Narwastu.id – Sebenarnya, kalau mau lengkap maka inilah yang saya maksud dengan judul di atas: Kebaktian syukur Natal dan Tahun Baru 2026 bersama keluarga besar Majalah NARWASTU serta Pemberian Penghargaan (Award) kepada 21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2025 Pilihan NARWASTU. Tempat acara ini berlangsung di Gereja GSPDI House of Filadelfia, lantai 3 The Belleza Shopping Arcade, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026.
Demikianlah info lengkap di atas saya tulis. Mengapa? Karena itulah sentuhan pertama yang saya rasakan. Untuk diketahui, saya sejak jam 12 siang sudah berada di ruang gereja tersebut karena persiapan tugas sebagai MC/Pemimpin ibadah bersama Ibu Manria. Oh iya, beberapa menit sebelumnya saya ngopi dan mengisi perut dulu di warung kecil pojokan jalan gedung itu. Kemudian saya bertanya ke satpam di mana tempat ibadah? Mereka arahkan saya dengan ramah dan tegas. Jelas, saya nikmati keindahan dan kenyamanan tempat ini. Sangat berbeda dengan tempat acara yang sama berlangsung tahun-tahun sebelumnya di tempat lain.

Sentuhan kedua yang saya rasakan adalah, melihat keadaan ruang ibadah. Melebar dengan penataan kursi yang rapi dalam posisi lurus dan miring dengan tetap bisa fokus melihat ke arah panggung/mimbar. Begitupun saat latihan lagu-lagu dengan menggunakan mikrofon, hm…saya senang sekali (Sebagai praktisi radio siaran) karena setelan suara dari mixer untuk mikrofon menghasilkan suara yang jelas dan jernih. Sehingga hadirin dan penonton di YouTube Majalah NARWASTU yang membuat siaran langsung pastilah senang menikmati suara-suara yang keluar dari mikrofon tersebut.
Sentuhan ketiga yang saya rasakan adalah, undangan yang hadir termasuk 21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2025 yang akan menerima pigura penghargaan; banyak yang saya kenal dan bahkan sudah lama tidak jumpa. Sehingga nuansa reuni pun sangat terasa. Ya, suasana reuni itu sangat terasa. Tebar senyum dan genggam erat tangan bersalaman. Asyiklah. Sentuhan keempat yang saya rasakan adalah, ketika acara/ibadah dimulai. Suasana kaku menjadi cair di awal acara dengan dipandu oleh MC/Pemimpin ibadah. Dan masuklah ke liturgi dengan khusuk dan damai. Sungguh luar biasa pengisi acara/kesaksian pujian yang ada. Penyanyi-penyanyi benar-benar tampak sudah latihan dengan baik, sehingga menghasilkan pujian untuk Tuhan yang menyentuh hati dan kostum yang dipakai menghadirkan semarak warna Natal; wajah-wajah sukacita dengan sinar mata bercahaya.

Bahkan ada pelatih paduan suara yang mengundang hadirin/jemaat untuk bergabung bernyanyi bersama pada sesi lagu kedua. Wah, luar biasa, kebersamaan yang indah. Pun pengkhotbah, Pdt. Gomar Gultom (Ketua Umum PGI periode 2019-2024) memberikan pencerahan baru yakni tentang ora et labora yang diperdalam menjadi: Doakan yang kau kerjakan, kerjakan yang kau doakan. Hal ini terkait dalam hal kita mengerjakan keselamatan sepanjang hidup di dunia ini.

Lanjut, sentuhan kelima yang saya rasakan adalah, saat acara pemberian pigura penghargaan kepada 21 Tokoh Kristiani Inspiratif 2025 versi Majalah NARWASTU. Saat dipanggil satu persatu maju ke panggung; wah…tampak di wajah mereka penuh sukacita dan senyum serta ucapan syukur. Tepuk tangan pun terdengar saat penyerahan pigura yang dilakukan oleh Penasihat NARWASTU dan tokoh-tokoh Kristiani inspiratif yang terpilih pada tahun-tahun sebelumnya. Semua tampak bahagia dalam senyumannya. Juga, ada kesempatan beberapa menit diberikan kepada beberapa dari tokoh itu untuk memberikan kesan dan pesan. Oh iya, satu hal lagi. Gembala GSPDI House of Filadelfia, Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman dan istri terkasih Ibu Melly, mendapat ulos (diulosi) dari Majalah NARWASTU sebagai wujud doa dan kasih. Momentum yang sangat berharga dan bersejarah.

Sentuhan keenam yang saya rasakan adalah, saya bersyukur kembali Lagu “Mars Majalah NARWASTU” dikumandangkan di acara ini. Lagu tersebut saya ciptakan dan sudah dinyanyikan sejak Januari 2020 lalu di acara Natal dan tahun baru Majalah NARWASTU di Graha Bethel, Jakarta. Lagu mars tersebut sekarang sudah sepenuhnya milik Majalah NARWASTU. Nah, selanjutnya saya pun mencatat dalam hati saat acara selesai lalu memasuki momentum makan malam bersama; wah…sangat familiar dan lanjut bincang-bincang melepas rindu pada sobat-sobat yang lama tak bersua.

Yang terakhir dari saya dalam tulisan ini adalah, saran untuk kita semua, ke depan, bila dalam menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” ada sedikit kendala teknis dari musik rekaman pengiring maka sebaiknya lagu tersebut dinyanyikan langsung saja tanpa musik dengan dipimpin oleh dirigen; pun untuk tanda waktu dalam undangan ada baiknya ditulis juga ‘open gate jam berapa’ (mengisi buku tamu dan menikmati snack/kudapan) dan mulai acara jam berapa? Demikianlah kita patut mengucap syukur atas pertolongan Tuhan; semua acara di atas berlangsung lancar. Mari kita ucapkan ini: 1 Tesalonika 5:18, mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
* Penulis adalah rohaniwan, akademisi, penyiar senior radio, penulis buku, pencipta lagu rohani, pengamat sosial kemasyarakatan dan anggota pengurus FORKOM NARWASTU.

























