Darah Yesus, Vaksin Orang Percaya

* Oleh: Pdt. Dr. Tjepy Jones B., M.Sc

35

Narwastu.id – Ibrani 12:24, “Dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel (speaketh better things that that of Abel).”

Sebelum kita berbicara tentang darah Yesus yang menguduskan serta melindungi kita, mari kita ulas sedikit mengenai prinsip di dalam vaksinasi yang dianggap mampu melindungi kita dari virus yang mematikan. Vaksinasi adalah cairan yang mengandung virus yang sudah dimatikan atau sudah dilemahkan yang kemudian disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Tujuannya adalah supaya darah di dalam tubuh bereaksi untuk mengambil data virus tersebut kemudian menyimpan data ini dalam apa yang disebut “memory cell” di dalam darah. Selanjutnya dalam waktu 14 hari darah membentuk antibody yang spesifik berdasarkan data tersebut untuk mematikan seluruh virus yang masuk ke dalam tubuh. Karena virus tersebut sudah dilemahkan, sehingga tidak bisa bermultiplikasi maka tubuh kita relatif dalam kondisi yang aman.

Jika di kemudian hari tubuh terinfeksi oleh virus yang sama, maka darah tidak lagi memerlukan waktu yang lama untuk mengeluarkan antibodi, karena darah sudah memiliki “memory cell” yang mengingat bahwa virus ini sudah pernah dimatikan, maka kali ini virus yang sama akan mati dengan antibodi yang sama, di mana hanya dalam waktu 24 jam antibodi akan terbentuk dan siap bekerja di dalam tubuh. Demikianlah cara Allah menciptakan sistem perlindungan tubuh manusia dari serangan virus yang sangat kecil yang tidak bisa terlihat dengan kasat mata. Prinsip yang sama Allah lakukan melalui darah Yesus untuk mendamaikan umat manusia dengan diriNya seperti yang tertulis di dalam Roma 3:25a, “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.” Darah Yesus adalah substansi yang berbicara bagi orang-orang percaya. Sekalipun kita tidak bisa mendengarnya dengan telinga kita tetapi dengan iman kita harus percaya apa yang ditulis oleh Firman Allah tanpa menambahi atau mengurangi, sebab Firman Allah tidak pernah didesain untuk masuk akal tetapi Firman Allah didesain untuk membangkitkan iman kita.

Darah Yesus tidaklah sama dengan darah manusia pada umumnya, sebab tidak mungkin darah manusia dapat menanggung dosa seluruh umat manusia. Darah ini tercipta dari benih Roh Kudus yang dikandung dalam rahim Maria yang kemudian lahir sebagai tubuh manusia Yesus, dan dunia kedokteran setuju bahwa darah janin dan darah ibu tidak bercampur. 1 Yohanes 5:6, “Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.” Air dan darah adalah tubuh jasmani manusia Yesus, tetapi Roh Allahlah yang tinggal di dalamNya untuk memberi kesaksian tentang kasih Allah melalui kehidupan Tuhan Yesus dan karya salibNya kepada seluruh umat manusia.

Sebelum Tuhan Yesus disalibkan, maka ada beberapa kali darahNya terinisiasi keluar dari tubuhNya di mana setiap kali darah keluar memberikan pewahyuan tentang apa yang disuarakan oleh darah tersebut. Yang pertama adalah ketika Yesus berdoa di taman Getsemani, Lukas 22:44, “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, mereka mengaku takut pada waktu mendengar Allah ada di taman Eden tempat mereka dan mereka bersembunyi. Adam yang terakhir, yaitu Tuhan Yesus meneteskan darahNya di taman Getsemani untuk menebus manusia dari ketakutan dari tekanan atas dosa dan kesalahan. Alkitab berkata, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:16).”

Pada waktu kita berbuat salah, maka janganlah kita menjauh dari Allah. Sebaliknya segeralah menghampiriNya untuk menerima pengampunan dan pertolongan kekuatan supaya iblis tidak ambil bagian untuk membinasakan kita atas kesalahan kita. Allahlah yang menjadi jawaban atas segala persoalan kita. Yang kedua adalah darah yang keluar ketika Yesus dikenakan mahkota duri, di mana duri adalah lambang dari kutuk yang dikeluarkan oleh tanah, karena kejatuhan Adam dan Hawa. Dengan bersusah payah manusia harus mencari rezekinya dari tanah yang akan menghasilkan duri (Kejadian 3:17-19). Ketika Yesus datang ke bumi, Dia memberitakan tentang kelahiran kembali dari Roh Allah dan selanjutnya kita diminta untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya, yang artinya mencari tahu bagaimana sistem di dalam kerajaan Allah bekerja untuk mensuplai kehidupan orang-orang kebenaran Allah di dalam Kristus, maka semua yang dicari oleh bangsa-bangsa akan ditambahkan kepada kita anak-anak Kerajaan. Penekanannya bukan berarti kita tidak perlu lagi bekerja keras, melainkan kita tidak perlu bekerja stres karena Tuhan yang akan memberi kesuksesan bagi orang-orang yang bersandar dan berpegang teguh di dalam setiap janji FirmanNya.

Bagi mereka yang mengasihi Allah, yaitu yang memiliki serta menyimpan FirmanNya di dalam hati, maka segala sesuatu akan bekerja mendatangkan kebaikan. Kalau orang lain berusaha agar uang yang bekerja sehingga mereka memiliki “financial freedom”, maka orang percaya memiliki hal yang lebih lagi, yaitu segala sesuatu baik keuangan, pekerjaan, hubungan dengan sesama, kesehatan yang sempurna, keamanan, dan seterusnya yang menyangkut segala bidang kehidupan kita akan turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihiNya (Roma 8:28).

Pdt. Dr. Tjepy Jones B., M.Sc

Yang ketiga adalah darah yang keluar ketika Yesus dicambuk sampai luka di seluruh tubuhNya menyatu, sehingga bukan hanya bilur-bilur tetapi menjadi satu bilur yang utuh meliputi seluruh tubuh. Inilah bilur-bilur yang melandasi kesembuhan yang pasti bagi setiap orang percaya. Yesaya 53:4-5, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Yang keempat adalah, ketika tangan dan kaki Yesus dipakukan ke kayu salib, sekali lagi darah keluar. Hal ini berbicara bagaimana tangan manusia sebagai lambang dari segala pekerjaan dan perbuatannya dikuduskan oleh darah Yesus, sehingga Allah memberkati setiap pekerjaan yang dilakukan untuk kemuliaan namaNya. Demikian juga darah yang keluar dari kakiNya akan menguduskan jalan kehidupan setiap orang percaya agar tetap ada di dalam jalan Tuhan yang salah satunya adalah kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera (Efesus 6:15).

Yang kelima adalah, darah dan air yang keluar ketika Yesus ditikam di lambungNya, Yohanes 19:34, “Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.” Dengan keluarnya air dan darah dari tubuhNya, maka inilah tikaman yang memastikan berhentinya kehidupan manusia Yesus, yaitu kematian Yesus yang menanggung dosa seluruh umat manusia. Sekarang kita tidak perlu takut lagi akan kematian karena Yesus sudah alami maut ganti kita, Ibrani 2:14-15, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.”

Kematian bagi anak-anak Allah bukan lagi peristiwa yang menakutkan, karena kematian itu hanyalah perpindahan roh kita dari tubuh yang fana ini kepada tubuh kekal bersama Allah di dalam Kristus Yesus.

Yang keenam adalah, ketika darah Yesus dipersembahkan olehNya untuk menyucikan hati nurani kita agar kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup, Ibrani 9:14, “Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” Darah Yesus menyucikan bukan hanya tubuh jasmani saja, tetapi juga hati nurani kita agar kita bisa menenangkan hati agar tidak mudah dituduh olehnya, sehingga kita mempunyai keberanian percaya untuk menghampiri Allah (1 Yohanes 3: 20-21).

Betapa ajaibnya darah Yesus yang telah menjadi saksi atas setiap hal yang terjadi pada Yesus yang disediakan untuk kita anak-anak Allah yang percaya kepada namaNya. Kita adalah orang-orang yang yang ada di dalam rencana Allah dan dikuduskan untuk menerima percikan darahNya (1 Petrus 1:2).  Darah Yesus itu seperti “memory cell” yang senantiasa berbicara semua hal baik yang telah dikerjakan Yesus Kristus dari mulai di taman Getsemani sampai kehadirat Allah. Maka hendaklah kita orang percaya juga berkata-kata yang sama dengan apa yang disaksikan oleh darah Yesus agar kita menerima semua janji-janji Allah serta luput dari kehancuran dunia. Jangan pernah larut dalam ketakutan, stres, percaya akan kegagalan, serta tertekan oleh rasa penghukuman sehingga menjauh dari pertemuan-pertemuan ibadah. Darah Yesus memastikan bahwa kita telah terlepas dari semua hal yang tidak baik tersebut dan siap menjalani hidup yang berkemenangan di dalam Kristus Yesus. Amin.

 

* Penulis adalah Gembala City Blessing Cibubur, dan anggota Forum Komunikasi Tokoh-tokoh Kristiani Pilihan Majalah NARWASTU (FORKOM NARWASTU). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here