Pemerintah Didesak PID untuk Cegah Ajaran Khilafah Masuk ke Dunia Pendidikan

27
Mangasi Sihombing.

Narwastu.id – Pada 3 Oktober 2020 lalu, Wakil Ketua Umum DPP Partai Indonesia Damai (PID), Mangasi Sihombing mengirimkan sikap partainya terkait dengan persoalan memprihatinkan yang terjadi di tengah masyarakat ke Redaksi Majalah NARWASTU. Disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melayangkan surat instruksi kepada para kepala SMA/SMK di wilayah kerjanya untuk mewajibkan para siswa membaca buku karya Felix Siauw, Muhammad Al Fatih 1453, dan membuat resensi buku dalam gaya bahasa masing-masing. Resensi itu akan diteruskan melalui jalur hirarki administrasi hingga ke meja kepala dinas. Surat instruksi ini dikeluarkan pada 30 September 2020, lalu besoknya, pada 1 Oktober 2020 ditarik kembali oleh yang bersangkutan.

Atas dasar itu, Partai Indonesia Damai yang dipimpin ketua umum Apri Hananto Sukandar mendesak Pemerintah untuk mencegah hal serupa di masa depan, mengingat ideologi Khilafah telah merasuk ke dunia pendidikan. Hal tersebut ditegaskan Mangasi Sihombing dalam pernyataan sikap partainya, yang melihat ideologi Khilafah bertentangan dengan Pancasila.

Sekadar tahu, Muhammad Al Fatih 1453 adalah Sultan Mahmud II, seorang penguasa Ottoman (Turki) yang berambisi untuk dan berhasil menaklukkan Konstantinopel yang beragama Kristen. Felix Siauw adalah seorang berdarah Tionghoa yang telah menanggalkan kepercayaan lamanya dan menjadi seorang muslim. Kebanggaannya terhadap Sultan Mahmud II terlihat dari anaknya yang diberi nama Muhammad Al Fatih, yaitu nama Mahmud II sebelum menjadi sultan. Uztad Felix Siauw banyak menulis dengan topik-topik dan perspektif yang berkaitan dengan HTI yang sudah dilarang Pemerintah.

Patut diduga tujuan awal Muhammad Soleh dengan instruksinya itu agar para siswa di wilayah kerjanya meniru semangat perjuangan Sultan Mahmud II. “Mungkin belakangan Muhammad Soleh menyadari kekeliruannya, lalu dengan cepat memperbaiki dengan menarik kembali instruksinya,” tandas Mangasi Sihombing, yang juga Pembina Visi Indonesia Unggul (VIU), pemuka masyarakat dan pernah menjadi Duta Besar RI di Eropa. Mangasi yang juga diplomat senior termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2019 Pilihan Majalah NARWASTU.” Dia pun mantan Ketua PERKI (Persekutuan Kristen Indonesia) di Eropa. MT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here