Pdt. DR. Nus Reimas Berdoa dan Menikmati Kebersamaan dengan Keluarga di Rumah

45

Narwastu.id – Sudah 47 tahun Pdt. DR. Nus Reimas melayani, namun baru tahun 2020 ini ia beristirahat lebih dari sebulan di rumah, karena ada wabah virus corona Covid-19. Keruan saja ada banyak jadwal pelayanan tokoh gereja aras nasional ini batal, termasuk agenda berkunjung ke luar negeri pun batal karena wabah Covid-19 ini terjadi secara global di seluruh penjuru dunia. Dalam sejumlah rekaman videonya, yang banyak beredar di media sosial, termasuk group WA, Pdt. Nus Reimas dalam renungan singkatnya memberi motivasi kepada umat agar jangan takut berlebihan karena wabah corona ini.

Karena, katanya, ada orang yang memborong persediaan makanan karena ketakutan berlebihan. Menurut Ketua Majelis Pertimbangan PGLII ini, Tuhan kita itu maha kasih dan tangannya tak kurang panjang untuk menolong umatNya. Dan imbauan pemerintah agar kita berada di rumah dulu, baik bekerja, belajar dan beribadah agar mata rantai penularan virus corona terputus, itu baik dan harus kita ikuti. Karena tujuan pemerintah baik untuk melindungi warganya dari wabah itu.

Ketua Dewan Pembina Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) dan Pembina Majalah NARWASTU ini menuturkan, kita harus doakan terus pemerintah agar bisa mengatasi penularan virus ini, dan korban-korban virus corona kita doakan pula supaya sembuh dan ditolong Tuhan. Keadaan bangsa kita, imbuhnya, sekarang memang berat, karena pengaruh dari wabah virus ini menyerempet pada keadaan ekonomi dan banyak masyarakat yang susah. Mengenai aktivitas ibadah, ujarnya, kita harus bisa menikmati kebersamaan beribadah dengan keluarga di rumah.

“Saya sudah 47 tahun melayani, dan mulai dari pagi sampai malam Tuhan pakai saya sehabis-habisnya melayani, dan baru di tahun 2020 ini, Tuhan menyatakan agar saya beristirahat di rumah sementara dan happy bersama keluarga di rumah. Kita nikmati saja dan kita sambil berdoa untuk gereja, bangsa dan negara ini agar bebas dari virus corona,” ujar tokoh lintas agama dan mantan Ketua Umum PGLII ini. Terkait dengan aktivitas media Kristiani, seperti Majalah NARWASTU, ujarnya, media Kristiani tak bisa berhenti menyuarakan Kabar Baik.

“Kabar Baik mesti disuarakan terus dan berikan pengharapan pada pembaca. Sekarang ada banyak berita bohong atau hoaks muncul saat bangsa kita menghadapi virus corona, dan itu membuat simpang siur dan kekacauan di tengah masyarakat. Sehingga NARWASTU harus terus menyuarakan berita kasih, damai sejahtera, kesejukan dan pengharapan. Media Kristiani pun jangan ikut-ikutan berita dunia yang banyak membuat berita sensasi dan membuat suasana jadi tegang. Media Kristiani harus tampil beda, dan suarakan terus kasih dan pengharapan,” pungkas Pembina Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU (FORKOM NARWASTU) ini. JK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here