Kenangan Dr. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pd Bersama Almarhum Pdt. Dr. SAE Nababan

36
Tokoh reformasi dari HKBP Pdt. Dr. SAE Nababan (Almarhum).

Narwastu.id – Advokat senior dan pejuang HAM asal Tarutung, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ini ternyata punya kenangan menarik pada pemimpin gereja legendaris dan tokoh reformasi Pdt. Dr. SAE Nababan. Pdt. SAE Nababan yang pernah menjadi Ephorus HKBP dan mantan Ketua Umum PGI, di mata Dr. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pd, tidak hanya seorang tokoh umat yang punya reputasi internasional, tapi juga seorang figur intelektual yang menarik diajak berdiskusi. Jose Silitonga yang merupakan peraih award sebagai “Pahlawan Bumi 2003 Pilihan Walhi” dan termasuk dalam “20 Tokoh Kristiani 2007 Pilihan Majalah NARWASTU” menyebut Pdt. Nababan figur pendeta yang sulit dicari tandingannya. “Di masanya sebagai Ephorus HKBP dia tegas melawan intervensi penguasa terhadap gereja HKBP sebagai gereja terbesar. Dia seorang yang punya karakter kuat dan tidak bisa didikte, tapi mau menerima pemikiran orang lain. Hidupnya banyak diabdikan untuk gereja, masyarakat, kemanusiaan, demokrasi dan HAM. Dia selalu gelisah melihat kemiskinan, penindasan, dan ketidakadilan di tengah masyarakat. Tapi memang dia bukan figur yang sempurna,” ujar mantan Ketua DPD Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) DKI Jakarta dan Penasihat Majalah NARWASTU ini.

Lulusan S3 (Doktor ilmu pemerintahan) dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bandung ini menambahkan, dalam berbagai kesempatan ia beberapa kali berinteraksi dan bertukar pikiran dengan Pdt. SAE Nababan. Pada 2004 lalu, Jose diundang sejumlah pendeta HKBP di Sumatera Utara untuk berbicara tentang Implementasi Aturan dan Peraturan HKBP di Medan. Di situ Jose berbicara sebagai seorang pakar hukum yang kebetulan juga anggota jemaat HKBP, sedangkan Pdt. Nababan bicara selaku sesepuh HKBP. Berikutnya, “Di Bandara Polonia Pak Pdt. Nababan pernah memanggil saya dari jauh saat saya akan terbang naik pesawat Mandala ke Jakarta. Saya kaget juga. Sedangkan beliau saat itu akan berangkat ke Jakarta naik Garuda. Dia bilang sangat bagus tadinya kalau kita berangkat satu pesawat. Dia sering memberi motivasi dan nasihat kepada saya,” ujar Jose Silitonga yang sering diundang berbicara seputar hukum oleh sejumlah kampus, gereja dan organisasi kemasyarakatan itu.

Dr. Jose Silitonga, S.H., M.A., M.Pd. (kiri) dalam sebuah acara bersama Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan, M.Si. (kanan).

Ketua DPC Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Depok, Jawa Barat, ini menerangkan, selanjutnya Pdt. SAE Nababan pernah berulang kali meneleponnya dan meminta untuk bertemu saat Jose menjadi pengacara dari sejumlah Bibelvrow di Laguboti (Toba, Sumut) yang mendapat pelecehan seksual dari seorang oknum pendeta HKBP, yang kemudian oknum pendeta itu dihukum penjara karena ulah tidak terpuji itu. “Saya kaget juga saat dihubungi Pak Pdt. Nababan. Waktu itu dia bilang, kapan ada waktu dan di mana, karena beliau ingin bertemu saya. Karena saya lihat beliau orang tua dan tokoh umat yang tidak sembarang, saya berinisiatif untuk datang menemui beliau ke rumahnya. Kami berbicara lebih dari dua jam. Banyak harapan dan kegelisahannya yang disampaikan ke saya tentang masalah di HKBP, termasuk kasus Bibelvrow itu. Dan dia bilang, selagi itu benar dan memuliakan Tuhan, lanjutkan pekerjaanmu. Dia pun banyak menerima pemikiran-pemikiran saya tentang upaya memajukan Sinode HKBP, terutama dalam pembinaan para pendeta HKBP,” pungkas Jose Silitonga yang pernah menjadi Caleg DPRD DKI Jakarta, serta mantan Plt. Ketua DPW PDS Sumatera Utara.

Jose menambahkan, Pdt. SAE Nababan agak berbeda dari Ephorus-Ephorus HKBP lainnya. Sebab ada pimpinan HKBP kalau sudah menjabat sering seperti tidak mengenal orang lain, dan tidak mau mendengar masukan positif yang diberikan. Sedangkan Pdt. SAE Nababan ini selalu terbuka untuk menerima kunjungan siapapun ke rumahnya dan mau berdiskusi. “Saya selalu memanggilnya Amang, bukan Ompui. Saat saya jadi Ketua DPD PIKI DKI Jakarta pun kami sering bertukar pikiran untuk kepentingan gereja, masyarakat dan bangsa. Kita kehilangan atas kepergian beliau. Kiranya keluarga yang ditinggalkan selalu sehat, terhibur dan diberkati Tuhan,” cetus Jose Silitonga yang sering pula pemikirannya dimuat di berbagai media massa seputar hukum, pemerintahan, gereja dan masyarakat. JH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here