Narwastu.id – Perayaan HUT ke-76 Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tidak hanya dilaksanakan di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pola Tribuana Kalabahi, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tepat di hari bersejarah, pada Senin, 25 Mei 2026. Hal yang sama juga dilakukan dalam ibadah syukur di Graha Oikoumene PGI, Jakarta, pada Selasa, 2 Juni 2026.
Selain ibadah, perayaan yang juga diisi dengan potong tumpeng ini, tidak hanya dihadiri staf, karyawan, MP-PGI, dan MPH-PGI, tetapi juga perwakilan pimpinan sinode gereja anggota PGI, PGIW, sahabat oikoumenis, serta lembaga mitra.
Dalam sambutannya, Sekretaris Umum PGI, Pdt. Dr. Darwin Darmawan mengingatkan umat agar terus bergandengan tangan memberitakan damai sejahtera Allah kepada seluruh ciptaan. “Kekristenan betul-betul menjadi kekristenan ketika kita, mengutip kata-kata Pak Pdt. Yewangoe keluar dari ghetto rohani, keluar dari egosentrisme, keluar dari sikap yang sangat inward looking menjadi sikap yang mau berbagi shalom Allah bagi yang lain,” ujarnya.
Menurut Sekum PGI, sikap mau berbagi sangat terasa ketika perayaan HUT ke-76 PGI di Alor. “Kami betul-betul mengalami apa yang disebut sebagai keesaan tubuh Kristus, yang mengalami damai sejahtera Allah bersama seluruh ciptaan. Kami disambut dengan sukacita luar biasa, di tengah-tengah Alor yang sebetulnya secara ekonomi kondisinya mengalami banyak keterbatasan,” ujarnya.
Disampaikan pula warga gereja serta umat Muslim turut serta dalam mensukseskan acara meski di tengah keterbatasan. “Saya tersentuh haru, dan hampir menitikkan air mata karena tahu makanan-makanan istimewa yang dihidangkan kepada kita itu rupanya hasil persembahan dari gereja-gereja di desa yang memusatkan pemberian atau persembahannya di kantor klasis lalu mereka gotong royong memasak buat kami,” ungkap Pdt. Darwin Darmawan.
Dia melihat hal semacam ini perlu terus dihidupi oleh gereja-gereja di Indonesia. “Bukankah ini yang hilang dalam kehidupan gereja-gereja khususnya ketika kita dikuasai oleh roh modernisme yang sangat pragmatis, selfish dan cenderung egosentris,” tegasnya.
Sementara itu, Pdt. Husein Shahz Diman dalam khotbahnya juga mengingatkan, tidak ada alasan bagi gereja untuk tidak bersatu, sebagaimana doa Yesus. “Ini menjadi kerinduan hati Tuhan dan menjadi mandat dari keesaan gereja. Selain itu, tidak ada alasan untuk tidak membangun kesadaran kolektif umat sesuai mandat Allah untuk mengusahakan dan memelihara ciptaan,” tukas Ketua Umum GKII ini.
Namun sayangnya, ujar Pdt. Husein Shahz, hal ini sering kali terabaikan karena kerusakan sikap atau dosa yang sudah merusak gambaran Ilahi pada manusia, sehingga melahirkan keserakahan, demi keuntungan pribadi, dan melawan mandat Tuhan untuk merawat dan memelihara ciptaan.
“Maka sebagai gereja kita dipanggil dan diberi mandat untuk mewujudkan keesaan tubuh Kristus, sehingga yang diinginkan oleh Allah dalam penciptaan itu sesuai dengan kehendak Allah,” tukasnya. Seremoni perayaan HUT ke-76 PGI di Graha Oikoumene menjadi semarak dengan adanya prosesi potong tumpeng, tradisi syukuran khas Indonesia, dan nasi kerucut dipotong oleh tokoh penting dan diberikan kepada tamu kehormatan sebagai simbol rasa syukur. Pada kesempatan itu, Pdt. Darwin Darmawan yang melakukan potong tumpeng pertama, dan memberikannya kepada Alida Lientje Lumbantobing, istri dari almarhum Pdt. Dr. SAE. Nababan, Ketua Umum PGI periode 1984-1987. Pemotongan tumpeng selanjutnya dilakukan oleh Ketua Majelis Pertimbangan PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th. Potongan tumpeng diberikan kepada Pdt. Dr. Natan Setiabudi, Ketua Umum PGI periode 2000-2004. Di sela-sela perayaan, sejumlah tokoh serta pimpinan sinode gereja menyampaikan harapan mereka kepada PGI di usianya ke-76 tahun. Seperti yang disampaikan Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Kristen Protestan Injili Indonesia (GKPII), Pdt. Lien Kuhuwael, M.Th. Dia berharap agar PGI terus berkarya dan menjadi berkat bagi gereja-gereja, dan percaya pada Tuhan akan senantiasa menyertai PGI dalam kiprahnya di Indonesia.
Hal senada disampaikan Pdt. Dr. Natan Setiabudi. Dia berharap agar PGI semakin menjadi berkat. Sedangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Intelijensia Kristen Indonesia (PIKI), Benyamin Patondok berharap agar PGI menjadi teladan yang baik bagi seluruh umat dan gereja, serta terus memberikan pemikiran serta sumbangsih kepada negara. “Untuk itu PIKI akan selalu hadir memberi dukungan bagi PGI dan terus membangun komunikasi yang baik,” katanya. Di akhir ibadah syukur perayaan HUT ke-76 PGI, seluruh yang hadir diajak untuk menikmati makan siang bersama. LK

























