Diskusi Media Massa, Medsos dan Pemuda Bersama Pengurus LPMI Se-Indonesia

36
Pdt. DR. Nus Reimas (kiri), Pdt. Drs. William Wairata, M.Th (tengah) dan Jonro I. Munthe, S.Sos (kanan).

Narwastu.id – Pada Kamis siang, 16 September 2021 Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah NARWASTU, Jonro I. Munthe, S.Sos, mendapat kehormatan berbicara seputar media massa Kristen dan media sosial (Medsos) di hadapan 20 pengurus Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) Se-Indonesia. LPMI dikenal dengan mottonya: “Mahasiswa hari ini, esok jadi pemimpin.” Tadinya para pengurus LPMI ini akan bertandang ke kantor Majalah NARWASTU di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, namun karena yang hadir 20 orang, sedangkan kantor Majalah NARWASTU punya keterbatasan tempat, akhirnya disepakati pertemuan di ruang besar Gedung LPMI Lantai 3, Menteng, Jakarta Pusat.

Moderator dalam diskusi sekaligus yang memperkenalkan pengurus LPMI, yakni Pdt. Drs. William Wairata, M.Th (Direktur Nasional LPMI), dan hadir juga sesepuh atau Ketua Dewan Pembina LPMI, Pdt. DR. Nus Reimas, yang dikenal pula tokoh gereja aras nasional dan Pembina Majalah NARWASTU. Hampir satu setengah jam mereka bertukar pikiran, dan Jonro berbicara banyak tentang fenomena media massa dan medsos di tengah masyarakat dan warga gereja. Sebelum berdiskusi dengan Jonro, tim LPMI ini pun sudah menyambangi pimpinan PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia), lalu PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga Injili Indonesia) dan mereka meminta masukan sekaligus bertukar pikiran dengan pucuk pimpinan kedua organisasi gereja aras nasional itu.

“Para pemimpin di LPMI mesti banyak bertukar pikiran dengan tokoh-tokoh Kristen. Tadi kita sudah bertemu dengan pimpinan PGI seperti Pak Pdt. Gomar Gultom. Termasuk dengan Bang Jonro yang diakui sebagai tokoh muda Kristen yang bisa menghimpun tokoh-tokoh Kristen lewat Majalah NARWASTU perlu kita dengan pemikirannya,” ujar Pdt. William Wairata yang dikenal nasionalis, humanis dan religius.

Suasana acara diskusi di Gedung LPMI tentang media massa dan media sosial.

“Bagi LPMI, Bang Jonro Munthe ini bukan orang asing, karena NARWASTU hampir setiap tahun mengadakan acara bersama tokoh-tokoh di sini. Tentu pemikiran Bang Jonro perlu kita simak, apalagi terkait dengan media massa, medsos dan pemuda Kristen di masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Pdt. William Wairata yang termasuk dalam “21 Tokoh Kristiani 2017 Pilihan Majalah NARWASTU.”

Sekadar tahu, pengurus LPMI saat ini, yakni Pdt. Drs. Wim Wairata, M.Th (Direktur Nasional/NTL), Pdt. Petrus Kondorura, S.T., M.Th (Nasional SLM Leader), Yeremia Sarwoko, S.Th (Nasional GCM Leader), Meddy Sekeh, S.Pd (Nasional LI Leader), Kristian Sukarman, M.Th (Nasional DS Leader), Pdt. Andris Parengka, S.Pd, M.Div (Nasional LDHR Leader), Yulius Wahyudi, S.Sos (Nasional Operation Leader) dan Matius Wardoyo, S.Th (Nasional Fund Dev Leader).

Dalam kesempatan ini, Pdt. William Wairata juga menyampaikan bahwa pengurus LPMI di seluruh Indonesia terus giat mengajak para anggotanya supaya terus mendukung Indonesia lewat doa-doa agar ditolong Tuhan, karena doa itu besar kuasanya, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi yang bergabung di LPMI diharapkannya tidak hanya berdampak pada masyarakat lewat ilmunya, tapi bisa juga berdampak secara rohani untuk memuliakan Tuhan.

Pdt. DR. Nus Reimas, Pdt. Drs. Wim Wairata, M.Th, Pemimpin Umum NARWASTU Jonro I. Munthe, S.Sos dan pengurus LPMI diabadikan usai acara diskusi.

Di LPMI, kata Pdt. Wim, ada 7 prinsip yang mesti dipahami dan dihayati oleh para anggota dalam membangun gerakan rohani, yaitu: (1) Mobilisasi doa. (2) Menabur dan menuai. (3) Menemukan buah yang matang. (4) Multiplikasi/pelipatgandaan. (5) Mengembangkan keyakinan pribadi. (6) Mengembangkan sikap dapat dipercaya, (7) Menemukan para pemimpin. Sedangkan nilai dari LPMI yang terus ditularkan kepada para anggota, yakni iman, bertumbuh dan berbuah lebat.

Dalam pertemuan ini, selaku tokoh senior Pdt. DR. Nus Reimas yang juga pemuka lintas agama yang dihormati banyak kalangan, lebih banyak mendengar kader-kader LPMI dan Jonro bertukar pikiran. Meskipun ia mengatakan, di era pandemi Covid-19 ini kita tak bisa berhenti menyuarakan Kabar Baik atau Injil, termasuk melalui media sosial. “Kabar Baik harus diberitakan terus, dan doa-doa untuk bangsa ini mesti dipanjatkan terus kepada Tuhan,” ucap Pdt. Nus Reimas yang setiap subuh  sudah aktif mengirimkan Firman Tuhan ke banyak group WA tokoh-tokoh Kristiani lewat Smartphone-nya. Hamba Tuhan yang semakin bijaksana di usia yang semakin sepuh ini dikenal tokoh gerakan oikoumene di segani di Indonesia, dan pernah sukses menjadi Ketua Umum Panitia “Celebration of Unity (COU)” pada 2013 lalu. COU adalah acara akbar yang digagas PGI dan PGLII di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, dan diikuti tokoh-tokoh gereja dari PGI, PGLII, KWI, PGPI dan tokoh-tokoh gereja internasional.


Doa bersama di Gedung LPMI.

Kemudian pertemuan antara pengurus LPMI dan Pemimpin Umum Majalah NARWASTU ini ditutup dengan pemberian Majalah NARWASTU ke semua pengurus LPMI. Di ujung pertemuan, doa dipanjatkan oleh Pdt. DR. Nus Reimas buat Jonro dan Majalah NARWASTU. Dalam doanya, Ketua Majelis Pertimbangan PGLII dan mantan Ketua Umum PGLII dua periode ini mendoakan supaya Majalah NARWASTU terus dipakai Tuhan untuk memuliakanNya. Dan apa yang dipakai Tuhan, ujarnya, pasti diberkatiNya. Tak lupa Jonro dan keluarga didoakan agar terus diberkati, ditolong dan dilindungi Tuhan. SY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here