Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H. Syukuri HUT Ke-56 di Saat Dunia Diterjang Covid-19

114
Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H. dan keluarga.

Narwastu.id – Kubersyukur Padamu Tuhan. Itulah judul lagu yang diciptakan dan dinyanyikan oleh advokat senior dan pakar hukum, Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H. yang merupakan ungkapan dari hati yang sesungguhnya dialaminya. “Betapa baiknya Tuhan itu yang masih memberi nafas kehidupan kepada kita hingga hari ini. Dengan pengalaman pernah sakit kurang lebih dua tahun (2017-2019) yang mengakibatkan berat badan saya berkurang secara drastis 32 kg. Saat itu dari gemuk sampai sempat berat badan tinggal 47 kg dan opname di rumah sakit 10 kali, termasuk di Pantai Hospital Penang. Jujur hanya karena kasih Tuhanlah saya sembuh secara mujizat dari lima macam penyakit yang saya derita,” ungkapnya. “Saya akan selalu menceritakan pengalaman saya bahwa Tuhan Yesus amat baik dan semua FirmanNya adalah iya dan amin,” ujar mantan Wakil Sekjen DPN PERADI ini dan mantan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP IKADIN ini.

“Selama dua tahun saya terpuruk karena sakit, namun justru di balik peristiwa itu saya semakin merasakan kasih Tuhan. Karena di saat saya sudah tidak ada lagi kekuatan, baik dari segi fisik maupun dari finansial namun di saat saya datang lagi kepada Tuhan dengan kerendahan hati mengakui semua dosa serta tetap mengucap syukur, ternyata Tuhan tetap setia. Dan di situlah pertolongan Tuhan saya alami secara mukjizat,” cetus salah satu Penasihat Majalah NARWASTU dan Ketua Umum Keluarga Besar Marga Panggabean Se-Jabodetabek ini.

“Ketika itu di suatu pagi saat masih sakit dan dirawat di rumah, perasaan saya sudah aneh, saya panggil istriku dan saya katakan, ‘Mama saya sudah tidak kuat lagi’, istriku memandang saya dan berkata, ‘Jangan Pa, jangan membunuh kami.’ Mendengar ungkapan itu aku terhentak, ternyata maksud istriku kata ‘membunuh’ kalau saya apa-apa mereka akan susah karena memang ketika itu ketiga anak saya masih di akhir-akhir perkuliahan yang membutuhkan biaya. Saat itu saya katakan kepada istriku, obat saya sudah habis dan uang kita sudah tidak ada lagi untuk membeli, kalaupun kita cari pinjaman lagi untuk beli obat nanti ginjal saya bisa juga menjadi rusak. Karena sudah 2 tahun makan obat terus minimal 5 sampai 7 butir sekali minum dan 3 kali setiap hari. Akhirnya saya dan istri ketika itu sepakat agar kami menyerahkan diri dan berharap kepada Tuhan saja serta berdoa kepada Tuhan agar diberikan kesembuhan,” paparnya.

Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H.

Hari itu, imbuh Jhon, mereka membaca Firman Tuhan dari Markus 11 ayat 24 yang berbunyi, ”Karena itu Aku berkata kepadamu, apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” “Kami imani firman itu dan saat itu kami teringat pengalaman sata pada tahun 1995 saya sudah pernah juga sakit dan disembuhkan Tuhan secara mukjizat. Saat itu saya sakit dan setelah menyerahkan diri kepada Tuhan di mana saat menaikkan lagu puji-pujian dan berdoa, tiba-tiba saya rasakan dari ujung kepala seperti minyak mengalir sampai ke seluruh tubuhku dan saya sembuh total. Dan sejak saat itu tahun 1995 sampai 2016 (21 tahun) tidak pernah sakit atau minum obat lagi dan saat menerima kesembuhan, saat itu saya berjanji akan menyerahkan hidup kepada Tuhan dan saya akan hidup sesuai firman Tuhan. Iya sekitar 8 tahun saya setia sekalipun mengalami banyak pergumulan, tapi janji tersebut belakangan saya ingkari karena saat sudah diberkati dan sudah sibuk dengan profesi dan organisasi, ternyata tidak saya jalankan lagi secara utuh. Tadinya sudah pelayanan ternyata jadi jarang pelayanan, bahkan pola hidup dan pola makan sudah tidak teratur lagi, bahkan sering begadang, sehingga pengalaman sakit yang lebih parah terulang lagi dari tahun 2017 sampai 2019,” pungkasnya.

Jhon S.E. Panggabean, S.H., M.H.

Kembali ke cerita awal saat sakit terakhir, setelah mereka berserah total kepada Tuhan dan ia bersama istri mengimani bahwa doa mereka dikabulkan Tuhan, besoknya seperti biasa ia diantar ke kantor yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Karena sejak setahun setelah sakit, kantornya sudah pindah di dekat rumahnya. “Saat itu saya sudah mulai bisa jalan pelan-pelan. Namun sudah 7 bulan dilarang dokter kena sinar atau paparan matahari karena salah satu sakit penyakit saya autoimun. Siang itu sewaktu saya di kantor saya berdoa lagi kepada Tuhan, “Kalau Tuhan berkenan tolong sembuhkan saya, dan saat ini saya akan berjalan kaki ke rumah di atas terik matahari.” Sewaktu saya berjalan kena terik matahari saya imani bahwa Tuhan mendengar doa saya. Sewaktu sampai di depan pagar rumah, istriku serasa berteriak, ”Papa, kok, jalan dan kena matahari.” Saya jawab, Tuhan Yesus telah menyembuhkan saya sesuai doa kita kemarin,” terangnya.

Ternyata benar, Tuhan Yesus sungguh baik, karena mulai saat itu menjadi kenyataan Jhon sembuh dan mulai saat itu tidak berobat lagi. Bahkan, yang tadinya sudah tidak bisa apa-apa ternyata mulai saat itu dan beberapa lama kemudian ia sudah bisa kembali berolahraga. “Puji Tuhan, saya mendapatkan kesembuhan dari Tuhan. Kemudian saya mulai aktif berkegiatan dan karena kasih Tuhan diundang bersaksi, bahkan membawa renungan Firman di beberapa gereja terutama sebelum terjadi wabah virus corona. Yang saya syukuri lagi, pada saat disembuhkan ketiga anak saya, Samuel Panggabean, Clara Panggabean serta Gracia Panggabean tamat kuliah dan saat ini ketiganya sudah bekerja. Samuel Panggabean menjadi pendeta. Clara Panggabean dan Gracia Panggabean jadi calon advokat. Kami juga sangat  bersyukur karena walaupun beberapa bulan setelah sembuh dan baru aktif berkegiatan menangani perkara sebagai advokat ternyata terjadi wabah virus corona di Indonesia,” kisahnya.

Karena kantornya telah pindah di dekat rumahnya, maka mereka tetap masuk kantor dan selalu kebaktian di kantor dan minta agar Tuhan memberi kesibukan kerja. “Puji Tuhan, klienku yang lama dan baru mulai berdatangan lagi, dan saya serasa dipulihkan Tuhan. Bukan hanya kesehatan fisik dipulihkan, tetapi dari segi berkat jasmani terutama rohani. Pengalaman saya, kalau kita datang dan melekat kepada Tuhan serta mengimani atau percaya doa kita dikabulkan, maka hal itu menjadi kenyataan dan berkat-berkatNya akan dicurahkan,” ungkap Ketua DPC PERADI SAI Jakarta Timur, dan figur yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2011 Pilihan Majalah NARWASTU” ini.  Menurut Jhon, “Lagu kubersyukur dan berterima kasih padaMu Tuhan atas hidup yang Engkau berikan hingga hari ini, ku tak akan bimbang lagi, kutak akan ragu lagi karena Engkau selalu menuntunku di setiap langkah hidupku. Lagu yang baru saya tulis dan saya nyanyikan tersebut dapat didengar di YouTube Chanel Jhon SE Panggabean sebagai ungkapan syukur saya. Kiranya Tuhan Jesus menyertai dan memberkati kita. Amin,” pungkas pria yang punya obsesi menulis buku seputar penegakan hukum di Indonesia, dan ingin lagi mengikuti kuliah program S3 atau ingin jadi Doktor Hukum ini. JF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here