DR. Yusak Tanasyah, M.Th, M.Pdk Termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan NARWASTU”

49
DR. Yusak Tanasyah, M.Th, M.Pdk. Menyuarakan kabar baik dan kebenaran.

Narwastu.id – Dalam suatu perbincangan ringan di sebuah pertemuan Forum Komunikasi (FORKOM) Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan NARWASTU beberapa waktu lalu, ada ungkapan bahwa tokoh-tokoh Kristiani pilihan majalah NARWASTU selama ini semakin punya prestise dan nilai setelah bergabung di FORKOM NARWASTU. Sejak FORKOM NARWASTU terbentuk pada 5 April 2016 lalu, memang sudah ada lebih dari 60-an tokoh pilihan itu yang berhimpun, lalu berdiskusi tentang persoalan gereja, masyarakat dan bangsa.

Ketua FORKOM NARWASTU, Prof. Dr. Marten Napang, S.H., M.H., M.Si menerangkan orang-orang yang dipilih NARWASTU sebagai tokoh adalah kader-kader terbaik dari kalangan gereja. Mereka, kata Guru Besar di Universitas Hasanuddin, Makassar, ini orang-orang berpengaruh, yang diakui kapasitasnya dan bukan figur sembarangan. “Sehingga diskusi-diskusi yang diadakan FORKOM NARWASTU, baik seputar bahaya narkoba, korupsi dan persoalan sosial kemasyarakatan, semakin bernilai, karena dihimpun dari diskusi para tokoh berkualitas pilihan NARWASTU,” ujar Marten Napang.

Sekretaris FORKOM NARWASTU yang juga mantan anggota DPR-RI, Sterra Pietersz, S.H., M.H. pun mengatakan, tokoh-tokoh Kristiani pilihan NARWASTU merupakan figur-figur terbaik dari kalangan gereja. “Pelayanan mereka teruji di tengah gereja dan masyarakat, dan sudah diseleksi tim NARWASTU. Tak gampang seseorang itu ditokohkan NARWASTU, karena tentu karya mereka harus punya nilai, dan pelayanannya dirasakan banyak orang. Makanya dengan adanya FORKOM NARWASTU, keberadaan tokoh-tokoh pilihan NARWASTU semakin bernilai,” pungkas mantan Sekretaris Umum DPP PIKI (Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia), dan salah satu pencetus berdirinya FORKOM NARWASTU ini.

Nah, seperti para tokoh pilihan tahun lalu, di akhir tahun 2016 ini kembali kami pilih “21 Tokoh Kristiani 2016 Pilihan NARWASTU.” Mereka kami nilai sosok pelayan yang mampu menginspirasi dan mampu memotivasi sesuai dengan profesi atau pelayanannya selama ini. Misalnya, ada yang aktif di organisasi gerejawi, sosial, politik, hukum, HAM, TNI/POLRI, kemasyarakatan, ekonomi, budaya dan pendidikan, dan itu cukup  menarik dicermati dan direkam. Dari situlah kami lihat sepanjang tahun 2016 ini ada muncul sejumlah figur pejuang (Baca: tokoh) yang bersentuhan dengan berbagai peristiwa menarik di tengah gereja, masyarakat dan bangsa ini.

Dan seperti tahun-tahun lalu, pada akhir 2016 ini, NARWASTU yang kita cintai ini menampilkan kembali 21 tokoh Kristiani “pembuat berita” (news maker).  Dan ada tiga kriteria dari tim redaksi NARWASTU untuk memilih seseorang agar disebut tokoh pembuat berita. Pertama, si tokoh mesti populer dalam arti positif di bidangnya. Kedua, si tokoh mesti peduli pada persoalan gereja, masyarakat dan nasionalis (Pancasilais). Ketiga, si tokoh kerap jadi perbincangan dan muncul di media massa (terutama di NARWASTU), baik karena pemikiran-pemikirannya yang inovatif, aktivitas atau ide-idenya kontroversial. Si tokoh pun jadi figur inspirator dan motivator di tengah jemaat atau masyarakat.

Bagi tim NARWASTU, tak mudah untuk memilih seseorang agar jadi “tokoh Kristiani.” Lantaran kiprahnya harus kami ikuti pula lewat media massa, khususnya media Kristen, termasuk mencermati track record-nya. Pada akhir 2016 ini, kami pilih lagi “21 Tokoh Kristiani 2016.” Seperti tahun lalu, ada berlatarbelakang advokat, politisi, jenderal, tokoh lintas agama, pengusaha, aktivis HAM, pemimpin gereja, aktivis gereja, jurnalis, pimpinan ormas, dan aktivis LSM.

Dari hasil seleksi tim NARWASTU sejak awal Oktober 2016 lalu, dari 100-an nama yang terkumpul, berikut kami tampilkan 21 tokoh, yakni: Ritson Manyonyo, Brigjen TNI (Purn.) Junias M.L. Tobing, Irjen Pol. Arman Depari, Brigjen Pol. (Purn.) Victor Edison Simanjuntak, Parlindungan Purba, S.H., M.M.,  Pdt. DR. Tjahyadi Nugroho, dan Erick S. Paat, S.H.

Juga Pdt. Dr. Drs. Jerry Rumahlatu, Yohanes Handoyo Budhisedjati, S.H., Pdt. Dr. Djoys Anneke Karundeng Rantung,. M.Th, Budianto Tarigan, S.Sos, S.S.H., Pst. Louis Pakaila, Ir. David Pajung, M.Si, dr. Rosma Napitupulu, MARS, Pnt. Niniek Suryati L. Brent Salurapa, Clara Panggabean,  Rebecca Olivia Haryuni, DR. Yusak Tanasyah, M.Th dan Ir. Soleman R. Matippanna, S.T.

Kepada Bapak/Ibu dan saudara yang terpilih masuk dalam 21 tokoh Kristiani tahun ini, kami sampaikan, inilah hadiah Natal terindah atau apresiasi dari Majalah NARWASTU sebagai insan media kepada Bapak/Ibu dan saudara. Bapak/Ibu dan saudara selama ini kami nilai pula telah ikut membentuk karakter bangsa ini, selain bisa menginspirasi dan memotivasi banyak orang. Akhirnya, kami ucapkan: Selamat Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, kiranya Tuhan Yesus Yang Maha Rahmat senantiasa memberkati kita sekalian, amin. Syalom.

Para tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU yang religius, inspiratif dan Pancasilais.

Hamba Tuhan dan “Gembala” di PERWAMKI

Di kalangan wartawan Kristiani, terutama di DKI Jakarta dan sekitarnya, pria berpenampilan tenang yang juga Hamba Tuhan (pendeta) ini bukan figur yang asing lagi. Soalnya, ia menjabat sebagai Ketua Umum PERWAMKI (Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia). Bahkan, ia dalam sejarah PERWAMKI tercatat sebagai ketua yang dipercaya untuk menjabat dua periode. Soalnya, bukan rahasia umum lagi ia dikenal pemimpin berhati “gembala” di PERWAMKI. Disebut gembala, karena selain pendeta, ia tergolong penyabar, lembut, dan sering melayani hal-hal kecil, seperti urusan makanan, minuman, jaket, kaos, tiket untuk tim PERWAMKI, namun ia tak kehilangan ketegasan di dalam memimpin PERWAMKI.

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos di sebuah acara pemberian penghargaan kepada tokoh Kristiani pilihan Majalah NARWASTU.

Saat pertama kali bergabung di PERWAMKI pada 2007 lalu, DR. Yusak Tanasyah, M.Th, M.Pdk yang ketika itu masih menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Journey, masih belum menunjukkan kiprah yang sesungguhnya sebagai wartawan yang sudah melanglang buana ke banyak negara di dunia. Baru setelah ia dipercaya sebagai Wakil Ketua PERWAMKI pada 2008 lalu mendampingi Roby R. Repy, S.H., M.Th, Yusak menunjukkan “taji’-nya sebagai figur yang tak bisa dipandang sebelah mata. Soalnya, ia sudah mengunjungi banyak negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, India, Thailand, Filipina, Hongkong, Vietnam, Malaysia dan Singapura.

Tak heran, kalau kemampuan bahasa asingnya tak diragukan. Pengetahuan dan wawasannya tentang pelayanan lewat media pun tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi ia hobi membaca, dan banyak tahu soal penerbitan pers (media massa) dan regulasinya di negara lain. Ketika Amerika Serikat (AS) baru-baru ini memilih Donald Trump sebagai presiden baru, saat berdiskusi dengan teman-teman PERWAMKI, Yusak sempat menuturkan, terlepas dari kontroversi seorang Donald Trump, katanya, Trump bakal membawa media konservatif dan media Kristen, termasuk di Indonesia akan “naik daun.”

Pria kelahiran Jakarta, 29 Desember 1975 ini menikah dengan Theresia Tanasyah, dan mereka dikarunia Tuhan dua anak, James Jordan dan Joanna Joyce. Pendidikan S1 diselesaikannya di Seminary Bethel Jakarta, S2 (M.Th) dari STT Baptis Semarang dan S2 (M.Pdk) lagi dari STT Ekumene. Selain memimpin PERWAMKI, Yusak kini melayani di Gereja Vineyard Churches Indonesia atau Sinode Gereja Kristen Karunia Indonesia. Ia pun Pemred www.beritabaik.com, dosen dan dipercaya sebagai Pembantu Ketua I STT Pokok Anggur, Jakarta.

Di PERWAMKI ia membuat tagline dan jargon “Sharing the Truth” dan “Menghidupi Jurnalisme Kabar Baik atau Jurnalisme Damai.” “Kebenaran itu sumbernya dari Tuhan Yesus, dan kebenaran harus kita share atau bagikan lewat media-media Kristen yang bergabung di PERWAMKI. Dan media Kristen pun harus terus memberitakan kabar baik dan kedamaian. Jangan media menjadi alat provokasi karena dibayar, dan jangan pula media dipakai untuk menakut-nakuti serta menyebar kebencian kepada sesama,” tegas Yusak Tanasyah.

Kalau Yusak kini kembali terpilih untuk periode 2016-2019 sebagai Ketua PERWAMKI, itu karena dilatarbelakangi prestasi dan karakternya yang mirip gembala dan sabar. Pada 2013 lalu saat Mubes IV PERWAMKI diadakan di Denpasar, Bali, tadinya banyak anggota PERWAMKI yang pesimis bisa mengadakan di Pulau Dewata itu, apalagi berkaitan dengan dana dan akomodasi. Namun karena kepiawaian Yusak melobi para senior PERWAMKI plus kemampuannya membina jaringan dengan Penasihat PERWAMKI, akhirnya Mubes IV PERWAMKI di Bali pun terlaksana dengan sukses.

“Saya tak gila jabatan di PERWAMKI. Namun saya terpanggil melayani di PERWAMKI. Saya lihat senior-senior di PERWAMKI punya karya nyata, disegani, dan saya banyak belajar dari mereka. Saya melihat PERWAMKI ini berupaya terus berkarya di tengah gereja, masyarakat dan bangsa dengan berita-berita kebenaran, kabar baik dan kedamaian. Sekarang tantangan teman-teman wartawan Kristen di Indonesia adalah, bagaimana menyikapi era digital. Dan makin banyak media cetak yang tutup, karena sumber dana terbatas. Dan saya berharap media cetak Kristen harus terus eksis, karena perannya pun dahsyat,” ujarnya.

Kalau Mubes (munas) V PERWAMKI pada 10-13 November 2016 lalu bisa diadakan dengan sukses di gedung The Salvation Army, Singapura, itu pun tak lepas dari kerja keras Yusak bersama Ketua Panitia Munas V, Robby Repi. Keduanya yang banyak bekerja keras untuk melobi relasi dan sahabatnya, sehingga tim PERWAMKI bisa mengadakan acara di sana. “Jadi sukses Mubes V PERWAMKI di Singapura tak lepas dari peran Ketua PERWAMKI Yusak Tanasyah dan Ketua Munas V Roby Repi. Harus diakui keduanya punya relasi yang baik dengan sahabatnya di Singapura,” ujar pengurus PERWAMKI, Pdt. Sapta B.U. Sigaian, M.Th, Pemimpin Redaksi Tabloid Solafide, yang baru-baru ini sudah menyelesaikan pendidikannya dari LEMHANNAS dengan predikat memuaskan.

Yusak selama ini di dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua PERWAMKI dinilai rajin menyambangi penasihat untuk meminta arahan atau bimbingan. Sebagai figur muda ia mengatakan, kita perlu banyak belajar dari para orangtua atau senior. Dalam mengembangkan PERWAMKI, kata Yusak, ia akan berupaya membangun cabang-cabang di Papua, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara dan Kalimantan. Selain itu, ia ingin membuat portal atau website dari PERWAMKI, yang tujuannya membagikan kabar kebenaran atau kabar baik. FD  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here