Diskusi Pengamat Sosial Politik dan Militer serta Mantan Petinggi Menkopolhukam RI di Kantor NARWASTU

43
Pengurus DPP API diabadikan bersama Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe. S.Sos dan tim.

Narwastu.id – Pada Kamis, 27 Agustus 2020 lalu, kembali Majalah NARWASTU mengadakan diskusi terbatas mengenai situasi Indonesia terkini di kantor majalah dengan motto “Menyuarakan Kabar Baik” ini di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Pembicara kali ini mantan Asisten Deputi VII Menkopolhukam RI, serta pengamat sosial politik dan militer, Brigjen TNI (Purn.) Harsanto Adi S., M.M. Mantan Sekretaris Pribadi SBY (saat Menkopolhukam RI), anggota Bravo 5 dan pria yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2012 Pilihan Majalah NARWASTU” ini, kini juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP API (Asosiasi Pendeta Indonesia), dan dia didampingi empat pengurus API.

Diskusi ini dipandu Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos, dan hadir pula salah satu Penasihat NARWASTU, Pdt. DR. Anna Nenoharan. Dalam diskusi itu, ada lima pokok-pokok pikiran penting yang muncul saat diskusi. Pertama, Presiden RI Joko Widodo yang sudah menang di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 yang berlangsung begitu sengit merupakan pemimpin bangsa yang dipilih rakyat dan Pancasilais. Sehingga masyarakat Indonesia harus terus mendoakan dan mendukungnya, apalagi saat ini Indonesia menghadapi wabah Covid-19 dan krisis ekonomi. “Pemerintahan Pak Jokowi harus kita dukung. Dan peran umat Kristiani pun tak kecil saat mendukung Pak Jokowi,” ujar salah satu penggagas Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) itu.

Suasana acara diskusi terbatas di kantor Majalah NARWASTU bersama tokoh-tokoh nasionalis.

Kedua, partai politik (Parpol) di negeri ini mesti ikut menjaga Pancasila, dan kelompok-kelompok yang ingin mengusik ideologi bangsa mesti menyadari bahwa bangsa yang majemuk ini adalah anugerah Tuhan yang mesti dijaga. Ketiga, elite-elite politik Kristiani, baik yang di eksekutif, legislatif, yudikatif dan pengusaha mesti ikut membangun negeri ini agar damai sejahtera dan mesti menghindari korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Suasana setelah acara diskusi terbatas dan santap siang di kantor Majalah NARWASTU bersama tokoh-tokoh nasionalis.

Keempat, ormas-ormas Kristen, media Kristiani dan sinode-sinode gereja di Indonesia mesti ikut mendukung pemulihan negeri ini supaya bebas dari wabah Covid-19 dan resesi ekonomi, serta ikut mencegah bahaya korupsi, terorisme dan bahaya narkoba. Kelima, Indonesia ini merupakan anugerah bagi kita. Saat Indonesia sudah 75 tahun merdeka, maka kita harus terus berdoa untuk kesejahteraan, kedamaian dan kemakmuran Indonesia.

“Kita jangan takut saat menghadapi situasi saat ini, terutama menghadapi wabah corona. Kita punya Tuhan yang maha baik, sehingga kita harus terus berdoa bagi Indonesia,” ujar Pdt. Anna Nenoharan. Mereka lebih dari dua jam berdiskusi, lalu dilanjutkan dengan bersantap siang. Doa pembuka di acara ini dipanjatkan Hotman Lumban Gaol, S.Th yang juga Sekretaris Forum Jurnalis Batak (FORJUBA) dan doa penutup/berkat oleh Pdt. Anna Nenoharan. HF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here