Narwastu.id – Kongres VII Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) di Hotel Gran Melia, Jakarta, yang berakhir pada 2 Mei 2026 lalu, telah menetapkan pasangan Maruarar Sirait sebagai Ketua Umum PIKI dan Benyamin Patondok sebagai Sekretaris jenderal PIKI. Keduanya akan memimpin lembaga yang menghimpun kaum intelektual Kristen ini untuk periode 2026-2031. Dalam pemilihan, Maruarar-Patondok bersaing dengan kandidat lainnya, Michael Wattimena yang berpasangan dengan Penrad Siagian. Maruarar-Patondok meraih suara 74, sedangkan Michael-Penrad meraih dukungan 41 suara.
Sosok Maruarar Sirait tidak asing lagi di kalangan warga gereja. Pria kelahiran Medan, lahir 23 Desember 1969 ini adalah politikus dan mantan anggota DPR-RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Setelah bergabung dengan Partai Gerindra dan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024, Ara, begitu panggilannya, dilantik menjadi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Ara memulai kariernya sebagai Manager KKBM Unpar Bandung. Saat duduk di bangku kuliah, ayah dari dua anak ini aktif di organisasi kemahasiswaan, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Melalui organisasi kampus tersebut, Ara banyak belajar mengenai dunia politik yang sarat akan negosiasi dan diskusi. Tak hanya melalui GMKI cabang Bandung, Ara juga bergabung dengan Resimen Mahasiswa Unpar yang kemudian membawanya dalam partai politik PDI-P sejak tahun 1999. Di PDI-P juga ayahandanya, almarhum Sabam Sirait dikenal tokoh yang dihormati.
Usai terpilih di PIKI, sebagaimana dilansir dari salah satu media online, Maruarar Sirait menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi sebagai ruang kolaborasi intelektual yang produktif. “PIKI harus menjadi tempat lahirnya gagasan yang bisa diwujudkan. Kita ingin berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan,” ujar Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025 dalam pernyataannya kepada media.
Dia menambahkan, penguatan kualitas sumber daya manusia dan jejaring antaranggota akan menjadi prioritas utama. “Kita ingin melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” kata Maruarar Sirait yang juga mantan Ketua Umum organisasi sayap PDI-P, Taruna Merah Putih. Diharapkan, di bawah kepemimpinan Maruarar Sirait dan Benyamin Patondok pada lima tahun ke depan, akan menjadikan PIKI sebagai wadah pemikiran, pengembangan ilmu dan pengabdian yang berakar pada iman Kristen yang diperhitungkan di negeri ini. LH


























