minggu, selalu tentunya, namun dengan tanggal berbeda dan kali ini, tanggal 4 April 2021. Setiap kali datang waktu Paskah, kita diingatkan akan peristiwa yang terjadi pada bangsa Israel di masa Perjanjian Lama, dan bagi umat Kristen dan Katolik atau umat Kristiani di masa Perjanjian Baru sampai masa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, atau the end of the world.

Apakah keduanya dan masing-masing menganggap dua hal yang berbeda dan bertentangan? Puji Tuhan, memang berbeda namun tidak bertentangan, walaupun umat Israel, bangsa Yahudi hanya mengakui yang terkait dengan Perjanjian Lama, sedangkan umat Kristen dan Katolik mengakui apa yang ada di Perjanjian Baru namun juga dapat menerima peristiwa yang terkait dengan Perjanjian Lama.

Kita membaca di Kitab Keluaran pasal 12, Tuhan memerintahkan umat Israel pada malam terakhir sebelum umat Israel meninggalkan tanah Mesir menuju Tanah Perjanjian. Domba harus disembelih, darahnya dioleskan di kedua pintu dan pada ambang atas, agar malaikat maut melewati jika dilihat ada olesan darah domba, dan umat Israel harus memanggang daging domba yang disembelih tersebut, dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit. Bahkan ketika memakannya pun Allah Israel menetapkan agar umat Israel berpakaian dengan pinggang berikat, memakai kasut, dan memegang tongkat dan makan dengan buru-buru, dan rangkaian semua itu disebut Paskah bagi Tuhan.

Anda akan mengomentari, kok, rumit amat sih? Namun bayangkan jika Anda berada di situ pada waktu itu setelah umat Israel berada dalam perbudakan di Mesir selama empat ratus tahun, dan malam itu merupakan malam terakhir menuju pembebasan dalam kebebasan, sungguh tidak ada artinya, bahkan kini umat Israel bersyukur bahwa ada peristiwa tersebut yang mengingatkan dan menyukuri akan pertolongan Tuhan, Allah Israel yang telah membawa umat Israel keluar dari Mesir tanah perbudakan bagi mereka. Hampir tiga ribu tahun lalu terjadinya peristiwa tersebut namun bagi umat Israel itu adalah sejarah yang tidak terpisahkan, dan merupakan bagian dari hidup mereka, oleh karena itu setiap tahun dengan penuh sukacita mereka memperingati dan merayakannya. Paskah adalah Tahun Pembebasan bagi umat Israel. Umat Kristen mencatat peristiwa tersebut sebagai bagian dari sejarah kehidupan umat Israel yang merupakan rentetan peristiwa keterkaitan dengan Tuhan Yesus Kristus yang secara jasmani adalah bagian dari umat Israel.

Lalu bagaimana Paskah menurut umat Kristen dan Katolik? Itu menunjuk peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus, pada hari ketiga dari kematian-Nya di kayu Salib pada Hari Jumat, yang secara kalender disebut Jumat Agung. Kebangkitan Tuhan Yesus adalah sebuah peristiwa yang membedakan Tuhan Yesus dengan manusia biasa, karena ia bangkit dari kematian. Sebagai umat tebusan Kristus, kita mengakui dan mempercayai peristiwa tersebut, dan dengan kebangkitanNya, Tuhan Yesus menggenapi apa yang dia katakan, “Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?  Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.” Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu” (Lukas 24:4-8).

Rasul Paulus juga mengungkapkan keterkaitan kita dengan Kristus dalam peristiwa Kebangkitan Tuhan Yesus, “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Roma 6:3-11).

Sebagai umat Kristen dan Katolik, yang merupakan umat tebusan dalam pengorbanan Kristus, kita telah ikut mati disalibkan dengan dan dalam dosa-dosa kita, namun kita juga bangkit dan hidup dalam Kritus. Kehidupan umat Israel paralel dengan kehidupan kita umat Kristen sama-sama budak dosa yang telah dibebaskan melalui peristiwa Paskah. Masa pandemi Covid-19, membatasi gerak kita, seharusnya kita dapat merayakan peristiwa Paskah besar-besaran seperti tahun-tahun sebelum masa pandemi Covid-19, dengan berbagai acara perayaan yang dirancang dengan penuh sukacita dan kegembiraan. Pandemi Covid-19 telah membatasi kita untuk melakukannya, namun kita tetap dapat merasakan sukacita yang sama sekalipun mungkin kita merayakannya hanya melalui atau secara virtual.

Hendaknya dalam keterbatasan kita tidak mengubah inti dan makna bahwa Kristus telah mati dan dibangkitkan pada hari yang ketiga, demikian pula dengan kita, kita telah sama-sama mati ditandai dengan Baptisan Air sebagai pengakuan dan penahbisan kita ke dalam Kristus, dan karenanya kita juga telah dibangkitkan dari kematian terhadap dosa kita, dan pada waktunya kita akan bersama-sama berkumpul dengan Tuhan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita di rumah Bapa di sorga dalam kemuliaan. SELAMAT HARI PASKAH. Tuhan Yesus Gembala yang Agung memberkati kita sekalian. Amin

 

* Penulis adalah salah satu Penasihat Majalah NARWASTU, dan pakar manajemen/kepemimpinan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here