Pelayanan Pembinaan Iman Abigail Ministry di Lapas Pemuda Tangerang

37
Abigail Ministry peduli terhadap saudara-saudara kita yang berada di Lapas Pemuda, Tangerang, Banten.

Narwastu.id – Abigail Ministry kembali melakukan pelayanan pembinaan iman di Lapas Pemuda, Tangerang, Banten, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Pelayanan rutin mereka kali ini menggandeng Ev. Yosi Parjianto S.Th. Ibadah yang dimulai pukul 14.00 di gereja Maranatha – Lapas Pemuda Kls 2A Tangerang tersebut dihadiri cukup banyak warga binaan (napi) yang terlihat haus akan persekutuan dan rindu mendengarkan kebenaran Firman Tuhan.

Pujian penyembahan yang dipimpin oleh Octavia Dameria dan singers dari Abigail Ministry serta diiringi band warga binaan di sana, sungguh membawa sukacita bagi semua yang hadir. Warga binaan terlihat bernyanyi dengan riang dan, bahkan ada yang sampai meneteskan air mata.

Suasana ibadah pelayanan Tim Abigail Ministry di Lapas Pemuda, Tangerang, Banten.

Ev. Yosi Parjianto dalam sharing firman mengingatkan semua yang hadir untuk terus bertekun dalam doa dengan iman kepada Allah yang hidup. “Orang beriman berdoa, orang yang tidak beriman juga berdoa. Yang membedakan keduanya adalah kepada siapa mereka berdoa,” tegas Yosi sambil mengingatkan cerita dalam bacaan 1 Raja-raja 18:20-39 tentang peperangan doa antara Nabi Elia melawan 450 nabi Baal. Hadir juga dalam pelayanan siang itu Mollucas VG, kelompok  vokal beranggotakan para pria asal Maluku yang berjemaat di GKI Pamulang. Mereka  membawakan 2 buah lagu pujian, salah satunya lagu asal Maluku (Api Injil) yang tak kuasa menarik hati para warga binaan asal Maluku untuk maju ke depan bernyanyi bersama sambil mengangkat tangan mereka. Mereka saling mengajak temannya untuk berdiri di depan, bahkan sambil menangis.

Seorang warga binaan siang itu memberikan kesaksian tentang hidupnya yang Tuhan ubahkan justru saat dia berada di dalam tahanan. Dia meyakini meskipun dia sudah mengecewakan isteri dan anak-anaknya, Tuhan pasti akan membereskan dan memulihkan semuanya jika dia percaya dan bertobat.

Saat acara ngobrol sesudah ibadah, salah seorang warga binaan asal Maluku bercerita: “Beta sedih, om. Beta ada di tempat ini karena kasus pembunuhan. Tapi beta tahu Tuhan masih sayang beta,” ujarnya.

Abigail Ministry peduli terhadap saudara-saudara kita yang berada di Lapas Pemuda, Tangerang, Banten.

Sementara itu Ketua Pengurus Yayasan Abigail Ministry, Kusuma Wardhani Haulussy (Ani) menjelaskan, yayasannya telah mengantongi izin dari Kemenkumham sebagai mitra rohani khususnya di lapas tersebut. “Kami dijadwalkan melayani sebulan sekali di sini,” lanjut Ani. Di akhir acara, tim Abigail Ministry mengadakan kuis berhadiah bagi para warga binaan yang diikuti penuh antusias dan sukacita.

Saat semua pelayan berjalan keluar meninggalkan gedung gereja lapas, terdengar teriakan kecil dari seorang warga binaan: “Om, bale lai ee!” (Om, kembali lagi ya.). RR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here