Tokoh Kristiani 2017 Versi Majalah NARWASTU Telah Terpilih

* Oleh: Dr. Tema Adiputra Harefa, M.A.

32

Narwastu.id – Adalah sebuah kerja keras bila akhir tahun ini, 2017, Majalah NARWASTU kembali mengumumkan sejumlah nama yang menjadi tokoh Kristiani pilihannya. Hal ini sudah menjadi “tradisi” majalah Kristiani yang sudah lama terkenal di Indonesia ini. Dan, ini bukan pekerjaan mudah. Tim yang bekerja memilih tokoh-tokoh itu harus memiliki kepekaan dan terutama pengamatan terhadap kiprah sang tokoh dalam berbagai aktivitasnya, yang tentu saja terkait pula dengan kegiatan kerohaniannya.

Saya punya pengalaman tentang “pemilihan tokoh kristiani” versi Majalah NARWASTU. Terus terang saja, saya tidak pernah terpikirkan akan disorot oleh tim penyeleksi majalah tersebut. Sampai tiba-tiba saya diberitahu bahwa termasuk dalam sejumlah tokoh Kristiani versi Majalah NARWASTU pada akhir tahun 2014 lalu. Sangat terkejut saya! Dan bertanya-tanya, mengapa bisa terpilih? Nah, setelah dijelaskan serta dituliskan profilnya di NARWASTU, maka akhirnya saya pun dengan penuh ucapan syukur menerima penghargaan itu. Namun yang pasti catatan khususnya adalah, semua karena anugerah-Nya semata-mata, yang memberi kepada saya semangat berkarya di dunia penyiaran rohani Kristiani selama bertahun-tahun untuk mencerdaskan jemaat, demikian inti dari alasan mengapa saya dipilih tim Majalah NARWASTU. Puji Tuhan sajalah!

Selesaikah sampai di situ? Tidak. Usai mengikuti acara Ibadah Natal dan Tahun Baru 2015 yang sekaligus pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh Kristiani yang terpilih untuk tahun 2014 itu, maka hati saya pun dag dig dug. Sedikit lucu situasinya. Mengapa? Ya, karena saya harus mempertanggungjawabkan penghargaan ini di hari-hari ke depan. Penganugerahan tersebut disaksikan oleh banyak orang di dalam ruangan dan diliput banyak media. Yang hadir pada waktu itu antara lain tokoh-tokoh Kristiani versi Majalah NARWASTU pada tahun-tahun sebelumnya, undangan-undangan khusus, dan para jurnalis. Lengkaplah sudah saksi mata untuk acara yang sangat bermakna itu. Artinya, usai “dilantik” bukan berarti selesai, tetapi baru mulai.

Dan seluruh pembaca Majalah NARWASTU di Indonesia maupun di mancanegara, sudah tahu tentang para tokoh Kristiani versi Majalah NAFRWASTU itu karena memang ada diberitakan. Para pembaca itu akan “mengawasi” kehidupan dan karya-karya para tokoh di hari-hari ke depan.     Ya, pemilihan tokoh-tokoh Kristiani versi Majalah NARWASTU untuk tahun 2017 ini, menurut hemat saya memiliki atmosfer istimewa untuk saat ini, dan untuk ke depannya. Apa itu?

Pertama, saat ini negara kita (Indonesia) sedang mengalami persoalan berat. Antara lain gangguan kaum intoleran, koruptor yang semakin banyak tertangkap, kesenjangan sosial/ekonomi, degradasi rohani, kekuatan negatif media sosial, dan lain-lain. Para tokoh Kristiani yang terpilih di tahun 2017 ini adalah “saksi hidup” terhadap semua persoalan yang ada di atas itu. Oleh sebab itu, ketokohan mereka akan terus diuji di masa mendatang untuk turut berkontribusi menangkal gangguan-gangguan tersebut melalui aktivitas/profesinya. Mengapa? Karena seorang tokoh, akan “lenyap” (dengan tanda kutip) manakala tidak berkarya lagi dan tak peduli lagi terhadap kehidupan di sekitarnya, di negerinya bahkan dalam skop dunia yang sudah transparan ini.

Kedua, kata “tokoh Kristiani” ini bukan tidak ringan menyandangnya. Sangat jelas di sini ada mewakili umat agama. Hal ini akan menjadi bumerang bila tidak menjadi “garam dan terang dunia.” Apalagi bila tidak menghayati benar yang namanya “hukum kasih.” Dan untuk hal ini akan banyak tantangan/dilemanya. Umat Kristiani tentu akan memiliki sudut pandang khusus terhadap mereka yang “ditokohkan.” Mereka sejatinya adalah yang harus diteladani. Mereka adalah tempat bertanya. Mereka adalah penyemangat. Mereka (seharusnya juga) adalah pembimbing rohani. Dan di sisi lain, umat non-Kristiani pun akan turut pula “melihat” kiprah para tokoh Kristiani ini. Akankah para tokoh ini menjadi “berkat” juga bagi mereka ataukah sebaliknya? Hm…hm…saya tidak bisa menjawabnya. Jawaban dari pertanyaan saya ini, kembali kepada masing-masing tokoh Kristiani yang menjadi pilihan Majalah NARWASTU.

Menutup tulisan ini, saya hanya ingin berbagi tentang yang satu ini. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan mengawasi dan mengendalikan kehidupan ini. Termasuk memberkati umatNya. Bahwa telah terpilih “Tokoh-tokoh Kristiani versi Majalah NARWASTU untuk tahun 2017” maka itu adalah berkatNya. Terimalah dengan penuh pengucapan syukur. Dan itu menjadi pemicu dan pemacu untuk terus memberikan karya terbaik untukNya dan untuk sesama. Firman Tuhan berkata, Kolose 3:23, “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

 

  • Penulis adalah penyiar/jurnalis senior, akademisi, rohaniwan dan anggota pengurus FORKOM NARWASTU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here