Meninggalkan Nama Baik

* Oleh: Fredrik J. Pinakunary, S.H., S.E.

19

Narwastu.id – Kisah Para Rasul 9:36-37, …Perempuan itu (Dorkas) banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal.

Suasana duka dan rasa kehilangan kembali hadir baru-baru ini, Jakob Oetama dan Yopie Latul, dua figur penting di bangsa ini berpulang ke pangkuan Sang Pencipta. Kematian adalah sebuah keniscayaan, tapi apa yang akan ditinggalkan setelah kematian itulah yang membedakan masing-masing orang. Dalam Alkitab dikisahkan tentang Dorkas yang terkenal banyak melakukan pelayanan kasih, dengan membuat dan memberikan pakaian bagi janda-janda dan sedekah bagi orang miskin. Ketika ia meninggal, datanglah janda-janda mendekati mayatnya dengan membawa semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas selama dia masih hidup, dan tentunya membicarakan atau mengenang segala kebaikan yang dibuat selama hidupnya (Kis. 9).

Ada pepatah: Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Untuk itu setiap kita perlu memikirkan sosok seperti apa diri kita yang diharapkan akan dibicarakan orang ketika kita “berpulang” nanti. Salomo orang terkaya di dunia berkata: Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar (Amsal 22:1). Akhir segala sesuatu lebih baik dari pada awalnya (Pkh. 7:8). Oleh karena itu, milikilah pergaulan yang erat dengan Firman Tuhan agar menjadi orang yang berhikmat, berintegritas sehingga tidak mudah jatuh dalam dosa memperkaya diri sendiri dengan segala cara, atau melakukan hal-hal yang sesaat terasa  “nikmat” namun bersalah di mata Tuhan dan hukum. Sadarilah bahwa Kristus ada di dalam kita (Yoh 14:20) dan Dia telah menjadi hikmat kita (1 Kor. 1:30) maka kita akan melakukan hal-hal benar, baik dan terpuji selama hidup dan jika kembali ke pangkuan Bapa di surga nanti, figur atau sosok kita yang baik akan ditinggalkan sebagai warisan untuk diteladani dan sekaligus membanggakan anak cucu kita. Amin. Rest in peace, Jakob Oetama, Yopie Latul.

 

* Penulis adalah Ketua Umum Perhimpunan Profesi Hukum Kristiani Imdonesia (PPHKI), advokat dan anggota FORKOM NARWASTU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here