
Narwastu.id – Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (PERWAMKI) sudah berusia 22 tahun pada 28 Oktober 2025. Usia tersebut disyukuri dengan lebih dulu mengadakan pelatihan jurnalistik dan pembuatan video moderen kepada mahasiswa STT REM di kampus STT itu di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, pada Senin, 27 Oktober 2025. STT REM pula adalah saksi bisu pada September 2003 silam tatkala organisasi pers Kristen itu digagas oleh Stevano Margianto, Eman Dapaloka, Jonro I. Munthe, Celestino Reda, Piter Tarigan, Alfrits Mantiri dan Suratinoyo. Saat itu, mereka ngumpul di kantor Tabloid Victorious yang kini dipimpin Margianto.

Lalu sebulan kemudian pada Oktober 2003, mereka kembali rapat di kantor Majalah NARWASTU di kawasan Pramuka, Jakarta Timur, dengan tuan rumah Jonro Munthe untuk menentukan nama organisasi pers itu dan memilih pengurusnya. Perjalanan PERWAMKI sudah panjang, dan sudah banyak berbuat yang signifikan, seperti memberi informasi yang bermanfaat kepada umat dan memberi edukasi pada publik lewat diskusi, seminar, bahkan melakukan aksi sosial dan kemanusiaan. Dan kerjasama untuk membuat acara pernah dilakukan PERWAMKI dengan lembaga, seperti Kementerian Polhukam RI, PIKI, PGI, PGLII, dan banyak ormas lainnya. Munasnya pernah diadakan di Bogor, Cianjur, Bali dan Singapura. Dinamika pun sudah dialami PERWAMKI, seperti sejumlah anggota mendirikan organisasi sejenis.
Dengan usia tersebut jika PERWAMKI masih ada sampai hari ini, semua hanya karena anugerah Tuhan Yesus. Seperti kebanyakan organisasi profesi lainnya, PERWAMKI pun mengalami pasang surut. Mulai dari bongkar pasang anggota sampai dengan pergantian ketua dengan segala kisahnya yang unik, tegang dan mengundang tawa. Dan terkadang terjadi konflik internal karena perbedaan pendapat. Bagi saya pribadi, hal itu lumrah terjadi. Dan saya nilai perbedaan pendapat atau adu argumen merupakan salah satu pertanda bahwa organisasi tersebut “hidup” dan sehat.

Selain itu, secara tidak langsung melatih para anggotanya untuk belajar memahami satu sama lain, menerima kekurangan dan kelebihannya untuk saling melengkapi. Di Amsal 27:17 dikatakan, “Seperti besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya.” Tentu semuanya bisa berjalan sesuai koridor yang ada jika masing-masing anggota memiliki pengendalian diri yang baik, termasuk kedewasaan dalam berpikir, bersikap, bertindak dan bertutur kata, menanggalkan ego, mengedepankan keterbukaan dan mau merendahkan hati. Dengan semua faktor tersebut, maka kesehatian untuk menjalankan misi dan visi yang ada semakin mudah untuk diwujudkan serta kekompakan akan terpelihara dengan baik. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi informasi seperti sekarang menjadi tantangan tersendiri bagi media Kristiani. Untuk bisa bertahan di tengah gempuran media sejenis, media sekuler bahkan media sosial, maka sebuah media Kristiani harus punya strategi dan “nafas panjang.” Entah sudah berapa banyak media Kristen yang harus gulung tikar baik akibat terjangan ekonomi dan pandemi Covid-19 maupun karena persaingan ketat. Salah satu bentuk untuk tetap mempertahankan eksistensinya, maka dibutuhkan skill individu yang mumpuni dan strategi, termasuk dalam menangkap peluang pasar.
Selain itu, sebagai pewarta kabar baik kita dituntut untuk melakukan hal yang lebih dibanding menjadi wartawan di media sekuler. Artinya di sini adalah bicara bobot sebagai wartawan melek akan kebenaran dengan menjunjung integritas sekaligus profesional. Mengapa, karena lewat tulisan yang dibuat sebetulnya kita tidak hanya memberikan informasi, akan tetapi juga mampu mengubahkan orang lewat kuasa Roh Kudus. Menjadi pewarta kabar baik sebetulnya bukan sekadar profesi, tapi merupakan panggilan hidup. Iya, bekerja di ladang pelayanan adalah orang-orang pilihan.
Tidak ada organisasi dengan para anggotanya yang sempurna. Namun, kita percaya bahwa hanya di dalam Yesus akan disempurnakan untuk menjadi serupa sepertiNya. Kiranya dengan keberadaan PERWAMKI saat ini diharapkan dapat menjadi sebuah organisasi profesi yang memiliki spirit takut akan Tuhan, dan mewartakan kabar baik serta berkontribusi nyata bagi bangsa, negara dan sesama. Jayalah selalu PERWAMKI! “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23).
* Penulis adalah mantan Sekretaris Umum DPP PERWAMKI (2016-2019), lulusan Fakultas Komunikasi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, dan jurnalis Majalah NARWASTU.

























