Narwastu.id – Sebagai ungkapan syukur atas pertambahan usia ke-76 tahun, Majelis Pendidikan Kristen (MPK) di Indonesia, menggelar ibadah di GKI Bungur, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 6 Juni 2026.
Selain pengurus, ibadah yang berlangsung hikmat ini dihadiri Sekretaris Umum PGI Pdt. Dr. Darwin Darmawan, dalam acara tersebut perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI yang diwakili Direktur Pendidikan Kristen, Swansono, Janet Jason, dan perwakilan mitra MPK. Pada kesempatan itu, Ketua Umum MPK, Handi Irawan mengungkapkan, di tengah tren penurunan jumlah peserta didik di sejumlah sekolah Kristen, sekolah Kristen harus tetap memberikan dampak bagi masyarakat.
Dia menambahkan, untuk menghadapi tantangan tersebut diperlukan langkah nyata melalui transformasi sekolah Kristen dengan prinsip fructus in altum. Prinsip ini diwujudkan melalui tujuh langkah strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas guru, dukungan gereja, serta keterlibatan para pemangku kepentingan yang peduli terhadap kemajuan pendidikan Kristen. Selain itu, MPK mendorong persiapan pendirian 1.000 PAUD Kristen di berbagai daerah.
Di acara tersebut, Handi Irawan menyerahkan donasi sebesar Rp 100 juta untuk mendukung pengembangan sekolah Kristen di Toraja.
Dalam khotbahnya, Pdt. Cordelia Gunawan, M.Th. mengangkat kisah orang lumpuh yang dibawa empat orang untuk bertemu Yesus, sebagaimana dicatat dalam Markus 2:1-12. Karena tidak dapat masuk melalui pintu akibat kerumunan orang, mereka membuka atap rumah dan menurunkan orang lumpuh tersebut agar dapat berjumpa dengan Yesus dan memperoleh kesembuhan. Menurutnya, kisah tersebut menggambarkan pentingnya kehadiran “empat orang” yang peduli dan mau berkorban demi kemajuan pendidikan Kristen. Menariknya, Alkitab tidak mencatat nama keempat orang tersebut, namun tindakan mereka membawa perubahan besar bagi kehidupan orang yang ditolong. Pdt. Cordelia mengajak seluruh pengelola pendidikan Kristen untuk terus berjuang meningkatkan kualitas sekolah dengan ketekunan, kerja keras, dan tetap bersandar kepada Tuhan Yesus. LP
























