Ketua Umum PGI Minta Umat Tenang dan Waspada Atas Tragedi Bom di Makassar

15
Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, M.Th.

Narwastu.id – Pada Minggu pagi, 28 Maret 2021, Redaksi NARWASTU menerima kiriman pernyataan sikap dari Ketua Umum PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Pdt. Gomar Gultom, M.Th atas tragedi bom di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu pagi, 28 Maret 2021. “Saya mengungkapkan dukacita mendalam atas ledakan bom yang terjadi di depan Katedral Makassar, Minggu (28 Maret 2021) pagi ini, terutama dengan adanya korban luka. Peristiwa naas ini menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di nusantara. Saya mengimbau seluruh umat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan masalah ini kepada aparat terkait. Saya menyerukan seluruh umat untuk tidak takut dan resah, tapi tetap waspada,” tukas Pdt. Gomar Gultom.

Mantan Sekretaris Umum PGI ini juga mengimbau agar tak ada di antara umat yang memposting gambar atau video tentang peristiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat. “Saya percaya penuh, aparat kita mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar. Sangat mengenaskan, peristiwa naas ini terjadi saat umat Kristen di Indonesia sedang merayakan Minggu Palmarum, yang merujuk pada peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem dengan mengendarai keledai betina,” paparnya.

Lewat ini Yesus, imbuhnya, sedang membangun persepsi tentang diriNya sebagai Mesias, Raja Damai yang lemah lembut, rendah hati dan menghadirkan kehidupan. Dia tidak datang dengan kekuasaan, kekuatan, apalagi kekerasan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan. Dalam semangat kelembutan seperti itulah Pdt. Gomar mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini, seraya berdoa bagi kedamaian masyarakat Indonesia,” ucap Pdt Gomar Gultom, yang juga tokoh lintas agama dari Gereja HKBP dan termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2018 Pilihan Majalah NARWASTU.” YR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here