Pst. Louis M. Pakaila Pengusaha yang Melayani Lewat PD Makassar  

102
Pst. Louis M. Pakaila. Memuliakan Tuhan.

Narwastu.id – Pst. Louis M. Pakaila adalah seorang pengusaha yang tergolong sukses yang memberi hidupnya untuk melayani Tuhan. Sekarang pria yang semakin bijaksana menyikapi kehidupan ini, giat melayani lewat Persekutaun Doa (PD) Makassar. Anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi. PD Makassar ingin mengajak semua orang agar semakin mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Selain lewat khotbah-khotbah yang ditampilkan lewat Hamba Tuhan di kebaktiannya, Louis pun mengabarkan Injil lewat album rohani dan paduan suara. Karena lewat lagu pun terbukti banyak orang makin mengenal Yesus.

Album rohani perdana dari Paduan Suara PD Makassar diberi tajuk “Mari Melayani Yesus.” Album itu sudah  diluncurkan pada Januari 2016 lalu. “Dan dicopy sebanyak 10.000, dan dijual di toko-toko buku rohani Kristen di seluruh Indonesia,” jelas Ketua PD Makassar yang juga  produser album ini, Pst. Louis Pakaila (Peace Ambassador for Indonesia).

Hal itu disampaikan Louis kepada NARWASTU saat ditemui dalam sebuah kesempatan di kantornya di Jalan Ciputat Raya Pondok Pinang, No. 16A Lantai 2, Jakarta Selatan. Sehari-harinya Luois memang punya aktivitas yang padat, dan ia pun pemegang hak pembangunan proyek Takalar, Sulawesi Selatan. Louis Pakaila  mengatakan, Persekutuan Doa (PD) Makassar sudah ada sejak 16 tahun lalu. Dan Louis dulu menganut non-Kristen. Ia bersaksi, pernah bertemu dengan Tuhan Yesus, sehingga ia mengalami perubahan hidup yang luar biasa.

Saat berjumpa dengan Tuhan Yesus, katanya, Dia memberikan berkatNya dengan memakai baju putih berkilau, semenjak itu Louis bertobat, kemudian ia menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Hingga  sekarang ia menjadi Ketua PD Makassar. Dan sudah banyak orang dan tempat yang mereka datangi untuk memuliakan Tuhan untuk mengabarkan Injil lewat lagu-lagu rohani dan khotbah Hamba Tuhan.

Louis ingin PD Makassar tidak hanya sebuah persekutuan doa atau tempat beribadah bagi setiap orang percaya (orang Kristen). Tetapi lebih dari itu, ia ingin membuat PD Makassar untuk bagi banyak orang untuk memuliakan Tuhan Yesus. Karena itu pula terwujud obsesi mereka untuk membuat album rohani Paduan Suara PD Makassar. Tujuannya untuk membuat album ini, imbuhnya, supaya nama Yesus dimuliakan dan terus bergaung sehingga didengar banyak orang.

Album rohani Paduan Suara PD Makassar ini, terdiri dari 10 lagu, yang melibatkan penyanyi ternama, seperti Lita Zein, Pst. Louis Pakaila dan istrinya Maria Ida Rosida, Risma Simbolon, Alfred Matulapelwa, Alfonso Sahetapy, Pesona Singer’s, Dora S. Latumenten dan Wanda Tanasale.

Dan album rohani dari Paduan Suara PD Makassar “Mari Melayani Yesus” ini terdiri dari 10 lagu, yaitu  Jadikan PD Makassar TerangMu, Tuhan Adalah Gembalaku,  Jiwaku Memuji, Tinggal di Dalamku, Bersoraklah, Tengoklah, Benih Dalam Bejana, Kerinduanku, Selamanya Kucinta, dan Hatiku Telah Siap. Ada 7 lagu ciptaan Alfred Matulapelwa, yang juga arranger. Dan ada pula lagu ciptaan Maria Ida Rosida, istri dari Pst. Louis M. Pakaila.

Maria Ida Rosida lahir di Garut, Jawa Barat, pada 11 Oktober 1972 lalu. Ida merupakan lulusan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan PG TK. Dulunya ia guru TK di sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak. Ida menceritakan kepada NARWASTU, bahwa pengenalannya akan Yesus Kristus berawal saat ia mendengarkan sebuah lagu instrumen rohani. Ketika itu Ida sedang menghadapi suatu masalah berat dalam kehidupan rumah tangganya. Anehnya lagu instrumental yang ia dengarkan mampu membuat hatinya tenang dan damai, walaupun hanya mendengarkan lagu-lagu tanpa kata.

Dari mendengarkan lagu tanpa kata telah membawa langkah Ida ke sebuah toko rohani guna membeli sebuah kaset rohani. Dalam lagu-lagu rohani yang ia dengarkan Ida merasakan kedamaian dan ketenangan, bahkan penghiburan. Dan benar saja, setelah mencermati syair lagu rohani yang didengarkan ia semakin tertarik untuk mencari tahu tentang kata-kata yang tersirat di lagu-lagu rohani itu. Lalu ia membeli Alkitab. Ketika Ida membaca ayat-ayat di Alkitab ia heran, karena Alkitab ternyata luar biasa.

Sungguh menjadi sebuah jawaban dalam persoalannya saat itu. Di Alkitab ada ayat-ayat penghiburan, ada ayat-ayat untuk menghadapi kekhawatiran, dan ada ayat-ayat yang memberinya kekuatan. Di Kitab Amsal dan Mazmur ia mendapat penghiburan dan kekuatan. Ia pun merenungkan Firman Tuhan ini selama enam hari enam  malam.  Ida yang tadinya tidak percaya karena tidak pernah diberi tahu, bahkan dilarang untuk mendengarkan berbagai hal tentang kebenaran Firman Tuhan, pada akhirnya menerima Yesus di dalam hatinya.

Menurutnya, Yesus adalah jawaban yang sangat penting baginya. Yesus sudah mati di kayu salib dan menebus semua dosa umat manusia. Lalu Yesus naik ke surga untuk menyediakan tempat buat anak-anakNya yang percaya kepada  janji-janjiNya.

Yesus menyatakan diriNya kepada Ida lewat FirmanNya dan pengalaman pribadinya. Saat Ida fokus kepada Tuhan lewat persekutuan doa di Gereja Bethany ia pun melihat mukjizat Tuhan. Karakter dan pola pikirnya pun berubah. Dari perkawinannya dengan Pst. Louis Pakaila mereka memperoleh seorang putera yang kini berusia 5 tahun bernama Elym Gregorius Pakaila. Dari perkawinan sebelumnya Ida memperoleh tiga putra-putri, Fatwa Maulidiah, Sabil Sahid, dan Ikram Sakinah yang kini sedang menyelesaikan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha, Bandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here