Ayam Menelorkan Emas

* Oleh: Pdt. Rachman Tua Munthe, M.Th

74

Narwastu.id – Seingat saya waktu itu, saya ahasiswa di Fakultas Teologia Pematang Siantar (Sumatera Utara) pada 1971-1976, dan beliau setelah pensiun ikut dosen saya (Dosen luar biasa) mengajarkan Bahasa Batak yang benar. Ada ilustrasi khotbah Ephorus Emeritus Pdt. DR. Justin Sihombing, di tengah-tengah banyak jemaat di satu gereja HKBP seperti ini: Ada seorang bapak membawa ayam dan mempertontonkan ayamnya di kerumunan banyak orang, umumnya kaum bapak. Orang heran dan mengejek seorang bapak itu sambil berkata, mengapa kau bawa ayam di sini? Dia menjawab ayamku ini ajaib, karena ayam yang sangat berharga karena dapat menelorkan emas.

Orang yang mendengar beritanya semua heran, tercengang dan tidak percaya. Bagaimana itu mungkin? Hanya orang bodoh percaya kepadamu. Dia pun berteriak mau menyaksikannya. Mau menyaksikan? Mau, kata semua dengan harapan agar masuk tahi ayam yang bau itu ke mulutnya. Si bapak itu pun memulai kesaksiannya. Diambilnya ayamnya, disediakan air botol Aqua besar dan air kumur-kumur serta disediakan tempat muntahnya yang dapat diselidiki orang. Dia mengisap (mangoncop) ekor ayamnya sampai keluar emasnya. Lalu dimuntahkan ke tempatnya, ikut emas. Sambil sangat merasa capek. Dia pun berteriak lihat, lihat ini, sambil dia berkumur-kumur karena bercampur tena (tahi). Dan merasa sangat capek. Orang pun heran, tercengang bercampur malu dalam hati.

Tapi orang yang tidak percaya itu mengatakan, itu bohong-bohongan, karena bentuk emas yang mudah keluar saat BAB. Dan dikatakan emas itu telah kau masukkan lebih dulu ke mulutmu. Dan dia pun tidak mau kalah. Mau kucoba untuk kedua kali? sambil berseru. Orang berteriak mau. Kemudian dioncop (dihisap) untuk kedua kali ekor ayam itu. Sambil berbuat sangat lelahnya.

Setelah semua memeriksa bahwa emas tidak ada di mulutnya. Dengan memperhatikan semua gerakannya, seorang bapak itu memulai lagi aksinya. Sesudahnya dimuntahkan dan disuruhnya disaksikan, ada emas bercampur tahi ayam hangat yang bau.

Setelah itu ia tidak mau lagi bersaksi. Kita tunggu lagi waktu yang tepat, katanya. Tiba-tiba terjadi tawar menawar membeli ayamnya itu, Rp 50 juta dan Rp 25 juta. Dia melihat bayar ayamnya dan ikut emasnya dibeli, sudah melalui harganya, tapi belum ikut jasa mangoncop tahi ayam. Akhirnya, terjadilah ada membelinya seorang bapak si kaya kontan seharga Rp 50 juta. Ayam bersama emas yang dua itu. Setelah merima uangnya dia langsung pulang ke rumahnya. Orang banyak pun bubar.

Tiba pembeli ayam yang sangat mahal itu bergegas pulang ke rumahnya, memelihara ayamnya bersama seekor ayam jantan sehat dengan baik dan sangat sayangnya dan menunggu waktu keluarnya, dengan menyimpan semua tahinya saat BAB. Karena sudah lama sekali tidak ada emas. Dia pun nekat mangoncop ekor ayamnya, beberapa kali sampai dia muak karena bau sekali tena itu di mulutnya. Dan dia berhenti dan menunggunya begitu lama. Namun bebeberapa kali dioncop si kaya ini selalu keluar tena. Belum waktunya kata hatinya sebelumnya. Sambil berpikir apakah aku ini termasuk orang bodoh?

He…he…he…wk…wk…wk. Matius 7:15-19, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.

Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Salam sejahtera buat saudara yang membaca renungan ini, Tuhan Yesus Kristus memberkatimu. Jadilah firmanMu dalam hidupku.

 

* Penulis adalah mantan Kepala Biro Informasi Sinode HKBP, pernah bertugas di HKBP Sudirman Jakarta, dan mantan Praeses HKBP Sumbagsel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here