Dinamika Majalah NARWASTU di Masa Pandemi Covid-19

* Oleh: Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A.

23
Suasana ibadah dan makan siang bareng di kantor NARWASTU bersama Penasihat.

Narwastu.id – Mazmur 121:2, “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Inilah pegangan hidup kita, umat Kristiani sepanjang masa. Pertolongan TUHAN. Kita telah “ditolong” dengan kehadiran Yesus Kristus ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya yang akan membawanya kepada kematian kekal. Ya, TUHAN adalah penolong abadi bagi kita. Hal ini tentu saja terkait juga untuk masa sekarang saat umat manusia “berperang” melawan pandemi Covid-19. Adakah manusia yang mampu menghancurkan virus ini? Sejauh ini, justru kehidupan manusialah yang dihancurkan virus ini. Dan, siapa yang menolong? Usaha manusia memberikan pertolongan sangatlah terbatas.

Ternyata hanyalah TUHAN yang utama menolong kita. Saat ini umat manusia sangat memerlukan pertolongan TUHAN dalam banyak bidang. Nah, sebagai pengamat media, bahkan turut juga berada di dalam media, salah satu bidang yang saya amati adalah Majalah NARWASTU. Terutama pada masa pandemi Covid-19 ini.

Menurut hemat saya, majalah ini banyak sekali merasakan/mendapatkan pertolongan Tuhan. Di saat perekonomian Indonesia sedang terpuruk saat ini, NARWASTU tetap dapat terbit rutin dalam bentuk cetak, selain tampil dengan online. Tidak sedikit biaya operasional yang diperlukan untuk mencetak majalah ini. TUHAN menyediakan tepat waktu. Bahkan, pada masa masyarakat Indonesia sangat membutuhkan “bansos” dari pemerintah, Majalah NARWASTU mendapat kesempatan juga untuk menjadi penyalur berkat “sembako” yang diperoleh dari sumbangan para pembaca dan simpatisan atau sahabat NARWASTU. Ini tentu sangat disyukuri oleh pimpinan dan tim kerja majalah Kristiani ini.

Pertolongan TUHAN juga datang dalam bentuk kepedulian dengan kehadiran tokoh-tokoh Kristiani ke kantor majalah ini. Untuk berdiskusi tentang banyak hal yang inti perbincangan itu dipublikasikan kepada umat/masyarakat. Pun, tentu doa-doa yang dipanjatkan tamu-tamu khusus itu agar NARWASTU selalu diberkatiNya, adalah juga bagian yang sangat disyukuri pengurus majalah ini. Saya sendiri pun secara khusus, sendirian, pernah datang ke kantor majalah ini. Pasca PSBB memasuki “new normal” saya datang berkunjung dan diterima dengan ramah dan gembira oleh pemimpin dan staf majalah ini.

Kami hormati protokol kesehatan, kami berbincang dan mendiskusikan hal-hal aktual di negeri ini. Pun tak lupa menyeduh minuman khusus yang hangat. Nyaman terasa, saat berkunjung ke kantor majalah ini. Sampai akhirnya, saat mau pamit pulang, sebagai seorang pendeta saya pun berdoa dan memberikan renungan pendek firman Tuhan untuk meneguhkan hati para staf dan Bung Jonro I. Munthe selaku pimpinan majalah ini.

Satu hal lagi yang sangat bermanfaat bagi NARWASTU yang juga bagian dari dinamika hidupnya adalah kehadiran Persekutuan Doa “Narwastu.” Ada dua orang ibu yang luar biasa dan sangat berperan mendirikan persekutuan doa ini. Yakni, Ibu Pdt. Dr. Anna B. Nenoharan, M.Th (saat ini usia 78 tahun, sesepuh Sinode GEKINDO) dan Ibu St. Berta Purba-Saragih, S.PAK (saat ini usia 81 tahun, mantan anggota DPR-RI). Kedua ibu ini sangat aktif berorganisasi di level nasional, dan dikenal publik. Nah, persekutuan doa bulanan yang sudah berlangsung sejak April 2019 ini, sungguh menghadirkan sukacita, kasih kekeluargaan yang saling menopang dan saling bersaksi usai penyampaian khotbah dari hamba Tuhan yang mendapat giliran bertugas. Dan usai ibadah, dilanjutkan makan siang bersama. Yang belakangan ini Ibu Pdt. Anna dan Ibu St. Bertha yang menyediakan nasi dan lauk pauk ala Poso dan ala Simalungun. Dan tentu, dalam kegiatan ibadah persekutuan doa ini kami pun menghormati/mentaati protokol kesehatan

Ya, dinamika hidup kita haruslah menjadi satu kesaksian hidup yang memberkati banyak orang. Di dalamnya ada campur tangan Tuhan yang membuat kita kuat dan semangat menjalani hari-hari hidup ke depan. Majalah NARWASTU sudah merasakan hal ini dan terus berkarya dalam kasih penyertaan/pertolongan TUHAN. Amin.

 

* Penulis adalah akademisi, rohaniwan, jurnalis senior, kolomnis Majalah NARWASTU dan anggota pengurus FORKOM NARWASTU (Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here