Mantan Ketua Umum Sinode GKO Pdt. Hendro Soewarsono, S.Th Telah Dipanggil Bapa Surgawi

125
Mengenang Pdt. Hendro Soewarsono, S.Th.

Narwastu.id – Jemaat Gereja Kristen Oikoumene (GKO) berduka. Pada Minggu, 20 September 2020, mantan Ketua Umum Sinode GKO, Pdt. Em. Hendro Soewarsono, S.Th meninggal dunia pada pukul 00:43 WIB di Rumah Sakit Hermina, Depok, Jawa Barat, di usia 74 tahun. Pak Hendro, demikian almarhum sering dipanggil, melayani di GKO sejak tahun 1977 dan pernah menjadi Ketua Umum Sinode GKO selama empat periode. Beliaulah sosok di balik berdirinya GKO pertama kali di Depok yang memulai ibadah dari rumah ke rumah dengan jemaat yang rata-rata merupakan pendatang dari kota lain yang pindah ke Depok dengan berbagai latar belakang gereja.

Pdt. Hendro Soewarsono, S.Th.

Lulusan STT Jakarta tahun 1972 yang ditahbiskan menjadi pendeta di GKJ Semarang Timur ini pernah menjadi Kepala Sekolah di SMAK V Penabur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan SMAK IV Penabur Sunrise Garden. Ia pensiun dari Penabur tahun 2006. Pdt. Hendro lahir di Bantul, DI Yogyakarta, 23 Januari 1946, menikah dengan Rahyuni dan dikaruniai 4 orang orang anak, masing-masing Pdt. Ardyani Dyah Kristianti, Bambang Tutuko Adi Nugroho, Cahyani Puji Utami, dan Dani Kharisma Putri. Ibadah pelepasan jenazah Pdt. Hendro Soewarsono dilaksanakan di gereja GKO Jemaat Depok 1 pada 21 September 2020 dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sinode GKO Pdt. Hermanus Laelu, Th.D.

Mengenang almarhum dalam khotbahnya, Pdt. Laelu memberi catatan penting, “Karena jerih payah tidak sia-sia, maka kita harus mempersembahkan potensi kita yang terbaik untuk pelebaran kerajaan Kristus. Baik talenta atau kecakapan atau keahlian bahkan karunia kita wujudkan bagi kemuliaan Kristus. Itu semua sudah dibuktikan oleh almarhum Pdt. Hendro.”

Pdt. Hendro Soewarsono, S.Th. Bersama dengan Keluarga

Pendeta yang terkenal senang memberkati orang saat ketemu dengan cara menumpangkan tangan di kepala ini telah tiada. Tapi jemaat GKO yang ada di 9 provinsi di tanah air serta ratusan murid sekolah Penabur yang tersebar di penjuru dunia akan terus mengenang beliau sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi dan mengasihi Tuhan. Selamat jalan, Pak Hendro. Seperti pesan khas di setiap akhir khotbahmu, kami akan terus berjuang selama kami masih diberi waktu di dunia ini. RR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here