Jangan Mendendam

* Oleh: Pdt. Risto Efraim Andaki

26

Narwastu.id – Firman Tuhan, “Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata, “Berikanlah aku di sini kepala Yohanes pembaptis di sebuah talam” (Matius 14:6).

Raja Herodes menceraikan isterinya untuk dapat menikah dengan Herodias isteri saudara tirinya Filipus (ayat 3). Yohanes Pembaptis menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil Herodias” (ayat 4). Yohanes mencelanya sebagai “inses” (berzina dengan isteri saudara sendiri) (bd. Imamat 18:16, 20:21). Herodes mau membunuhnya, tapi takut kepada orang banyak yang menghormatinya sebagai Nabi (ayat 5). Maka ia menjebloskan Yohanes ke penjara di benteng Makhaerus di Selatan Laut Mati (ayat 3).

Herodias juga marah, sakit hati dan mendendam, karena teguran itu. Pada hari ulang tahun Herodes, anak Herodias menari dan menyukakan hati Herodes. Herodes berjanji akan memberi apa saja yang diminta (ayat 6, 7). Herodias memanfaatkan kesempatan itu, menghasut anaknya untuk minta kepala Yohanes. Raja sedih namun ia tidak bisa mengingkari janjinya. Ia memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes dan dibawa di sebuah talam (ayat 8-11).

Sebuah Ibadah di GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sebuah teguran yang tulus seharusnya mendapatkan tempat di hati kita. Karena teguran yang baik mencegah kita berbuat kesalahan dan dosa, membawa kita pada pertobatan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Manusia pada masa sekarang karena kesombongannya, tidak mau disalahkan, karena itu sukar menerima teguran. Mereka akan memusuhi orang yang menegur, bahkan kalau perlu membunuh.
Mari belajar untuk terbuka dan rendah hati sehingga dapat menerima teguran. Jangan menyimpan kemarahan (sampai matahari terbenam).

Jangan sakit hati dan mendendam. Dendam dapat menyebabkan kejahatan bahkan pembunuhan. Jika kita tetap memelihara kebenaran dalam kasih, maka akan dijauhkan daripada kita sikap marah, iri hati, dan dengki. Tetaplah hidup dalam kasih Tuhan, maka kasihNya akan menuntun perbuatan kasih yang dinyatakan kepada sesama.

* Penulis adalah Pendeta di GPIB (Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat) Jemaat Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here