Murfati Lidianto, S.E., M.A. Termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2020 Pilihan NARWASTU”

99
Murfati Lidianto, S.E., M.A. Berjuang bagi warga Kota Bekasi.

Majalah NARWASTU yang kita cintai ini, setiap akhir tahun selalu hadir dengan sajian khusus, yakni menampilkan “21 Tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU” selain menyajikan tulisan-tulisan seputar Natal dan menyambut tahun baru. Seperti tahun-tahun lalu, tokoh-tokoh yang ditampilkan ini merupakan figur yang pernah diberitakan di majalah ini. Dan mereka dianggap Tim Redaksi Majalah NARWASTU figur yang inspiratif, mampu memotivasi, Pancasilais dan peduli pada permasalahan gereja dan masyarakat. Ke-21 figur ini diseleksi Tim Redaksi NARWASTU dari 100 lebih tokoh Kristiani yang pernah dipublikasikan Majalah NARWASTU.

Dan ada di antaranya berlatar belakang rohaniwan, akademisi, pakar hukum, pimpinan partai politik, wakil rakyat, pimpinan gereja, motivator, pejabat negara, jenderal purnawirawan, pengusaha, pimpinan ormas Kristen dan jurnalis. Majalah NARWASTU menilai mereka adalah sosok-sosok berpengaruh dan bisa menjadi teladan di tengah masyarakat. “Tokoh-tokoh yang kami tampilkan ini dikenal karena aktivitasnya yang menginspirasi, punya ide-ide atau pemikiran-pemikiran yang inovatif, mencerahkan, bahkan kontroversial, sehingga tak jarang jadi pembicaraan publik atau pemberitaan di media,” kata Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos, kepada pers baru-baru ini di Jakarta.

“Tokoh Kristiani yang ditampilkan ini, kembali kami garisbawahi merupakan sosok yang pernah muncul dalam pemberitaan majalah ini. Dan mereka pernah ‘membuat berita’ atas kiprah atau kegiatannya yang positif. Ke-21 tokoh ini bukanlah figur yang sempurna, karena mereka pun manusia biasa. Namun kami menilai mereka insan-insan Indonesia yang ikut membangun peradaban di tengah masyarakat dan bisa menularkan nilai-nilai kebaikan atau hal-hal yang positif pada sesama. Dan ke-21 tokoh ini sudah kami seleksi sejak Agustus 2020 lalu, dan profil singkat yang dipublikasikan ini merupakan apresiasi kami sebagai insan media bagi mereka di akhir tahun 2020 ini,” pungkas Jonro Munthe, yang merupakan lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jakarta, alumni Lembaga Pendidikan Pers Doktor Soetomo (LPPDS) Jakarta, dan peraih award sebagai “Jurnalis Muda Motivator 2009 dari Majelis Pers Indonesia.”

Ke-21 tokoh Kristiani 2020 pilihan Majalah NARWASTU kali ini, yakni (1) Mayjen TNI (Purn.) Jan Pieter Ate, M.Bus, M.A., (Mantan petinggi di Kementerian Pertahanan RI), (2) Febry Calvin Tetelepta, M.H. (Deputi I Kantor Staf Presiden RI), (3) Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST (Teolog HKBP), (4) Pdt. Wilhelmus Latumahina/alm. (Pencipta lagu “Hidup ini Adalah Kesempatan“), (5) Kamaruddin Simanjuntak, S.H. (Pengacara), (6) Dr. Rofinus Neto Wuli, Pr. S.Fil., M.Si (Rohaniwan), (7) Hulman Panjaitan, S.H., M.H. (Pakar hukum), (8) Yunie Murwatie, S.E., CTM (Pengusaha), (9) Dr. Sahat HMT Sinaga, S.H. (Penatua gereja dan notaris), (10) Derman P. Nababan, S.H., M.H. (Hakim Pengadilan Negeri), (11) Pdt. Nicodemus Sahbudin, M.Th, M.A. (Pemuka masyarakat Dayak dan rohaniwan), (12) Danang Priyadi, M.M. (Motivator), (13) Darwis Manalu (Pengusaha dan penatua gereja), (14) Dr. Ir. Rahmat Manullang, M.Si (Cendekiawan), (15) Frans M. Panggabean, M.M., MBA (Pengusaha), (16) Dwi Sapta Sedewa Brata (Cendekiawan), (17) Murfati Lidianto, S.E., M.A. (Anggota DPRD Kota Bekasi), (18) Maretta Dian Arthanti (Anggota DPRD Banten), (19) Dr. Ir. Martuama Saragi, M.M. (Tokoh masyarakat), (20) Drs. Paul Maku Goru, M.M. (Jurnalis senior), dan (21) Sahat M.P. Sinurat, S.T., M.T. (Pimpinan ormas Kristen).

Anggota DPRD yang Berjuang untuk Warga Kota Bekasi

Ini sebuah cerita nyata. Ada seorang pemuda yang sakit menahun, hidup sebatang kara, warga Kota Bekasi, Jawa Barat, hidupnya sangat memprihatinkan. Pemuda itu tinggal di Harapan Indah. Si pemuda ditemukan tetangganya tinggal tulang, namun berkat laporan salah satu warga si pemuda ditolong dan dibawa ke rumah sakit. Murfati Lidianto, S.E., M.A. sebagai anggota DPRD Kota Bekasi yang tinggal di kawasan itu segera bergerak setelah mengetahuinya. “Keadaannya sangat menyedihkan tanpa ibu dan bapak. Selama ini dia diberi makan oleh  tetangga, tanpa pernah diobati,” ujarnya.

Menurut Murfati, masih banyak anggota masyarakat yang hidup dalam garis kemiskinan. “Saya berjanji pada diri saya, akan memperhatikan orang-orang yang tak punya harapan. Semoga dengan kehadiran saya di tengah masyarakat bisa menjadi tempat untuk membantu mereka supaya bisa hidup lebih layak dan sehat. Keprihatinan ini menjadi duka  dan tangis di sanubari saya,” kata Murfati.

Dia sadar, suara rakyat yang diberikan kepadanya adalah amanah. Umat butuh wakil rakyat yang mau mengangkat telepon di kala mengalami darurat. Rakyat butuh wakil rakyat yang merakyat. Setali tiga uang dengan fungsinya membuat peraturan daerah (Perda) bersama kepala daerah. Juga mereka membahas rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala daerah, dan melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD untuk kepentingan rakyat.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos diwawancarai wartawan TV, media cetak dan online di sebuah acara pemberian penghargaan kepada 21 tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU.

“Sekali lagi terima kasih untuk semua umat,” cetusnya tempo lalu, saat Murfati Lidianto terpilih untuk kedua kalinya sebagai anggota DPRD Kota Bekasi. Dia tak lupa mengucapkan syukur kepada Tuhan bersama para hamba Tuhan di daerah pemilihannya.

21 Tokoh Kristiani 2019 Pilihan Majalah NARWASTU saat menerima penghargaan di Graha Bethel, Jakarta Pusat, pada 11 Januari 2019. Pemberian penghargaan seperti ini sudah dimulai sejak 2007 lalu di Gedung LPMI, Jakarta Pusat.

Dalam acara itu juga para pendeta mendoakan Murfati seraya meminta agar hikmat Tuhan terus menyertainya selama bertugas lima tahun ke depan. “Betapa bersyukurnya saya atas dukungan umat buat saya,” ujarnya. Kebaikan, ketulusan dan kesabarannya telah memberikan manfaat bagi banyak orang. “Saya tak bisa membalas budi bapak dan ibu yang mendukung saya. Namun yang jelas lewat tangan ibu bapaklah yang sudah menolong banyak orang dengan duduknya saya kembali sebagai wakil rakyat. Dampaknya banyak umat tertolong saat sakit dan membuat surat-surat,” ujar penganut Katolik ini.

Ibadah syukur  untuk  Murfati setahun lalu itu, dipimpin Pdt. Sadikun Lie dari GEPKIN. Pdt. Sadikun Lie yang memulai masa pelayanan di Gereja Pantekosta Kudus Indonesia di Kota Bekasi sejak tahun 2001 itu mengatakan, terpilihnya Murfati sebagai legislator bisa dibilang sebuah mukjizat. Menurutnya, Pemilu 17 April 2019 lalu benar-benar membelah dukungan politik masyarakat Indonesia menjadi dua bagian. Di tengah masa perjuangan untuk meraih suara masyarakat itu, imbuhnya,  justru  banyak caleg Kristiani berguguran saat berlaga. Namun, di tengah kondisi tersebut nama Murfati yang caleg Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) berhasil meraih suara untuk  maju lagi sebagai legislator.

Wanita kelahiran Belitung, Bangka Belitung, 26 Januari 1967 ini, maju melalui Dapil VI, dan dikukuhkan sebagai anggota DPRD Kota Bekasi kembali untuk masa bakti 2019-2024, pada penghujung Agustus 2019 lalu. “Saya cek memang banyak calon legislatif dari gereja itu tidak berhasil lolos. Dan saya meyakini keterpilihan ibu Murfati itu mukjizat, karena saya tahu ada tantangan yang begitu berat,” ungkapnya dalam sebuah renungan.

Masyarakat menghormatinya sebagai anggota DPRD Kota Bekasi, bagi Murfati, tugasnya adalah agar masyarakat Kota Bekasi hidup rukun,  bergotong royong dan sejahtera. Menurut Sekretaris Fraksi Gerindra ini, dalam membangun sebuah kota semestinya juga membangun karakter manusia. “Perlu membangun karakter manusia sebelum membangun infrastruktur yang canggih. Membangun kota harus dimulai dari pembangunan manusia, moral, dan pembukaan lapangan kerja. Jika hal ini sudah dibangun sebagai dasarnya, sebagai kekuatan pilarnya, tentu membangun kota ini akan sejalan dengan pembangunan yang ideal,” ujarnya.

Menurut Murfati, tak elok Kota Bekasi kelihatannya bagus, cantik, gemerlap, sementara masyarakatnya masih lapar.  “Pembangunan infrastrukturnya bagus, tapi pendidikan masyarakat masih di bawah taraf. Kalau kita melihat ke bawah kita akan temui jeritan masyarakat yang paling mendasar adalah mereka kelaparan, dan susah mencari pekerjaan, namun wali kota kita belum memikirkan hal ini,” ujar anggota jemaat Gereja Katolik Santo Albertus Paroki Harapan Indah ini.

Makanya, untuk kepemimpinan selanjutnya kepala daerah harus memikirkan juga lapangan pekerjaan bagi warganya agar sejahtera, lalu kemudian memikirkan pendidikan dan kesehatan warga. Dan bagaimana caranya pendidikan dan kesehatan bisa menjadi gratis, karena menurutnya, APBD cukup besar.  “Saya berharap kepada wali kota nantinya memiliki visi dan misi yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Bekasi. Yang tentunya concern terhadap pembangunan karakter manusia, selain infrastruktur sebagai pendukung, bukan tujuan utamanya,” ujarnya.

Bagi Murfati, bangsa yang besar dan maju ialah bangsa yang masyarakatnya saling menghormati, dan bergotong royong. Karena para pendiri bangsa sudah mencontohkan bagaimana para pejuang terdahulu bersatu padu untuk memerdekakan tanah air ini. Almarhum Laksda TNI (Purn.) Christina Rantetana, mantan Sekretaris Fraksi ABRI di DPR-RI dan bekas Plt. Deputi VII Menkopolhukam RI, yang pernah menjadi Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Santo Albertus Harapan Indah, Kota Bekasi, pernah mengatakan semasa hidupnya kepada Majalah NARWASTU, figur Murfati adalah orang Kristiani yang peduli melayani rakyat. “Dengan jabatannya sebagai wakil rakyat dari Partai Gerindra, saya lihat sudah banyak warga yang dibantunya. Kita butuh wakil rakyat seperti ini, yang dekat pada gereja namun peduli pada masyarakat. Dia figur yang nasionalis dan peduli pada orang kurang beruntung,” ujar Christina Rantetana, yang pernah juga masuk dalam “21 Tokoh Kristaini 2013 Pilihan Majalah NARWASTU.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here