Olah Raga Rutin Penting dalam Hidup Kita

* Oleh: Pdt. Rachman Tua Munthe, M.Th

117

Narwastu.id – Saya termotivasi olah raga rutin setiap hari, sejak umurku 29 tahun, di mana saya sudah melayani di Kantor Pusat HKBP (1980) sebagai Staf Redaksi Majalah (SP) Imanuel HKBP. Dan umur 34 tahun saya sudah diangkat Kepala Biro Informasi HKBP 1984 (waktu itu level ketiga di Kantor Pusat setelah Ephorus, Sekjen, Kepala Biro) dan merangkap Pemimpin Redaksi Majalah Immanuel HKBP. Maka sejak Kabiro saya pernah beberapa kali mewakili Ephorus HKBP dalam acara-acara, seperti yang kuingat penamatan (Wisuda) Perawat RS HKBP Balige, waktu itu Direktur Dr. Tunggul Situmorang. Saya mewakili Ephorus Ds. GHM Siahaan. Dan pendirian cabang partai sudah tingkat nasional di Tapanuli Utara (belum ada Kabupaten Tobasa, Humbahas dan Samosir), mewakili Ephorus Pdt. Dr. J.R. Hurauruk. Dan banyak lagi (waktu tenang atau krisis) sebelum saya pindah menjadi Pendeta Jemaat HKBP Sudirman, Jakarta.

Di Kantor Pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sejak pagi hari pukul 5:30 WIB (sama terangnya dengan Jakarta pukul 5:00 WIB), Ephorus dan Sekjen bersama isteri rajin jalan kaki pagi  turun naik dari rumahnya (di samping kantor) mengelilingi Gereja HKBP Pearaja beberapa kali. Kemudian diikuti Praeses Silindung dan para Staf Kantor Pusat (tingkat kepala biro). Sejak itu saya rajin bangun pagi, bila tidak olah raga (lari-lari) saya membaca buku atau menulis. Rata-rata tidur malam hari mulai pukul 10:00 malam (selesai “Warta Berita” TVRI pkl 9:00 malam).

Setelah saya melayani di HKBP Sudirman, Jakarta, umur 48-53 tahun, hampir tiap hari lari pagi 30 menit di halaman parkir gereja (rumah kami di samping gereja). Bila hujan/gerimis saya olahraga di sisi samping gereja (kanan depan kiri). Sewaktu Praeses Humbang di Dolok Sanggul, umur 54-57, saya jogging (lari kecil) pagi 30 menit dari depan rumah kami ke depan pintu gereja lama (ada turun naik). Dan sewaktu saya Praeses Sumbagsel di Palembang, umur 58-61, saya jalan cepat pagi 30 menit dari depan rumah ke halaman parkir gereja, terus mengelilingi gedung Yapon, di kompleks HKBP Palembang yang dikawal securiti pagi-siang-malam. Dan setelah saya di HKBP Rajawali Pademangan, Jakarta (yang jemaat saya tersebar sampai Ancol), saya jalan biasa  pagi 30 menit, di halaman gereja mengeliling gereja. Setelah pensiun, 65 – 70 (kurang 35 hari tanggal 6 Februari 2021), saya jalan santai pagi 30 menit.

Olah raga pagi lari, jogging, jalan cepat, jalan biasa dan jalan santai, hampir setiap hari, minimal 5-6 hari seminggu. Tapi sejak awal Januari 2021 ini sampai tadi pagi saya olahraga sepeda statis, dekat teras rumah kami, menjaga jarak dari penduduk di sekitar kami RW 12 ini dari penularan Covid-19. Karena saat pakai masker tidak enak bernafas waktu olahraga. Semoga Tuhan tetap memberi kekuatan, kesehatan dan ketenangan pikiran serta damai di hati kepada saya, menjalani waktu (kairos) yang terjadi hanya sekali dan tidak akan kembali, pemberian Tuhan Allah (Jahowa Debata) kepada saya. Doaku, iya Tuhan tiap jam, kumemerlukanMu, Engkaulah yang memb’ri, sejahtera penuh. Setiap jam ya Tuhan, Dikau kuperlukan, Kudatang Juruselamat berkatilah.” Salam sehat buat kita semua. Tuhan Yesus memberkati kita.

Depok, 6 Februari 2021.

 

* Penulis adalah pendeta senior di HKBP.  Dan pernah menjadi Kepala Biro Informasi HKBP, Pemimpin Redaksi Majalah Imanuel dan mantan Praeses HKBP Sumbagsel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here